
Bola.net - Manchester United berhasil melaju ke semifinal Liga Europa musim 2019/2020. Itu setelah mereka meraih kemenangan atas FC Copenhagen.
Setan Merah mengalahkan wakil Denmark itu dengan skor 1-0. Pertandingan ini berlangsung di Stadion RheinEnergie, Selasa (11/8/2020) dini hari WIB.
Gol semata wayang Setan Merah dicetak Bruno Fernandes melalui titik penalti menit ke-95. Pertandingan terpaksa berlanjut ke babak tambahan waktu karena kedua tim bermain 0-0 di waktu normal.
Di babak semifinal, United akan bertemu pemenang antara Wolverhampton Wanderers dan Sevilla. Pertandingan ini baru berlangsung Rabu (12/8/2020) dini hari WIB.
Lantas, pelajaran apa saja yang bisa dipetik dari duel Manchester United vs FC Copenhagen? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
MU Turunkan Kekuatan Terbaiknya

Manchester United menurunkan pemain lapis kedua dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa melawan LASK. Hal itu bisa dimaklumi karena Setan Merah sudah unggul 5-0 di leg pertama.
Namun, Ole Gunnar Solskjaer menurunkan skuad terbaiknya saat menghadapi FC Copenhagen. Setan Merah ingin menunjukkan keseriusannya dalam pertandingan ini.
Pemain-pemain seperti Anthony Martial, Marcus Rashford, Paul Pogba, Bruno Fernandes, Mason Greenwood, dan Aaron Wan-Bissaka kembali ke starting XI. Hal itu merupakan keputusan tepat karena mereka bisa meraih kemenangan meski harus bersusah payah.
Copenhagen Efektif Matikan MU

Di atas kertas, Manchester United mempunyai kualitas yang lebih baik dari Copenhagen. Meskipun begitu, wakil Denmark tersebut sepertinya tidak gentar dengan Setan Merah.
Pelatih Copenhagen Stale Solbakken mempunyai taktik jitu untuk menghadapi United yang dipenuhi penyerang berbahaya. Mereka bermain dengan disiplin dan memiliki pertahanan yang solid.
Solidnya pertahanan Copenhagen berhasil membuat frustasi para penyerang Manchester United. Penyerang Setan Merah sepertinya kehabisan ide dan terpaksa melakukan tembakan dari jarak jauh.
Pengaruh Cuaca Panas

Manchester United menghadapi Copenhagen di Stadion RheinEnergie di Jerman. Pertandingan ini berlangsung di tengah musim panas yang terjadi di Eropa.
Efek dari suhu panas bisa terlihat sangat jelas dalam pertandingan. Energi para pemain cepat terkuras oleh panas yang menyengat di Jerman.
Para pemain menjadi cepat kelelahan sehingga tidak mampu melakukan operan tajam di sepertiga akhir. Jumlah pemain yang mengalami kram juga meningkat saat memasuki babak tambahan setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.
Satu Leg di Babak Knockout Menambah Dimensi Baru

Ada banyak perubahan besar yang terjadi dalam sepak bola setelah lockdown. Sebagai contoh, tambahan jumlah pergantian pemain, water break dan tidak adanya penonton di stadion.
Pertandingan babak sistem gugur di kompetisi Eropa juga mengalami perubahan. Sekarang pertandingan dimainkan dalam format satu leg, di mana Liga Europa terpusat di Jerman.
Dengan tidak adanya gol tandang dan laga leg kedua, Liga Europa untuk pertama kalinya merasakan babak tambahan. Itu terjadi setelah Manchester United dan Copenhagen tidak bisa mencetak gol selama 90 menit.
Karl-Johan Johnsson Sukses Bikin Frustrasi MU

Manchester United terlihat kesulitan mencetak gol ke gawang Copenhagen. Hal itu tidak akan terjadi jika bukan karena performa cemerlang kiper Copenhagen Karl-Johan Johnsson.
Setan Merah sebenarnya melepaskan 14 tembakan ke arah gawang. Namun 13 di antaranya berhasil digagalkan oleh kiper asal Swedia tersebut.
Aksi-aksi Johnsson membuat laga di waktu normal berakhir imbang tanpa gol, sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan. United akhirnya membutuhkan penalti Bruno Fernades untuk menaklukkan gawang Johnsson.
Sumber: Sportskeeda
Ingin tau dengan jadwal dan highlights pertandingan Liga Europa? Klik di sini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Anthony Martial, Penyerang Rasa Mobil Ferrari
Liga Inggris 11 Agustus 2020, 21:00
-
Lain di Mulut dan Lain di Hati, Ternyata Dortmund Masih Ingin Jual Sancho ke MU
Bundesliga 11 Agustus 2020, 20:40
-
Manchester United Intip Peluang Dapatkan Kalidou Koulibaly
Liga Inggris 11 Agustus 2020, 20:20
-
Soal Jadon Sancho, MU Diminta Berkaca dari Kegagalan Transfer Erling Haaland
Bundesliga 11 Agustus 2020, 20:00
LATEST UPDATE
-
Kalah tapi Menang Agrgegat, Timnas Thailand ke Final Piala AFF 2026
Tim Nasional 18 Agustus 2026, 21:59
-
Comeback Lawan Bali United, Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 21:29
-
Gavi Pindah ke Manchester United? Begini Sabda Fabrizio Romano
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 19:45
-
AS Roma Hubungi Real Madrid, Ingin Boyong Pemain Ini ke Olimpico
Liga Italia 18 Agustus 2026, 19:30
-
Lupakan Lewis Hall, MU Fokus Datangkan Bek Kiri Ini
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 19:15
-
Cabut dari AC Milan, Rafael Leao Merantau ke Arab Saudi?
Liga Italia 18 Agustus 2026, 19:00
-
Manchester United Beli Gelandang Baru? Bisa Iya, Bisa Tidak!
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 18:45
-
Cocok dengan Barcelona, Fermin Lopez Doakan Julian Alvarez Mendarat di Camp Nou
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 18:30
-
Marcus Rashford Mantapkan Hati Lanjut Bersama Manchester United
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 18:15
-
Fermin Lopez Benarkan Serahkan Nomor 16 Barcelona ke Rodri: Dia Layak Mengenakannya!
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 18:00
-
Memancing di Air Keruh, MU Coba Bajak Gavi dari Barcelona
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 17:45
-
Santiago Gimenez Selangkah Lebih Dekat Tinggalkan AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR