
Bola.net - Seri I Bandung benar-benar dioptimalkan CLS Knights Surabaya untuk menabung poin sempurna. Hatrick kemenangan sudah diraup Dimaz Muharri dkk selama seri pembukaan Speedy NBL Indonesia 2012-2013. Termasuk kemenangan lewat overtime (babak tambahan) 75-72 yang dipetik dari Hangtuah Sumsel IM dalam laga di GOR C-Tra Arena, Selasa (27/11).
Sama seperti dua laga sebelumnya, kemenangan nomor tiga ini juga diraih lewat perjuangan ekstra keras. Tidak adanya Dwi Haryoko semakin jelas terbukti sangat memengaruhi performa CLS Knights. Baik saat menyerang terlebih ketika bertahan. Mendapat tekanan dari Hangtuah dari sisi bawah ring, CLS Knights tidak mampu berbuat banyak. Adhi Pratama beberapa kali menyulitkan Dimaz Muharri dkk.
Coach Eduard Santos Vergeire, kepala pelatih CLS Knights menurunkan Jeffry Bong sebagai starter pada laga ini. Kepercayaan itu mendapatkan balasan yang setimpal dari Jeffry. Pemain bernomor punggung nol tersebut mencetak lima angka di kuarter pertama untuk membawa timnya unggul sementara 14-13.
Pada kuarter kedua, CLS Knights masih tetap mengalami kendala yang sama. Buruknya pertahanan membuat Mei Joni dan kawan-kawan cenderung mudah mengejar ketertinggalan. Padahal CLS Knights sudah sempat unggul hingga delapan poin di kuarter ini. Dengan tambahan lima angka di kuarter kedua, Mei Joni berhasil membawa timnya berbalik unggul 28-26 di akhir kuarter kedua.
Kejar mengejar angka terjadi di kuarter ketiga. Andrie Ekayana pada CLS Knights dan Ngurah Teguh pada Hangtuah bergantian saling mencetak angka. Hangtuah yang sedikit demi sedikit mulai berhasil mempertajam akurasi tembakan selalu berhasil menempel CLS Knights.
Memulai kuarter terakhir dengan keunggulan tipis 45-43, CLS Knights belum berhasil menemukan cara terbaik mematahkan pertahanan Hangtuah. Rachmad Febri Utomo dan Jeffry masih menjadi andalan. Di lain pihak, saat bertahan, CLS Knights berhasil dengan baik menekan Hangtuah dengan taktik pertahanan full court press mereka.
Dalam kondisi kedudukan 67 sama di sisa sepuluh detik terakhir, Febri yang kembali selalu dipercaya sebagai eksekutor di saat-saat kritis tidak berhasil memasukan tembakan. Pertandingan berlanjut ke masa overtime.
Febri akhirnya menjadi penyelamat setelah berhasil memasukan sebuah tembakan tiga angka di detik-detik akhir. Hangtuah yang ceroboh di detik-detik akhir terlambat untuk memukul balik. Dengan 24 poin dan sembilan rebound, Febri menunjukan performa terbaik pada kubu CLS Knights. Pada kubu Hangtuah, Achmad Junaidi dan Ngurah Teguh tertinggi dengan masing-masing 15 poin.
”Game yang sangat melelahkan bagi kami. Walau menang, permainan kami sangat buruk, jauh dari kemampuan terbaik para pemain,” ujar Coach Dong, sapaan akrab Eduard Santos.
Acungan jempol pantas diberikan kepada Hangtuah Sumsel IM. Walau harus kembali menelan kekalahan, perlawanan spartan yang ditunjukkan tim polesan Apriyadi sangat menghibur. ”Luar biasa adalah kata yang saya berikan untuk permainan anak-anak malam ini. Kita ketahui kualitas individu pemain CLS jauh di atas kita. Namun, anak-anak dapat mengimbanginya dengan baik sampai menit terakhir overtime. Terlepas dari hasil akhir, saya bangga kepada anak-anak karena memberikan hiburan bagi para penonton,” papar Apriyadi. (nbl/kny)
Sama seperti dua laga sebelumnya, kemenangan nomor tiga ini juga diraih lewat perjuangan ekstra keras. Tidak adanya Dwi Haryoko semakin jelas terbukti sangat memengaruhi performa CLS Knights. Baik saat menyerang terlebih ketika bertahan. Mendapat tekanan dari Hangtuah dari sisi bawah ring, CLS Knights tidak mampu berbuat banyak. Adhi Pratama beberapa kali menyulitkan Dimaz Muharri dkk.
Coach Eduard Santos Vergeire, kepala pelatih CLS Knights menurunkan Jeffry Bong sebagai starter pada laga ini. Kepercayaan itu mendapatkan balasan yang setimpal dari Jeffry. Pemain bernomor punggung nol tersebut mencetak lima angka di kuarter pertama untuk membawa timnya unggul sementara 14-13.
Pada kuarter kedua, CLS Knights masih tetap mengalami kendala yang sama. Buruknya pertahanan membuat Mei Joni dan kawan-kawan cenderung mudah mengejar ketertinggalan. Padahal CLS Knights sudah sempat unggul hingga delapan poin di kuarter ini. Dengan tambahan lima angka di kuarter kedua, Mei Joni berhasil membawa timnya berbalik unggul 28-26 di akhir kuarter kedua.
Kejar mengejar angka terjadi di kuarter ketiga. Andrie Ekayana pada CLS Knights dan Ngurah Teguh pada Hangtuah bergantian saling mencetak angka. Hangtuah yang sedikit demi sedikit mulai berhasil mempertajam akurasi tembakan selalu berhasil menempel CLS Knights.
Memulai kuarter terakhir dengan keunggulan tipis 45-43, CLS Knights belum berhasil menemukan cara terbaik mematahkan pertahanan Hangtuah. Rachmad Febri Utomo dan Jeffry masih menjadi andalan. Di lain pihak, saat bertahan, CLS Knights berhasil dengan baik menekan Hangtuah dengan taktik pertahanan full court press mereka.
Dalam kondisi kedudukan 67 sama di sisa sepuluh detik terakhir, Febri yang kembali selalu dipercaya sebagai eksekutor di saat-saat kritis tidak berhasil memasukan tembakan. Pertandingan berlanjut ke masa overtime.
Febri akhirnya menjadi penyelamat setelah berhasil memasukan sebuah tembakan tiga angka di detik-detik akhir. Hangtuah yang ceroboh di detik-detik akhir terlambat untuk memukul balik. Dengan 24 poin dan sembilan rebound, Febri menunjukan performa terbaik pada kubu CLS Knights. Pada kubu Hangtuah, Achmad Junaidi dan Ngurah Teguh tertinggi dengan masing-masing 15 poin.
”Game yang sangat melelahkan bagi kami. Walau menang, permainan kami sangat buruk, jauh dari kemampuan terbaik para pemain,” ujar Coach Dong, sapaan akrab Eduard Santos.
Acungan jempol pantas diberikan kepada Hangtuah Sumsel IM. Walau harus kembali menelan kekalahan, perlawanan spartan yang ditunjukkan tim polesan Apriyadi sangat menghibur. ”Luar biasa adalah kata yang saya berikan untuk permainan anak-anak malam ini. Kita ketahui kualitas individu pemain CLS jauh di atas kita. Namun, anak-anak dapat mengimbanginya dengan baik sampai menit terakhir overtime. Terlepas dari hasil akhir, saya bangga kepada anak-anak karena memberikan hiburan bagi para penonton,” papar Apriyadi. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ketenangan Aspac Redam Agresivitas Stadium
Basket 27 November 2012, 23:26
-
CLS Knights Tundukkan Hangtuah Lewat Overtime
Basket 27 November 2012, 21:10
-
Gelar 49 Game, WNBL Indonesia Dimulai di Bandung
Basket 27 November 2012, 18:45
-
Mesin Poin Pelita Jaya Bombardir Pacific Caesar
Basket 26 November 2012, 21:55
-
CLS Knights Susah Payah Tundukkan Satya Wacana
Basket 26 November 2012, 20:00
LATEST UPDATE
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
-
Napoli Cari Pelatih Anyar, Andoni Iraola Masuk Radar
Liga Italia 25 Mei 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00

























KOMENTAR