John Herdman Tegaskan Tidak akan Bedakan Pemain Lokal dan Pemain Diaspora: Hanya Satu, Indonesia!

John Herdman Tegaskan Tidak akan Bedakan Pemain Lokal dan Pemain Diaspora: Hanya Satu, Indonesia!
Timnas Indonesia dalam laga lanjutan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (15/11/2024) (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman menegaskan tidak akan melakukan pembedaan terhadap pemain lokal dan pemain diaspora di timnya nanti. Ia menegaskan semua pemain itu sama dan mereka punya tanggung jawab besar untuk membawa Timnas Indonesia ke level tertinggi.

John Herdman telah resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Ia menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat pada akhir tahun 2025 kemarin.

Di Timnas Indonesia sendiri, Herdman akan mendapatkan skuad yang beragam. Pasalnya ada pemain-pemain keturunan Indonesia dan juga pemain lokal Indonesia yang akan mengisi komposisi skuad Garuda.

Herdman sendiri menegaskan ia tidak akan membeda-bedakan pemain berdasarkan keturunannya ketika ia menangani Skuad Garuda nanti. "Saya tidak melihat pasport seorang pemain, tetapi saya melihat orangnya," buka Herdmand.

Simak penuturan lengkap mantan pelatih Timnas Kanada itu di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Keberagaman itu Kekuatan

Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dan Joey Pelupessy saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dan Joey Pelupessy saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Herdman menyebut bahwa keragaman dalam skuad Timnas Indonesia itu bukan sesuatu yang harus jadi persoalan. Ia malah menilai keberagaman itu bakal jadi kekuatan bagi Timnas Indonesia.

"Hal yang paling penting dalam sebuah kultur sepakbola adalah keberagaman itu merupakan sebuah kekuatan, dan itu juga bisa jadi kelemahan jika kita melihat itu sebagai sebuah kelemahan," sambung Herman.

"Saat saya melatih Timnas Kanada, kami hidup di titik lebur banyak kebudayaan, ada banyak imigran yang datang ke negara itu. Di ruang ganti kami ada beberapa pemain yang berasal dari Jamaika, Amerika Selatan, Eropa, Serbia, Skotlandia, Inggris. Yang terpenting adalah kejelasan dari visi kami. Kami bertanggung jawab secara kolektif ketika kami turun mengenakan seragam kami, dan saya rasa itu tidak berbeda dengan Indonesia."

2 dari 3 halaman

Butuh Semua Pemain untuk Sukses

Joey Pelupessy, Mauro Zijlstra, dan Calvin Verdonk saat membela Timnas Indonesia pada laga melawan Lebanon (c) Abdul Aziz

Joey Pelupessy, Mauro Zijlstra, dan Calvin Verdonk saat membela Timnas Indonesia pada laga melawan Lebanon (c) Abdul Aziz

Lebih lanjut, Herdman menyebut bahwa Timnas Indonesia punya visi yang besar untuk beberapa tahun ke depan. Jadi ia butuh semua pemain lokal dan diaspora untuk saling bahu membahu untuk menjadikan Timnas Indonesia negara yang disegani di peta sepak bola dunia.

"Kami adalah orang-orang yang beruntung bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia dan kami hanya memiliki periode yang singkat untuk melakukan sesuatu dengan seragam ini," lanjut Herdman.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan sebuah sejarah dan warisan baru untuk generasi berikutnya, agar mereka percaya bahwa Indonesia adalah negara sepak bola. Dan ketika ada kejelasan seperti itu maka apapun paspor anda tidak ada artinya, karena yang ada hanya rasa persaudaraan dan komitmen visi yang kolektif dan itu yang disampaikan Exco dan Presiden Thohir."

3 dari 3 halaman

Ingin Capai Level Tertinggi

Aksi Kevin Diks melepas lemparan ke dalam pada laga Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Aksi Kevin Diks melepas lemparan ke dalam pada laga Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Herdman juga mengungkapkan bahwa ia mendapatkan tugas berat dari PSSI, yaitu untuk membawa Timnas Indonesia kembali diperhitungkan di level tertinggi.

Untuk itu, ia bertanggung jawab untuk memastikan semua pemain Indonesia baik lokal maupun diaspora bisa berkontribusi untuk mencapai level tersebut.

"Negara ini ingin menjadi negara sepakbola yang dipandang dan dihormati di dunia. Satu-satunya cara untuk bisa mencapai itu adalah dengan lolos ke Piala Dunia dan memenangkan pertandingan di panggung dunia dan tugas saya adalah memastikan itu bisa terjadi terlepas dari apa paspor anda atau dari mana asal keturunan anda," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL