
Bola.net - Paceklik gelar itu akhirnya telah berakhir bagi sepakbola Indonesia. Menghadapi timnas Vietnam U-19 di final Piala AFF U-19, timnas Indonesia U-19 mampu tampil sebagai yang terbaik setelah memenangi laga lewat adu penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Vietnam yang tampil lebih lepas dan rapi mampu menyulitkan timnas Indonesia di babak pertama. Bahkan beberapa kali peluang dari Pham Duc Huy, tendangan keras Nguyen Cong Phuong masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Garuda Jaya, Ravi Murdianto.
Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Indonesia mencoba bangkit dengan bermain lebih agresif di paruh kedua. Namun lagi-lagi Vietnam yang tampil lebih efektif mampu meraih peluang pertama. Beruntung Ravi Murdianto masih mampu menepis tendangan Nguyen Cong Phuong.
Kalah serangan dan lini tengah kurang berjalan dengan baik, pelatin Indra Sjafri melakukan pergantian dengan memasukkan Hendra Sandi menggantikan M Hargianto.
Pada menit ke-68, Garuda Jaya memperoleh peluang matang. Diawali sebuah serangan yang dibangun dari sisi kanan lewat Maldini, pemain bernomor punggung 15 tersebut mengirim umpan ke depan gawang Vietnam. Sayang umpan tersebut gagal diraih oleh Muchlis Hadi dan Ilham Udin yang berada di dalam kotak penalti.
Indonesia yang bermain di depan pendukung sendiri mencoba lebih menekan di sisa pertandingan. Pada menit ke-77 Indonesia kembali memperoleh peluang. Namun tendangan bebas dari Hendra Sandi masih mampu ditepis Le Van Truong.
Vietnam yang kali ini menerapkan strategi serangan balik giliran memperoleh pelung. Beruntung tendangan dari Hoang Thanh Tung pada menit ke-82 masih menyamping dari gawang Ravi Murdianto. Hingga pertandingan di waktu normal usai, skor imbang tanpa gol tak mengalami perubahan. Pertandingan pun dilanjutkan dengan tambahan waktu
Di babak extra time, Indonesia terus memberikan tekanan ke pertahanan Vietnam melalui kedua sayap. Pada menit ke-101, Indonesia meraih peluang melalui tendangan Maldini. Namun lagi-lagi Le Van Truong mampu mengamankan gawangnya dengan baik.
Tempo permainan semakin tinggi di 15 menit kedua extra time. Baik Indonesia maupun Vietnam terus mencoba mencetak gol. Dua peluang beruntun dari Maldini dan Dimas Drajad masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Le Van Truong. Skor imbang tanpa gol tetap bertahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti.
Ambisi, tekad dan kegigihan Garuda Jaya mengakhiri paceklik gelar akhirnya terwujud di babak adu penalti. Ilham Udin menjadi penentu Indonesia setelah tendangannya gagal diantisipasi oleh kiper Vietnam dan membawa Indonesia meraih gelar juara setelah memenangi adu penalti dengan skor 7-6. Selamat Garuda Jaya.
Susunan pemain
Indonesia: Ravi Murdianto (GK); M Fatchu Rahman, M Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama, Putu Gede Juni Antara; Zulfiandi, Hargianto (Hendra Sandi 62'); Evan Dimas (C); Dinan Yahdian (Maldini 39'), Ilham Udin, Mukhlis Hadi (M Dimas Drajad 106').
Vietnam: Le Van Truong (GK); Le Van Song, Tran Huu Dong Trieu, Truong Van Thiet, Hoang Thanh Tung; Nguyen Phong Hong, Pham Trum Tinh Nguyen Tuan Anh (C), Pham Duc Huy; Nguyen Chong Phuong (Lam Thi Phong 77'), Nguyen Van Toan.
Vietnam yang tampil lebih lepas dan rapi mampu menyulitkan timnas Indonesia di babak pertama. Bahkan beberapa kali peluang dari Pham Duc Huy, tendangan keras Nguyen Cong Phuong masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Garuda Jaya, Ravi Murdianto.
Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Indonesia mencoba bangkit dengan bermain lebih agresif di paruh kedua. Namun lagi-lagi Vietnam yang tampil lebih efektif mampu meraih peluang pertama. Beruntung Ravi Murdianto masih mampu menepis tendangan Nguyen Cong Phuong.
Kalah serangan dan lini tengah kurang berjalan dengan baik, pelatin Indra Sjafri melakukan pergantian dengan memasukkan Hendra Sandi menggantikan M Hargianto.
Pada menit ke-68, Garuda Jaya memperoleh peluang matang. Diawali sebuah serangan yang dibangun dari sisi kanan lewat Maldini, pemain bernomor punggung 15 tersebut mengirim umpan ke depan gawang Vietnam. Sayang umpan tersebut gagal diraih oleh Muchlis Hadi dan Ilham Udin yang berada di dalam kotak penalti.
Indonesia yang bermain di depan pendukung sendiri mencoba lebih menekan di sisa pertandingan. Pada menit ke-77 Indonesia kembali memperoleh peluang. Namun tendangan bebas dari Hendra Sandi masih mampu ditepis Le Van Truong.
Vietnam yang kali ini menerapkan strategi serangan balik giliran memperoleh pelung. Beruntung tendangan dari Hoang Thanh Tung pada menit ke-82 masih menyamping dari gawang Ravi Murdianto. Hingga pertandingan di waktu normal usai, skor imbang tanpa gol tak mengalami perubahan. Pertandingan pun dilanjutkan dengan tambahan waktu
Di babak extra time, Indonesia terus memberikan tekanan ke pertahanan Vietnam melalui kedua sayap. Pada menit ke-101, Indonesia meraih peluang melalui tendangan Maldini. Namun lagi-lagi Le Van Truong mampu mengamankan gawangnya dengan baik.
Tempo permainan semakin tinggi di 15 menit kedua extra time. Baik Indonesia maupun Vietnam terus mencoba mencetak gol. Dua peluang beruntun dari Maldini dan Dimas Drajad masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Le Van Truong. Skor imbang tanpa gol tetap bertahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti.
Ambisi, tekad dan kegigihan Garuda Jaya mengakhiri paceklik gelar akhirnya terwujud di babak adu penalti. Ilham Udin menjadi penentu Indonesia setelah tendangannya gagal diantisipasi oleh kiper Vietnam dan membawa Indonesia meraih gelar juara setelah memenangi adu penalti dengan skor 7-6. Selamat Garuda Jaya.
Susunan pemain
Indonesia: Ravi Murdianto (GK); M Fatchu Rahman, M Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama, Putu Gede Juni Antara; Zulfiandi, Hargianto (Hendra Sandi 62'); Evan Dimas (C); Dinan Yahdian (Maldini 39'), Ilham Udin, Mukhlis Hadi (M Dimas Drajad 106').
Vietnam: Le Van Truong (GK); Le Van Song, Tran Huu Dong Trieu, Truong Van Thiet, Hoang Thanh Tung; Nguyen Phong Hong, Pham Trum Tinh Nguyen Tuan Anh (C), Pham Duc Huy; Nguyen Chong Phuong (Lam Thi Phong 77'), Nguyen Van Toan.
(bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tuah Jaket Merah Garuda Jaya Kembali Memakan Korban
Tim Nasional 22 September 2013, 23:28
-
Review AFF U-19: Akhir Sempurna Garuda Jaya
Tim Nasional 22 September 2013, 23:00
-
HT Review AFF U-19: Masih Tanpa Gol di Sidoarjo
Tim Nasional 22 September 2013, 20:52
-
Indra Sjafri Pertahankan Dua Gelandang Bertahan
Tim Nasional 22 September 2013, 08:31
-
Evan Dimas Cueki Gelar Top Skor
Tim Nasional 22 September 2013, 08:27
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR