
Bola.net - Indonesia seakan tak pernah kehabisan talenta diaspora untuk dipinang memperkuat tim nasional. Setelah sebelumnya muncul nama Mauro Ziljstra dan Dairenzo Brank, kini muncul sosok Kenzo Riedewald.
Kenzo saat ini bermain di tim AZ Alkmaar U-19. Pemain berusia 17 tahun tersebut baru naik tingkat dari tim U-17.
Sama seperti Ziljstra dan Brank, Kenzo juga bermain di posisi depan. Selain piawai bermain di sektor sayap, pemain bertinggi 177 sentimeter ini bisa juga dipasang sebagai penyerang.
Darah Indonesia Kenzo berasal dari pihak ibunya. Sang kakek dari pihak Ibu berasal dari Banda Neira. Buyutnya berasal dari Banda Neira dan Jawa. Sementara, ayah Kenzo berdarah Suriname.
Bagi Kenzo, Indonesia bukanlah nama asing. Pasalnya, di rumah, ibunya kerap memasak masakan khas Indonesia. Ia pun mengaku jatuh cinta dengan masakan Indonesia.
Selain itu, Kenzo juga mengikuti sepak bola Indonesia. Ia juga tak ketinggalan kabar dengan banyaknya pemain berdarah Indonesia di Belanda yang memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
"Aku sangat menyukainya. Aku suka mereka bermain di negara yang menjadi akar mereka. Jadi, aku sangat menyukainya," tutur Kenzo, dalam siniar di kanal youtube Yussa Nugraha.
"Aku juga kerap berpikir untuk melakukannya. Namun, sejauh ini, belum ada perwakilan PSSI yang datang kepadaku secara konkret," ia menambahkan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Bakal Terima Pinangan Timnas Indonesia
Lebih lanjut, kendati belum ada pinangan dari PSSI, Kenzo mengaku akan menerima jika pinangan tersebut datang. Menurutnya, kemungkinan besar ia akan memutuskan untuk memperkuat Skuad Garuda.
"Aku mungkin bakal ambil penawaran tersebut," tutur Kenzo.
"Namun, ini juga melihat situasi yang ada di klub, apakah aku ada kompetisi atau tidak. Biasanya, saat tim nasional bermain, kita juga ada pertandingan. Jika tidak ada pertandingan, kemungkinan besar aku akan menyetujuinya," sambungnya.
Senjata Baru Timnas Indonesia
Jika memang nantinya dipinang oleh PSSI, Kenzo bisa jadi senjata baru bagi Skuad Garuda. Pasalnya, kemampuan olah bola salah seorang jebolan Akademi Ajax ini sangat luar biasa.
Dalam cuplikan penampilannya, tampak Kenzo mampu melewati adangan lima sampai enam pemain lawan. Ia pun kerap menang dalam beradu sprint dengan lawan.
Menurut Kenzo, ia memang memiliki sejumlah kelebihan dalam bermain. Selain teknik yang mumpuni, ia kuat dalam melindungi bola.
"Selain itu, saya bisa menembak, baik dengan kaki kiri maupun kaki kanan," kata Kenzo.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Jangan Lewatkan!
- Indra Sjafri Rekomendasikan 3 Pemain Keturunan untuk Dinaturalisasi demi Timnas Indonesia U-19 Usai Jens Raven: Mauresmo Hinoke Jangan Lupa Coach!
- Dairenzio Brank, Satu Lagi Alternatif Jawaban Masalah Lini Depan Timnas Indonesia
- Netizen Malaysia Ngidam Naturalisasi Emile Smith Rowe, Sayang Bertepuk Sebelah Tangan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR