AS Roma vs Vfb Stuttgart: Niccolo Pisilli Menggila di Depan Totti, Serigala Ibu Kota Tembus 8 Besar

AS Roma vs Vfb Stuttgart: Niccolo Pisilli Menggila di Depan Totti, Serigala Ibu Kota Tembus 8 Besar
Selebrasi pemain AS Roma, Niccolo Pisilli. (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Bola.net - Niccolo Pisilli menjadi pahlawan kemenangan AS Roma atas VfB Stuttgart di Liga Europa. Gelandang muda ini mencetak brace krusial yang memastikan kemenangan 2-0 di Olimpico.

Hasil manis ini mendongkrak posisi Giallorossi ke peringkat enam klasemen sementara. Mereka kini mengamankan setidaknya tiket play-off menuju fase gugur kompetisi.

Laga ini terasa sangat spesial dengan kehadiran legenda hidup Francesco Totti di tribun. Sang Pangeran Roma kembali menonton langsung setelah absen hampir tiga tahun.

Pisilli membuktikan kualitasnya di hadapan sang idola lewat performa masterclass. Ia menyebut malam itu sebagai perwujudan mimpi seorang Romanista sejati.

1 dari 3 halaman

Panggung Mimpi Sang Romanista

Pisilli membuka keunggulan Roma sesaat sebelum turun minum lewat sudut sempit. Ia memanfaatkan umpan terobosan cerdas dari Matias Soule untuk mengecoh kiper Alexander Nubel.

Gol keduanya lahir dramatis pada masa injury time babak kedua. Kali ini, Paulo Dybala memberikan umpan tersamar yang diselesaikan dengan tendangan keras.

Pemain jebolan akademi ini mengaku sangat emosional usai menjadi bintang lapangan. Ia menegaskan cintanya pada klub meski masa depannya sempat diragukan.

"Bermain untuk Roma adalah mimpi bagi saya, karena saya seorang Romanista," ujar Pisilli.

2 dari 3 halaman

Sihir Totti dan Rotasi Skuad

Kemenangan ini diraih dengan skuad yang mengalami rotasi cukup ekstrem. Pelatih melakukan tujuh perubahan dari tim yang sebelumnya mengalahkan Torino di Serie A.

Nama-nama besar seperti Artem Dovbyk dan Stephan El Shaarawy harus absen karena cedera. Pemain anyar seperti Donyell Malen juga tidak bisa diturunkan karena regulasi.

Namun, semangat juang tim tetap menyala di bawah tatapan Francesco Totti. Kehadiran sang legenda memberikan aura magis tersendiri bagi para pemain di lapangan.

"Saya 100 persen fokus pada Roma dan akan tetap begitu sampai hari terakhir saya di sini," tegas Pisilli.

3 dari 3 halaman

Jalannya Laga yang Dramatis

Pertandingan berjalan ketat karena kedua tim sama-sama mengoleksi 12 poin sebelum laga. Stuttgart sempat memberikan ancaman nyata melalui peluang emas Deniz Undav.

Kiper Mile Svilar tampil heroik melakukan penyelamatan krusial dalam situasi satu lawan satu. Ia juga menggagalkan tembakan jarak dekat dari Ermedin Demirovic.

Lini belakang Roma bekerja keras menahan gempuran wakil Jerman tersebut. Gianluca Mancini bahkan harus menjatuhkan diri untuk memblok bola dari jarak dekat.

Serangan balik Stuttgart seringkali kandas akibat penyelesaian akhir yang buruk. Striker mereka gagal memanfaatkan peluang meski sempat mendapat bola pantul keberuntungan.

Menatap Babak 16 Besar
Tambahan tiga poin ini sangat vital bagi nasib Roma di kompetisi Eropa. Mereka kini berada di jalur yang tepat untuk lolos otomatis ke 16 besar.

Posisi delapan besar klasemen akhir akan membebaskan mereka dari fase play-off tambahan. Laga terakhir melawan Panathinaikos akan menjadi penentu nasib akhir mereka.

Pisilli berharap kontribusinya bisa memberi dampak positif bagi tim ke depannya. Ia ingin terus mendapatkan menit bermain reguler di skuad utama.

"Tetapi semua orang ingin bermain dan tentu saja mereka akan merenung," pungkas Pisilli.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL