Dalam setiap seri Speedy NBL Indonesia dua musim belakangan ini, keberadaan Pacman seolah tak pernah absen. Terutama saat pertandingan Aspac. "Go Aspaaaac!" teriakan melengking khas remaja putri seperti itu selalu mengiringi pertandingan tim yang sementara ini bertengger di puncak klasemen. Atau bahkan diselingi teriakan menyemangati pemain Aspac seperti Oki Wira atau Xaverius Prawiro. "Kak Okiiii, Kak Iuuuus... Semangaat!" Terkesan berisik, tapi tetap asyik.
Kebisingan mereka seperti itu tak pernah terhenti meskipun Aspac tengah bertanding di luar home base mereka, Jakarta. Seperti yang terjadi saat partai semifinal Preseason Tournament NBL Indonesia 20 Oktober lalu di DBL Arena Surabaya. Belasan Pacman tetap tak gentar menyemangati tim kesayangannya itu. Meskipun kala itu mereka tengah berada di ribuan pendukung CLS Knights Surabaya.
Pendukung fanatik Aspac sendiri sebenarnya cukup lama ada di tanah air. Namun menurut salah satu dedengkot Pacman, Coca Tirtalina, mereka baru benar-benar teroganisir Maret tahun lalu. Menurutnya, keberadaan akun Dell Aspac di social media lah cikal bakal lahirnya Pacman. Tanpa mau menjiplak nama game keluaran Namco, nama Pacman sendiri merupakan akronim yang diambil dari Aspac Mania.
"Karena adanya akun Dell Aspac yang dibikin manajemen tim, kita yang di daerah-daerah jadi tergerak untuk aktif juga. Kemudian mulai muncul korwil (koordinator wilayah) di daerah-daerah dan akhirnya kita organisir," urai Coca, Kamis (4/4).
Ya, Pacman saat ini memang terorganisir dengan rapi. Dengan merogoh kocek Rp 100 ribu, sebagai syarat pendaftaran menjadi member, anggota Pacman akan mendapatkan beberapa kemudahan. Selain member card sebagai bukti keanggotaan, mereka juga mendapatkan t-shirt Pacman dan potongan sebesar 20% untuk tiket masuk Speedy NBL Indonesia di seri manapun. "Kita koordinasi sama manajemen tim untuk membantu potongan tiket tersebut," kata Coca.
Wanita asal Surabaya ini mengaku saat ini sudah ada delapan korwil yang terbentuk di setiap kota. Yakni, Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Sukabumi, Depok, Bekasi dan bahkan hingga Makassar. Jumlah anggota mereka pun kian meningkat dan lebih dari 300 orang sudah menjadi member. Sebuah hal yang menarik bagi suporter cabang olahraga yang di negeri ini masih lah sering dicap sebagai olahraga nomor kesekian setelah sepak bola itu.
Coca membantah kalau member Pacman hanya dihuni remaja saja. "Memang rata-rata mahasiswa, tapi banyak juga yang sudah bekerja dan berkeluarga. Banyak yang suka Aspac sejak dulu, ada juga yang suka pemainnya terus lanjut suka timnya. Macem-macem sih," katanya.
Meski menyebar di beberapa kota, militansi dan loyalitas Pacman sudah cukup terbukti. Bukan hanya di setiap seri, saat partai final di Yogyakarta musim lalu, mereka tetap menyempatkan diri berangkat guna mendukung Aspac. "Di Jogja, kebetulan saya yang koordinir tiket dan kebagian 100 lembar. Tiket ludes dan masih banyak Pacman yang belum kebagian," cerita Coca.
Lantas bagaimana kah keberadaan Pacman di mata tim Aspac sendiri? "Pacman selalu setia mendukung kita, kalah, menang dan apapun hasilnya. Itu pasti membuat tim kita tambah solid dan kuat," ujar point guard Aspac, Mario Gerungan.
Keberadaan komunitas Pacman di beberapa kota juga dinilai Mario kian membuat Aspac memiliki keuntungan dari segi dukungan. Apalagi karena NBL di tiap serinya berpindah-pindah kota. "Yang jelas, dengan dukungan seperti ini Pacman adalah tambahan motivasi kita untuk jadi juara," tegas pemain yang merupakan kapten dari Aspac ini.
Harapan agar Aspac juara juga ditegaskan Coca mewakili rekan-rekannya di Pacman. Sebab, keberadaan mereka setahun ini tidak lah sia-sia. Dengan memplesetkan slogan Speedy NBL Indonesia musim ini, Rise With Us, Pacman yakin slogan itu ditujukan untuk tim kesayangannya. Karena memang kata terakhir, 'us' akan terbaca 'as' untuk Aspac.
"Kami nggak mau muluk-muluk sih. Tapi tim yang konsisten pasti yang juara. Dan kami yakin Aspac lah yang angkat trofi tahun ini," tutup Coca optimis. (fjr/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harapan Juara Aspac Bersama Pacman
Basket 4 April 2013, 21:40
-
Kelly Purwanto Bantu Pelita Jaya Tundukkan Stadium
Basket 4 April 2013, 21:25
-
Cetak Triple Digit, Aspac Gilas Tonga BSC
Basket 4 April 2013, 18:58
-
Dibekuk Garuda, Bimasakti Kembali Telan Pil Pahit di Bali
Basket 4 April 2013, 17:50
-
Faisal Menggila, Satria Muda Tundukkan Pacific Caesar
Basket 3 April 2013, 20:47
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Benjamin Sesko
Liga Inggris 24 Februari 2026, 05:08
-
Hasil Everton vs Man Utd: Benjamin Sesko Bawa MU Kembali ke Empat Besar!
Liga Inggris 24 Februari 2026, 04:57
-
Mandul Sejak Pergantian Tahun, Apa yang Terjadi dengan Christian Pulisic?
Liga Italia 24 Februari 2026, 03:04
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR