
Bola.net - Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan, membeber analisisnya ihwal kekuatan Arab Saudi yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Ropan, sapaan karibnya, menilai bahwa kekuatan Arab Saudi ada di lini tengah mereka.
Menurut Ropan, di lini serang mereka, Arab Saudi memang memiliki pemain-pemain tajam macam Salem Al-Dawsari, Firas Al-Buraikan, dan pemain-pemain lain. Namun, sejatinya, kekuatan The Green Falcons ada di sektor ruang mesin mereka, terutama di sosok Mohamed Kano.
"Ia harus diperhatikan oleh Thom Haye atau Nathan Tjoe-A-On. Atau juga Ivar Jenner. Sebagai pemain box to box, Nathan, yang dianggap kuat merebut bola, pasti akan ditugaskan bisa mengatasi pergerakan Mohamed Kanno," ucap Ropan, dalam kanal youtube Bung Ropan.
"Mohamed Kanno ini pemain yang berbahaya. Umpan-umpannya yang mengarah ke Salem Al-Dawsari dan Firas Al-Buraikan. Karenanya, harus terus dipersempit ruang geraknya," ia menambahkan.
Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada laga pertama mereka di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C. Pertemuan antara kedua tim ini akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City Jeddah, 5 September 2024.
Laga ini akan menjadi pertarungan antara David dan Goliath. Indonesia, yang berada di posisi underdog, bakal menghadapi Arab Saudi, yang memiliki reputasi lebih mentereng.
Salah satu andalan di skuad Arab Saudi saat ini adalah Mohamed Kanno. Kanno merupakan gelandang pengatur permainan The Green Falcons.
Kanno sendiri sudah banyak makan asam garam bersama Arab Saudi. Sejauh ini, pemain berusia 29 tahun tersebut sudah 53 kali memperkuat Arab Saudi. Ia mencetak tiga gol dan satu assist dalam 3.603 menit bermain tersebut.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Barisan Gelandang Stylish
Menurut Ropan, gelandang-gelandang Arab Saudi memilki tipikal berbeda dari Irak, yang sudah pernah berhadapan dengan Skuad Garuda. Mohamed Kanno dan kawan-kawan, sambungnya, tak sekadar mengandalkan kekuatan fisik mereka.
"Mereka lebih stylish. Gelandang Arab Saudi ini bermain gaya Eropa, dari kaki ke kaki. Lebih tenang," kata Ropan.
"Karenanya, mereka selalu kelabakan ketika harus bermain lawan tim yang sangat cepat, menunggu, dan mengandalkan serangan balik, seperti yang dilakukan Thailand," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Jadwal dan Klasemen Putaran ke-3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
- Link Streaming RCTI, Nonton Siaran Langsung Arab Saudi vs Timnas Indonesia Hari Ini
- Ini Target Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Pengakuan Jujur Roberto Mancini Tentang Perkembangan Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming RCTI: Arab Saudi vs Timnas Indonesia - Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tim Nasional 5 September 2024, 22:40
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso dan Taktik yang Bisa Mengubah Wajah Chelsea
Liga Inggris 21 Mei 2026, 01:00
-
Link Live Streaming Final Liga Europa: Freiburg vs Aston Villa
Liga Eropa UEFA 21 Mei 2026, 00:20
-
AC Milan Diminta Penuhi 4 Jaminan agar Modric Bertahan
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:22
-
Luka Modric Siap Main di Laga Terakhir AC Milan Musim Ini
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:16
-
Rafael Leao Dianggap Tak Layak ke Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Mei 2026, 23:05
-
Bisakah Juventus Datangkan Bernardo Silva Tanpa Liga Champions?
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:58
-
Juventus Dikritik, Pemain Dinilai Tak Punya Ambisi ke Liga Champions
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:55
-
Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
Tim Nasional 20 Mei 2026, 21:55
-
Juventus Gagal Rekrut Antonio Rudiger, Real Madrid Kunci Bek Andalan
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:51
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR