Rekor Pertemuan Timnas Indonesia U-22 Vs Thailand di SEA Games: Duh, Skuad Garuda Muda 15 Kali Kalah

Bola.net - Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Timnas Thailand U-22 dalam partai final SEA Games 2023 Kamboja. Laga tersebut bakal digelar di Olympic Stadium, Phnom Penh, pada Selasa (16/5), mulai pukul 19.30 WIB.
Timnas Indonesia U-22 lolos ke final usai mengalahkan Vietnam 3-2 pada babak semifinal. Sementara itu, Thailand membantai Myanmar tiga gol tanpa balas.
Jelang partai final tersebut, menarik untuk diketahui rekor pertemuan kedua tim sepanjang sejarah SEA Games. Berdasarkan data yang dikumpulkan Bola.net, keduanya sudah bentrok 21 kali, baik pada babak penyisihan grup, semifinal, maupun final.
Lantas, dari 21 pertemuan itu, berapa kali Timnas Indonesia U-22 menang dan kalah? Berikut ulasannya.
Menang 4 Kali

Dari 21 pertemuan tersebut, Timnas Indonesia U-22 hanya mampu mengalahkan Thailand empat kali. Momen itu terjadi pada edisi 1989, 1991, 2011, dan 2019.
Saat SEA Games 1989, Timnas Indonesia U-22 bentrok dengan Thailand dalam perebutan tempat ketiga. Hasilnya, Skuad Garuda Muda sukses mencukur lawannya itu dengan skor 9-8 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Kemenangan tersebut membuat Timnas Indonesia U-22 membawa pulang medali perunggu SEA Games 1989 dari Malaysia ke Tanah Air.
Pada SEA Games edisi berikutnya, 1991, yang digelar di Filipina, Timnas Indonesia U-22 dan Thailand kembali bentrok. Kali ini, dalam partai final.
Hasilnya, Timnas Indonesia U-22 menang dengan skor 4-3 lewat adu tos-tosan usai bermain imbang 0-0 dalam waktu normal. Skuad Garuda Muda pun berhasil mendapatkan medali emas keduanya di SEA Games.
Setelah puluhan tahun tak berjumpa di SEA Games, Skuad Garuda Muda dan Thailand kembali dipertemukan pada edisi 2011 yang berlangsung di Indonesia. Keduanya bertemu dalam babak penyisihan, dan pasukan Merah Putih menang 3-1.
Kemenangan terakhir Timnas Indonesia U-22 atas Thailand di SEA Games terjadi pada babak penyisihan grup edisi 2019. Ketika itu, Skuad Garuda Muda menaklukan Gajah Perang Muda dengan skor 2-0.
Kalah 15 Kali
Sepanjang SEA Games, Timnas Indonesia U-22 kalah 15 kali dari Thailand. Dua di antaranya terjadi pada partai final.
Thailand memupuskan ambisi Timnas Indonesia U-22 merebut medali emas di SEA Games pada edisi 1997 dan 2013. Ketika itu, Skuad Garuda Muda kalah 2-4 (1-1) dan 1-4.
Enam kekalahan lagi terjadi dalam babak semifinal. Masing-masing adalah pada edisi 1997 (0-2), 1981 (0-2), 1993 (0-1), 2005 (1-3), 2015 (0-5), dan 2021 (0-1).
Sisanya terjadi dalam babak penyisihan grup. Malapetaka itu terjadi pada 1979 (1-3), 1983 (0-5), 1985 (0-7), 1995 (1-2), 2001 (1-2), 2003 (0-6), dan 2007 (1-2).
Imbang 2 Kali

Dua pertandingan sisanya berakhir imbang. Momen itu terjadi pada SEA Games 1987 dan 2017.
Saat SEA Games 1987, Timnas Indonesia U-22 bentrok dengan Thailand pada babak penyisihan grup. Kedua tim lalu bermain imbang tanpa gol.
Di SEA Games 2017, Timnas Indonesia U-22 dan Thailand juga bentrok pada babak penyisihan grup. Kali ini, kedua tim bermain seri 1-1.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Prediksi SEA Games: Indonesia vs Thailand 16 Mei 2023
- Presiden Jokowi Puji Kiprah Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023: Mental pemenang
- Timnas Indonesia U-22 Latihan Tertutup dan Tiadakan Jumpa Pers, Fokus Penuh ke Final SEA Games 2023
- Sudah Lama Puasa Medali Emas, Timnas Indonesia U-22 Siap Tampil Mati-Matian di Final SEA Games 2023
- Timnas Indonesia U-22 Ganyang Vietnam dan Tembus Final SEA Games 2023, Shin Tae-yong Turut Bangga!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR