
Bola.net - Timnas Argentina kalah dengan skor 2-0 pada laga perdana Copa America 2019 melawan Kolombia, Minggu (16/6/2019) lalu. Pasca laga, publik dengan mudah menemukan siapa yang jadi 'kambing hitam'. Dia adalah Lionel Messi.
Ya, publik secara umum, bahkan para pendukung timnas Argentina, langsung mengkritisi performa Lionel Messi usai Argentina menelan kekalahan. Seolah, semua terjadi hanya karena kesalahan Messi seorang.
Dalil yang keluar juga sudah sangat klasik. Lionel Messi-nya Argentina berbeda dengan Lionel Messi-nya Barcelona. Lionel Messi hanya setengah hati saat bermain di Argentina. Dan masih masih banyak lainnya.
Namun, apa benar begitu?
Penyerang timnas Kolombia, Radamel Falcao, menyebut bahwa Lionel Messi sudah berupaya keras pada saat berjumpa timnya. La Pulga sudah membuat barisan pertahanan Kolombia kelimpungan, meski gagal mencetak gol sekalipun.
"Lionel Messi nyaris mencetak gol saat melawan Kolombia. Tetap, dia yakin bakal mampu mengkonversi peluang jadi gol pada beberapa pertandingan yang akan datang," ucap Falcao dikutip dari Goal International.
Seperti apa komentar Falcao terkait publik yang selalu menyalahkan Lionel Messi saat Argentina terpuruk? Simak jawabannya di bawah ini ya Bolaneters.
Resiko jadi Lionel Messi
Radamel Falcao tidak kaget lagi ketika publik ramai-ramai menyalahkan Lionel Messi usai Argentina kalah dari Kolombia. Sebab, itulah resiko menjadi pemain sekelas Lionel Messi. Publik selalu berharap lebih dari pemain 31 tahun tersebut.
Dengan menyandang status sebagai mega bintang, salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, publik tidak ingin melihat tim yang diperkuat oleh Lionel Messi kalah. Bahkan, saat Messi bermain baik, masih tetap ada celah untuk mengkritiknya.
"Jika Lionel Messi mencetak satu gol, maka publik akan meminta dua. Jika dia mencetak gol dari tendangan bebas, maka publik akan bilang bahwa pagar betis tidak dibangun dengan benar," kata Falcao.
"Jika Argentina kalah, publik menyebut bahwa itu adalah salah Lionel Messi. Itu adalah resiko yang Anda terima jika Anda pemain terbaik dunia," ucap bomber klub AS Monaco tersebut.
Pasca menelan kekalahan atas Kolombia pada laga perdana, Argentina akan berjumpa Paraguay pada laga kedua Grup B Copa America 2019. Laga tersebut akan digelar di Belo Horizonte pada Kamis (20/6/2019) pagi WIB.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Calon Pengganti Lionel Messi di Timnas Argentina
Editorial 18 Juni 2019, 15:33
-
Lionel Messi di Argentina: 14 Tahun, 9 Pelatih, 0 Gelar Juara
Amerika Latin 18 Juni 2019, 14:58
-
Kritikan Pedas Maradona: Bahkan Tonga Bisa Kalahkan Argentina
Amerika Latin 18 Juni 2019, 12:40
-
Resiko jadi Lionel Messi: Cetak Gol Salah, Timnya Kalah juga Salah
Amerika Latin 18 Juni 2019, 09:26
-
Kalah di Laga Pertama Copa America, Pertanda Argentina Takkan Juara
Amerika Latin 17 Juni 2019, 12:24
LATEST UPDATE
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


















KOMENTAR