
Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta mengulang kejadian pahit di awal musim lalu. Pada pertandingan pertama mereka musim ini, Tomang Sakti kalah dari Sritex Dragons Pertamina Solo. Padahal, musim lalu Tomang Sakti selalu menang melawan Sritex Dragons.
Absennya point guard senior Tomang Sakti, Wulan Ayu Ningrum disinyalir sebagai penyebab kekalahan ini. Tidak hadirnya Wulan memberi pengaruh yang cukup besar pada serangan-serangan Tomang Sakti. Meskipun membukukan rata-rata 40 persen pada field goals, Tomang Sakti kesulitan menembus pertahanan Sritex Dragons yang digalang oleh Maharani Adhipuspitasari.
Pada sisi Sritex Dragons, sadar akan sulit menembus langsung melalui penetrasi, anak asuh Coach Wempi Wiyanto banyak melepaskan tembakan-tembakan dari luar key hole. Hasilnya ternyata sangat efektif. Sritex Dragons memasukan 58 persen dar 12 tembakan yang dilepaskan. Kuarter pertama berakhir dengan kedudukan 22-14 untuk keunggulan Sritex Dragons.
Seperti halnya di kuarter pertama, pada kuarter kedua Tomang Sakti masih tetap mengandalkan duet Jacklien Ibo dan Fanny Kalumata. Fanny mencetak total 11 poin dan Jacklien 14 poin hingga akhir kuarter kedua. Namun sayang, pemain lain Tomang Sakti tidak memberikan kontribusi yang seimbang. Dari total 28 poin Tomang Sakti hingga akhir kuarter kedua, 25 poin berasal dari Fanny dan Jacklien.
Hal sebaliknya terjadi pada Sritex Dragons. Meskipun menumpukan serangan pada Maharani, Sritex Dragons juga menambah senjata melalui tembakan-tembakan Tania Rasidi, Yenny Rianto, juga terobosan-terobosan Catryn Clorissa. Sritex Dragons produktif dengan 47 poin di akhir kuarter kedua.
Meskipun terbukti sulit, Tomang Sakti masih terus mengandalkan Jacklien dan Fanny sebagai pengumpul angka utama. Hal ini justru mempermudah Sritex Dragons dalam bertahan. Di kuarter ketiga, Jacklien tidak mencetak angka sementara Fanny hanya empat poin.
Catryn Clorissa semakin subur di kuarter ketiga. Demikian pula point guard lincah Marjorice Singgih. Dengan performa Maharani yang juga terjaga konsistensinya, Sritex Dragons bermain ringan tetapi tetap cepat. Sritex Dragons unggul jauh 69-40 di akhir kuarter tiga.
Walau agak terlambat, Tomang Sakti mencoba peruntungan tembakan jauh melalui guard mereka, Sarce Buaim. Hasilnya tidak efektif. Sarce hanya memasukan satu kali tembakan tiga angka dari enam kali percobaan. Jacklien dan Fanny sendiri sudah tidak lagi menambah angka.
Dari kubu Sritex Dragons, Catryn bermain luar biasa dengan mencetak double-double, 22 poin dan 11 rebound. Catryn juga mencuri lima bola. Maharani mencetak 20 rebound untuk menjadi pencetak angka terbanyak bagi Sritex Dragons.
”Ini adalah laga pertama bagi anak-anak. Jadi, mereka butuh adaptasi dulu,” ujar Raoul Miguel Hadianti, pelatih Tomang Sakti. ”Kompetisi masih cukup panjang, banyak hal yang bisa kita benahi ke depannya,” ujar pelatih yang akrab disapa Ebos ini. (wnbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rotasi Pemain Buat Hangtuah Kalahkan Tonga BSC
Basket 29 November 2012, 20:55
-
Empat Pemain Cetak Digit Ganda, Satya Wacana Bekuk NSH GMC
Basket 29 November 2012, 19:30
-
Catryn Clorissa Buat Sritex Tundukkan Tomang Sakti
Basket 29 November 2012, 18:10
-
Kurang Point Guard, Rajawali Terpaksa Tunduk Pada Fever
Basket 29 November 2012, 17:55
-
Kalahkan Satria Muda, Stadium Gores Sejarah
Basket 28 November 2012, 22:00
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 10 April 2026, 09:15
-
8 Pemain Manchester United = 1 Elliot Anderson
Liga Inggris 10 April 2026, 09:03
-
Jadwal Lengkap ARRC Asia Road Racing Championship 2026
Otomotif 10 April 2026, 08:35
-
Profil Timnas Qatar di Piala Dunia 2026: Ambisi Baru The Maroons
Piala Dunia 10 April 2026, 08:00
-
Liverpool Hancur di Tangan PSG, 2 Sosok Ini Kena Damprat Carragher
Liga Inggris 10 April 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
























KOMENTAR