
Bola.net - - Kehadiran cabang olahraga baru e-sports sebagai cabang olah raga eksebisi di Asian Games 2018 mendapatkan sambutan yang hangat oleh masyarakat. Meski tergolong baru, namun siapa sangka rencana memasukan e-sports dalam Asian Games ternyata sudah dirumuskan sejak bulan April 2017 silam.
Ada enam nomor e-sports yang diputuskan akan dipertandingkan di Asian Games 2018, yaitu Arena of Valor, Pro Evolution Soccer, League of Legends, Clash Royale, , dan Starcraft 2.
Keputusan Dewan Olimpiade Asia (OCA) tersebut juga diumumkan bersamaan dengan pernyataan bahwa e-sports resmi mulai dipertandingkan sebagai cabang olah raga prestasi pada Asian Games di Hangzhou 2022.
Banyak pengamat olah raga menilai keputusan ini sebagai dampak langsung kedekatan OCA dengan Alisports, yang juga bagian dari grup e-commerce Alibaba, sebagai pemain besar bisnis e-sports di Tiongkok dan dunia.
Tanpa menampik opini tersebut, OCA menyatakan keputusannya memasukkan e-sports ke Asian Games sebagian besar karena mereka tidak bisa mengabaikan pertumbuhan cepat dan popularitas dari olah raga baru di kalangan generasi muda Asia.
"OCA selalu berkomitmen untuk meneruskan harta warisan, mengembangkan, dan meningkatkan olah raga yang sedang berkembang di kawasan Asia ini," ujar Presiden OCA, Fahad Al-Sabah, kepada The Guardian.
"Kami melihat konsep yang dibawa oleh Alisports menyangkut e-sports sangat visioner dan akan membantu kami untuk mengembangkan cabang ini lewat kekuatan dan pengalaman mereka."
Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mengakui kelembagaan struktural Asian Games, sebagai ajang olah raga multi-event terbesar kedua setelah olimpiade musim panas, juga melihat keputusan OCA menyoal e-sports akan berpengaruh besar di level global.
Asian Games di Incheon, Korea Selatan, pada 2014 diikuti 45 negara yang diwakili 10 ribu atlet bahkan disebut IOC sebagai event yang menjadi pertanda peran atlet Asia akan menguat dan dominan di kancah internasional dalam dua dekade ke depan.
Sebelum menggandeng OCA, Alisports telah menyuntikkan investasi sebesar 150 juta dolar AS (Rp 2,16 triliun) ke Internasional eSpors Federation (IESF) yang berbasis di Korea Selatan pada 2016. IESF sendiri sudah bertahun-tahun melakukan lobi pada IOC untuk memastikan e-sports bakal masuk diakui sebagai cabang olah raga prestasi di olimpiade.
Masuk ke Olimpiade?

Tanda-tanda ini sudah terlihat ketika di 2017 grup Alibaba menyepakati paket sponsorhip untuk olimpiade musim panas dan musim dingin berdurasi 11 tahun dengan nilai investasi sebesar 1 miliar dolar AS (Rp 14,43 triliun).
Pada Asian Games 2018 sendiri e-sports akan dipanggungkan di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 26 Agustus hingga 1 September 2018. Sebanyak 1 pelatih dan 16 atlet yang lolos seleksi sudah didaftarkan Asosiasi E-Sport Indonesia (IeSPA) ke INASGOC untuk tampil mewakili Indonesia.
Ketua IeSPA, Eddy Lim, menyebut tim e-sports Indonesia terus berada dalam pantauannya dalam seluruh proses persiapan.
"Mereka berlatih terpisah secara online secara rutin dan asosiasi berusaha menyediakan ajang sparring yang tidak semuanya kita siarkan lewat live streaming terbuka demi menjaga kerahasiaan strategi," sebut Eddy.
"Pada nomor Arena of Valor, tim sudah melajukan uji coba melawan tim AoV Indonesia pada Juni lalu, dan hasil-hasilnya masih terus kami evaluasi" tutur ketua asosiasi yang sudah diakui secara resmi oleh Kemenpora, KONI dan KOI tersebut.
Semoga tim e-sports Indonesia bisa meraih medali di Asian Games 2018 meski tidak ikut dihitung dalam perolehan medali total karena masih bersifat eksebishi.
Daftar Pelatih dan Atlet E-Sport Indonesia di Asian Games 2018
Berikut adalah nama Pelatih dan Atlet E-Sports Indonesia di Asian Games 2018:
1. Arena of Valor: Glen Richard (Julukan: DG Kurus), Farhan Akbari (EVOS Hans), Hartawan Muliadi (GGWP Wyvorz), Ilham Bahrul (GGWP Uugajah), Muhammad (EVOS Ahmad).
2. Pro Evolution Soccer: Rizky Faidan, Setia Widianto (Keduanya dari Tim ALIBAN Wani Adu).
3. League of Legends: Bayu Putera Sentosa (Julukan Cruzher, pelatih), Malik Abdul Aziz (Fakefriend), Felix Chandra (Fong), Ruly Susanto (Whynuts), Peter Tjahjadi (Airliur), Gerry Arisena (Potato), Ericko Lim (Soapking).
4. Clash Royale: Ridel Sumarandak (Benzer Ridel).
5. Hearthstone: Hendry K. Handisurya (Jothree).
6. Starcraft 2: Nyoman Arie Pranasakti (Jaquelton).
Sumber : Bola.Com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
E-Sports Masuk Cabor Asian Games 2018, Begini Komentar Dewan Olimpiade Asia
Bolatainment 2 Agustus 2018, 11:31
-
Rivaldo Minta Turis Tak Hadiri Ajang Olimpiade di Brasil
Bola Dunia Lainnya 11 Mei 2016, 02:22
-
Demi Emas Olimpiade, Brasil Diminta Sertakan Neymar
Bola Dunia Lainnya 5 April 2016, 20:57
-
Gagal di Piala Dunia Neymar Incar Medali Emas Olimpiade
Piala Dunia 28 Januari 2015, 10:01
-
Cabor Bulu Tangkis Diminta Siap Berprestasi
Olahraga Lain-Lain 16 Februari 2013, 00:38
LATEST UPDATE
-
Prediksi Burnley vs Man United 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 03:15
-
Prediksi Parma vs Inter 8 Januari 2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Man City vs Brighton 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:05
-
Prediksi Barcelona vs Athletic Club 8 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:00
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 7-9 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 01:21
-
Prediksi Napoli vs Verona 8 Januari 2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 00:30
-
Tiket Persib vs Persija Sold Out, GBLA Bakal Dipenuhi Bobotoh
Bola Indonesia 6 Januari 2026, 22:33
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR