Bola.net - Tujuh tahun sudah sudah Dell Aspac Jakarta puasa gelar juara kompetisi bola basket tertinggi tanah air. Tim spesialis runner-up ini kini punya harapan baru di Speedy NBL Indonesia 2013 untuk menghentikan dominasi Satria Muda BritAma Jakarta. Harapan itu adalah keberadaan fans setia mereka, Pacman.
Dalam setiap seri Speedy NBL Indonesia dua musim belakangan ini, keberadaan Pacman seolah tak pernah absen. Terutama saat pertandingan Aspac. "Go Aspaaaac!" teriakan melengking khas remaja putri seperti itu selalu mengiringi pertandingan tim yang sementara ini bertengger di puncak klasemen. Atau bahkan diselingi teriakan menyemangati pemain Aspac seperti Oki Wira atau Xaverius Prawiro. "Kak Okiiii, Kak Iuuuus... Semangaat!" Terkesan berisik, tapi tetap asyik.
Kebisingan mereka seperti itu tak pernah terhenti meskipun Aspac tengah bertanding di luar home base mereka, Jakarta. Seperti yang terjadi saat partai semifinal Preseason Tournament NBL Indonesia 20 Oktober lalu di DBL Arena Surabaya. Belasan Pacman tetap tak gentar menyemangati tim kesayangannya itu. Meskipun kala itu mereka tengah berada di ribuan pendukung CLS Knights Surabaya.
Pendukung fanatik Aspac sendiri sebenarnya cukup lama ada di tanah air. Namun menurut salah satu dedengkot Pacman, Coca Tirtalina, mereka baru benar-benar teroganisir Maret tahun lalu. Menurutnya, keberadaan akun Dell Aspac di social media lah cikal bakal lahirnya Pacman. Tanpa mau menjiplak nama game keluaran Namco, nama Pacman sendiri merupakan akronim yang diambil dari Aspac Mania.
"Karena adanya akun Dell Aspac yang dibikin manajemen tim, kita yang di daerah-daerah jadi tergerak untuk aktif juga. Kemudian mulai muncul korwil (koordinator wilayah) di daerah-daerah dan akhirnya kita organisir," urai Coca, Kamis (4/4).
Ya, Pacman saat ini memang terorganisir dengan rapi. Dengan merogoh kocek Rp 100 ribu, sebagai syarat pendaftaran menjadi member, anggota Pacman akan mendapatkan beberapa kemudahan. Selain member card sebagai bukti keanggotaan, mereka juga mendapatkan t-shirt Pacman dan potongan sebesar 20% untuk tiket masuk Speedy NBL Indonesia di seri manapun. "Kita koordinasi sama manajemen tim untuk membantu potongan tiket tersebut," kata Coca.
Wanita asal Surabaya ini mengaku saat ini sudah ada delapan korwil yang terbentuk di setiap kota. Yakni, Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Sukabumi, Depok, Bekasi dan bahkan hingga Makassar. Jumlah anggota mereka pun kian meningkat dan lebih dari 300 orang sudah menjadi member. Sebuah hal yang menarik bagi suporter cabang olahraga yang di negeri ini masih lah sering dicap sebagai olahraga nomor kesekian setelah sepak bola itu.
Coca membantah kalau member Pacman hanya dihuni remaja saja. "Memang rata-rata mahasiswa, tapi banyak juga yang sudah bekerja dan berkeluarga. Banyak yang suka Aspac sejak dulu, ada juga yang suka pemainnya terus lanjut suka timnya. Macem-macem sih," katanya.
Meski menyebar di beberapa kota, militansi dan loyalitas Pacman sudah cukup terbukti. Bukan hanya di setiap seri, saat partai final di Yogyakarta musim lalu, mereka tetap menyempatkan diri berangkat guna mendukung Aspac. "Di Jogja, kebetulan saya yang koordinir tiket dan kebagian 100 lembar. Tiket ludes dan masih banyak Pacman yang belum kebagian," cerita Coca.
Lantas bagaimana kah keberadaan Pacman di mata tim Aspac sendiri? "Pacman selalu setia mendukung kita, kalah, menang dan apapun hasilnya. Itu pasti membuat tim kita tambah solid dan kuat," ujar point guard Aspac, Mario Gerungan.
Keberadaan komunitas Pacman di beberapa kota juga dinilai Mario kian membuat Aspac memiliki keuntungan dari segi dukungan. Apalagi karena NBL di tiap serinya berpindah-pindah kota. "Yang jelas, dengan dukungan seperti ini Pacman adalah tambahan motivasi kita untuk jadi juara," tegas pemain yang merupakan kapten dari Aspac ini.
Harapan agar Aspac juara juga ditegaskan Coca mewakili rekan-rekannya di Pacman. Sebab, keberadaan mereka setahun ini tidak lah sia-sia. Dengan memplesetkan slogan Speedy NBL Indonesia musim ini, Rise With Us, Pacman yakin slogan itu ditujukan untuk tim kesayangannya. Karena memang kata terakhir, 'us' akan terbaca 'as' untuk Aspac.
"Kami nggak mau muluk-muluk sih. Tapi tim yang konsisten pasti yang juara. Dan kami yakin Aspac lah yang angkat trofi tahun ini," tutup Coca optimis. (fjr/kny)
Dalam setiap seri Speedy NBL Indonesia dua musim belakangan ini, keberadaan Pacman seolah tak pernah absen. Terutama saat pertandingan Aspac. "Go Aspaaaac!" teriakan melengking khas remaja putri seperti itu selalu mengiringi pertandingan tim yang sementara ini bertengger di puncak klasemen. Atau bahkan diselingi teriakan menyemangati pemain Aspac seperti Oki Wira atau Xaverius Prawiro. "Kak Okiiii, Kak Iuuuus... Semangaat!" Terkesan berisik, tapi tetap asyik.
Kebisingan mereka seperti itu tak pernah terhenti meskipun Aspac tengah bertanding di luar home base mereka, Jakarta. Seperti yang terjadi saat partai semifinal Preseason Tournament NBL Indonesia 20 Oktober lalu di DBL Arena Surabaya. Belasan Pacman tetap tak gentar menyemangati tim kesayangannya itu. Meskipun kala itu mereka tengah berada di ribuan pendukung CLS Knights Surabaya.
Pendukung fanatik Aspac sendiri sebenarnya cukup lama ada di tanah air. Namun menurut salah satu dedengkot Pacman, Coca Tirtalina, mereka baru benar-benar teroganisir Maret tahun lalu. Menurutnya, keberadaan akun Dell Aspac di social media lah cikal bakal lahirnya Pacman. Tanpa mau menjiplak nama game keluaran Namco, nama Pacman sendiri merupakan akronim yang diambil dari Aspac Mania.
"Karena adanya akun Dell Aspac yang dibikin manajemen tim, kita yang di daerah-daerah jadi tergerak untuk aktif juga. Kemudian mulai muncul korwil (koordinator wilayah) di daerah-daerah dan akhirnya kita organisir," urai Coca, Kamis (4/4).
Ya, Pacman saat ini memang terorganisir dengan rapi. Dengan merogoh kocek Rp 100 ribu, sebagai syarat pendaftaran menjadi member, anggota Pacman akan mendapatkan beberapa kemudahan. Selain member card sebagai bukti keanggotaan, mereka juga mendapatkan t-shirt Pacman dan potongan sebesar 20% untuk tiket masuk Speedy NBL Indonesia di seri manapun. "Kita koordinasi sama manajemen tim untuk membantu potongan tiket tersebut," kata Coca.
Wanita asal Surabaya ini mengaku saat ini sudah ada delapan korwil yang terbentuk di setiap kota. Yakni, Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Sukabumi, Depok, Bekasi dan bahkan hingga Makassar. Jumlah anggota mereka pun kian meningkat dan lebih dari 300 orang sudah menjadi member. Sebuah hal yang menarik bagi suporter cabang olahraga yang di negeri ini masih lah sering dicap sebagai olahraga nomor kesekian setelah sepak bola itu.
Coca membantah kalau member Pacman hanya dihuni remaja saja. "Memang rata-rata mahasiswa, tapi banyak juga yang sudah bekerja dan berkeluarga. Banyak yang suka Aspac sejak dulu, ada juga yang suka pemainnya terus lanjut suka timnya. Macem-macem sih," katanya.
Meski menyebar di beberapa kota, militansi dan loyalitas Pacman sudah cukup terbukti. Bukan hanya di setiap seri, saat partai final di Yogyakarta musim lalu, mereka tetap menyempatkan diri berangkat guna mendukung Aspac. "Di Jogja, kebetulan saya yang koordinir tiket dan kebagian 100 lembar. Tiket ludes dan masih banyak Pacman yang belum kebagian," cerita Coca.
Lantas bagaimana kah keberadaan Pacman di mata tim Aspac sendiri? "Pacman selalu setia mendukung kita, kalah, menang dan apapun hasilnya. Itu pasti membuat tim kita tambah solid dan kuat," ujar point guard Aspac, Mario Gerungan.
Keberadaan komunitas Pacman di beberapa kota juga dinilai Mario kian membuat Aspac memiliki keuntungan dari segi dukungan. Apalagi karena NBL di tiap serinya berpindah-pindah kota. "Yang jelas, dengan dukungan seperti ini Pacman adalah tambahan motivasi kita untuk jadi juara," tegas pemain yang merupakan kapten dari Aspac ini.
Harapan agar Aspac juara juga ditegaskan Coca mewakili rekan-rekannya di Pacman. Sebab, keberadaan mereka setahun ini tidak lah sia-sia. Dengan memplesetkan slogan Speedy NBL Indonesia musim ini, Rise With Us, Pacman yakin slogan itu ditujukan untuk tim kesayangannya. Karena memang kata terakhir, 'us' akan terbaca 'as' untuk Aspac.
"Kami nggak mau muluk-muluk sih. Tapi tim yang konsisten pasti yang juara. Dan kami yakin Aspac lah yang angkat trofi tahun ini," tutup Coca optimis. (fjr/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harapan Juara Aspac Bersama Pacman
Basket 4 April 2013, 21:40
-
Kelly Purwanto Bantu Pelita Jaya Tundukkan Stadium
Basket 4 April 2013, 21:25
-
Cetak Triple Digit, Aspac Gilas Tonga BSC
Basket 4 April 2013, 18:58
-
Dibekuk Garuda, Bimasakti Kembali Telan Pil Pahit di Bali
Basket 4 April 2013, 17:50
-
Faisal Menggila, Satria Muda Tundukkan Pacific Caesar
Basket 3 April 2013, 20:47
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso Tegaskan Bakal Rayakan Gol Chelsea ke Gawang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:36
-
Manchester United Bisa Tiru Langkah Arsenal untuk Bangkit dari Keterpurukan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:06
-
Lamine Yamal Buka Suara Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2026: Giliran Saya Akan Tiba
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 11:56
-
Joao Pedro Dipastikan Absen Lawan Liverpool, Chelsea Kehilangan Mesin Gol Andalan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:56
-
Andoni Iraola Optimistis Florian Wirtz Bisa Tampil saat Liverpool Hadapi Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:16
-
Gara-Gara Julian Alvarez, Barcelona Dijatuhi Denda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 10:36
-
Malam Memalukan Arsenal, Kalah dari Fleetwood meski Nilai Skuad Jauh Lebih Tinggi
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:56
-
Terinspirasi Grimsby yang Singkirkan Man Utd, Fleetwood Town Kini Permalukan Arsenal
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:16
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 28 Oktober 2026, 07:56
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR