
Bola.net - Penampilan Timnas Indonesia mendapatkan kritikan dari mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus kiper legendaris Skuat Garuda, Maulwi Saelan.
Maulwi menyebut Timnas saat ini tidak memiliki pola permainan yang terarah. Tentunya, hal tersebut berbeda ketika dirinya masih aktif bermain pada era 50-an silam.
"Dahulu, kami menerapkan sistem dan pola permainan. Sistem kami ubah dari ortodok menjadi 3-5-1-1. Sebab, sepakbola ada sistem, strategi, teknik, dan taktik," terang Maulwi.
"Saya lihat sekarang, pola permainan tidak ada. Pola permainan itu disesuaikan dengan fisik dan psikis pemain, apakah gerakan dengan bola atau tanpa bola. Permainan kita seharusnya dengan umpan-umpan pendek," imbuh sosok kelahiran Makassar, 8 Agustus 1928 tersebut.
Maulwi juga mengaku sempat melihat performa Timnas Indonesia U-19. Terutama, ketika bertemu dengan Vietnam di Hassanal Bolkiah Trophy 2014. Garuda Jaya saat itu kalah dengan skor 1-3.
"Saya pernah melihat Timnas U-19 lawan Vietnam. Pertama ada pola, namun terus hilang. Timnas U-19 harus tetap diberi latihan. Saya melihat kita kurang pola untuk sepakbola Indonesia," tegasnya.
Maulwi Saelan bergabung dengan Timnas Indonesia era 1954-1958 dan berkontribusi besar dalam keberhasilan Indonesia menembus empat besar Asian Games 1954 dan meraih medali perunggu di Asian Games 1958.
Salah satu penampilan heroik Maulwi, yakni ketika menghadapi Rusia di Olimpiade Melbourne, 17 November 1958. Kala itu, Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet yang merupakan salah satu tim terkuat Eropa dan dunia. (esa/pra)
Maulwi menyebut Timnas saat ini tidak memiliki pola permainan yang terarah. Tentunya, hal tersebut berbeda ketika dirinya masih aktif bermain pada era 50-an silam.
"Dahulu, kami menerapkan sistem dan pola permainan. Sistem kami ubah dari ortodok menjadi 3-5-1-1. Sebab, sepakbola ada sistem, strategi, teknik, dan taktik," terang Maulwi.
"Saya lihat sekarang, pola permainan tidak ada. Pola permainan itu disesuaikan dengan fisik dan psikis pemain, apakah gerakan dengan bola atau tanpa bola. Permainan kita seharusnya dengan umpan-umpan pendek," imbuh sosok kelahiran Makassar, 8 Agustus 1928 tersebut.
Maulwi juga mengaku sempat melihat performa Timnas Indonesia U-19. Terutama, ketika bertemu dengan Vietnam di Hassanal Bolkiah Trophy 2014. Garuda Jaya saat itu kalah dengan skor 1-3.
"Saya pernah melihat Timnas U-19 lawan Vietnam. Pertama ada pola, namun terus hilang. Timnas U-19 harus tetap diberi latihan. Saya melihat kita kurang pola untuk sepakbola Indonesia," tegasnya.
Maulwi Saelan bergabung dengan Timnas Indonesia era 1954-1958 dan berkontribusi besar dalam keberhasilan Indonesia menembus empat besar Asian Games 1954 dan meraih medali perunggu di Asian Games 1958.
Salah satu penampilan heroik Maulwi, yakni ketika menghadapi Rusia di Olimpiade Melbourne, 17 November 1958. Kala itu, Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet yang merupakan salah satu tim terkuat Eropa dan dunia. (esa/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Performa Timnas Dikritik Mantan Ketum PSSI
Tim Nasional 8 September 2014, 16:27
-
Pulangkan Salampessy, Timnas Panggil Dedi Gusmawan
Tim Nasional 8 September 2014, 13:23
-
Cristian Gonzales Mengaku Seperti Berusia 20 Tahun
Tim Nasional 4 September 2014, 16:18
-
Inilah 24 Pemain Yang Dipanggil Riedl ke Timnas
Tim Nasional 3 September 2014, 17:31
-
Timnas Senior Baru Miliki Dua Lawan Uji Coba
Tim Nasional 1 September 2014, 13:39
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Tembus 104 Assist untuk Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 07:17
-
Dari Juara ke Posisi 5, Mengapa Liverpool Melempem?
Liga Inggris 25 Mei 2026, 06:52
-
Wakil Serie A di Liga Champions, Liga Europa dan UECL Musim 2026/2027
Liga Italia 25 Mei 2026, 06:45
-
West Ham Degradasi, MU Kebut Transfer Pemain The Hammers Ini
Liga Inggris 25 Mei 2026, 06:35
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 25 Mei 2026, 05:50
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:36
-
Sejarah Baru, Como Lolos Liga Champions untuk Pertama Kali!
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:13
-
Kata-kata Allegri Setelah AC Milan Gagal Lolos Liga Champions
Liga Italia 25 Mei 2026, 05:09
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR