
Bola.net - Skuad utama Timnas Indonesia diisi oleh pemain-pemain yang menarik perhatian. Banyak penggawa Tim Garuda yang berkarier di liga luar negeri.
Beberapa pemain diaspora bahkan bermain di Eropa, khususnya di Belgia dan Belanda. Kehadiran mereka menjadi kekuatan tambahan bagi Timnas.
Beberapa dari pemain diaspora Timnas Indonesia itu cukup bersinar. Misalnya Asnawi Mangkualam di Port FC atau Ragnar Oratmangoen di Dender.
Calvin Verdonk pun demikian. Bek kiri satu ini menjadi andalan di lini belakang NEC Nijmegen yang bersaing di liga level tertinggi sepak bola Belanda.
Namun, ada beberapa pemain diaspora Timnas Indonesia yang kesulitan mendapatkan menit bermain. Siapa saja?
Jordi Amat (Johor Darul Ta'zim)

Jordi Amat sempat lama menjadi andalan di lini belakang Johor Darul Ta'zim. Bahkan, eks pemain Real Betis itu menyandang status sebagai kapten.
Namun, di musim 2024/2025, Jordi Amat tak lagi menjadi opsi utama. Sejauh ini Amat bermain 17 kali. Cedera memang mengganggu perkembangan karier Amat di musim ini.
Nathan Tjoe-A-On (Swansea City)

Nathan Tjoe-A-On bisa dikatakan menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia. Nathan biasa bermain di posisi gelandang bertahan.
Namun, situasi berbeda dialami Nathan Tjoe-A-On di Swansea City. Sejauh musim 2024/2025, Nathan baru tampil tiga kali di semua ajang.
Marselino Ferdinan (Oxford United)

Talenta Marselino Ferdinan sudah diakui di Asia. Namun, Lino tampak masih sangat kesulitan bersaing di Oxford United.
Sejauh ini Marselino Ferdinan hanya pernah beraksi di tim muda Oxford United. Namun, di tim senior, Lino masih berjuang untuk mendapatkan kesempatan debut.
Eliano Reijnders (PEC Zwolle)

Jumlah penampilan Eliano Reijnders di PEC Zwolle sebenarnya lumayan. Sejauh ini, Eliano sudah bermain dalam 10 laga di semua ajang.
Namun, sayangnya, mayoritas dari pertandingan itu dijalani Eliano Reijnders sebagai pemain pengganti yang masuk di akhir babak kedua.
Sandy Walsh (KV Mechelen)

Sandy Walsh sempat menjadi andalan di lini belakang KV Mechelen dalam beberapa musim terakhir. Apalagi pemain satu ini cukup fleksibel dalam bermain.
Di musim 2024/2025, Sandy Walsh baru bermain enam kali untuk KV Mechelen di semua kompetisi. Total menit bermainnya pun hanya 214 menit.
Pratama Arhan (Suwon FC)

Situasi Pratama Arhan memang cukup miris. Sejak bermain di Suwon FC pada awal Januari lalu, Arhan sulit sekali mendapatkan kesempatan bermain.
Sejauh ini, Pratama Arhan hanya bisa mendapatkan kesempatan dua kali bermain di Suwon FC. Dengan total menit bermain mencapai 4 menit saja.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hery Kurniawan/Gregah Nurikhsani
Published: 21 Desember 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Indonesia vs Filipina: Quincy Kammeraad
Tim Nasional 21 Desember 2024, 23:59
LATEST UPDATE
-
Mengebut dan Kecelakaan, SIM Jamal Musiala Dicabut!
Bundesliga 21 Mei 2026, 10:45
-
Gokil! Casemiro Tolak Banyak Tawaran Demi Inter Miami
Bola Dunia Lainnya 21 Mei 2026, 10:15
-
Marc Klok Absen di Laga Penentuan Juara Persib Bandung
Bola Indonesia 21 Mei 2026, 09:13
-
Aston Villa Juara, Pangeran William Menggila!
Liga Eropa UEFA 21 Mei 2026, 09:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR