Bola.net - - Sandro Rosell merupakan sosok yang memiliki pengaruh yang besar di balik panggung dunia sepakbola. Bahkan sebelum menjadi Presiden Barcelona, Rosell sudah masuk dalam lingkaran pergaulan sosok-sosok penting di FIFA.
Rosell pernah menjadi perwakilan Nike di Brasil. Saat itu lah dia masuk dalam lingkaran pemimpin FIFA yang dikenal sarat dengan korupsi dan nepotisme. Rosell pun mengeruk banyak uang dari hubungan baiknya dengan berbagai sosok penting di Brasil dan FIFA.
Pada 1996, Rosell menjadi salah satu orang yang berada di balik deal sponsorship antara timnas Brasil dengan Nike yang bernilai 160 juta dollar. Deal ini dinilai sarat dengan korupsi karena banyak uang yang justru mengalir ke kantong teman-teman Rosell, terutama Ricardo Texeira yang saat itu menjabat sebagai Presiden Federasi Sepakbola Brasil.
Berhubung Nike adalah perusahaan asal Amerika Serikat dan mata uang yang dipakai untuk bertransaksi adalah milik Amerika, maka biro penyelidikan federal Amerika (FBI) pun turun tangan menyelidiki adanya korupsi. Penyelidikan ini bersamaan dengan yang mereka lakukan di FIFA.
Dalam penyelidikan, Rosell terindikasi melakukan banyak kejahatan internasional. Ia ditengarai melakukan pencucian uang hasil kejahatan, melakukan penipuan dan berbagai kejahatan finansial lainnya. Nama Rosell dicatut setelah dua petinggi FIFA, Julio Rocha dan Rafael Esquivel buka suara saat diinterogasi.
Untuk memuluskan jalan melakukan korupsi, Rosell mendirikan beberapa perusahaan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Perusahaan itu menjadi penerima uang dari hasil penggelapan.
Saat ini pihak berwenang Spanyol sudah bersedia bekerjasama sepenuhnya dengan FBI. Mereka memberikan semua informasi yang diminta oleh para penyelidik Amerika itu. Rosell memang juga masih terlilit kasus karena dinilai melakukan penipuan terhadap negara saat membeli Neymar dari Santos menuju Barcelona.
Rosell memang 'dikorbankan' oleh para petinggi Barca dalam kasus transfer Neymar itu. Rosell diminta mengundurkan diri dari posisi Presiden Barca sementara mantan anak buahnya, Bartomeu, menggantikannya. Bartomeu dan para petinggi Barca kemudian mencuci tangan sepenuhnya.
Rezim Bartomeu di Barca mencari selamat dan membuat nama mereka aman dari segala hukuman jika melakukan pelanggaran hukum. Imbasnya, jika mereka terbukti melanggar hukum seperti saat membeli Neymar, maka yang dianggap bersalah dan harus menanggung semua konsekuensinya adalah pihak klub.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Goda Ozil Musim Panas Nanti?
Liga Inggris 4 Februari 2017, 22:30
-
Isco Dari Madrid ke Barcelona? Mustahil
Liga Spanyol 4 Februari 2017, 16:36
-
Ronaldinho: Messi Pemain Terbaik di Dunia
Liga Inggris 4 Februari 2017, 15:00
-
Ronaldinho Dukung Neymar Cetak Sejarah di Barcelona
Liga Spanyol 4 Februari 2017, 14:40
-
Pele Sebut Neymar Lebih Baik Dari Ronaldo
Liga Spanyol 4 Februari 2017, 14:01
LATEST UPDATE
-
Arsenal Merasa Gugup dan Itu Bukan Hal Buruk
Liga Inggris 11 April 2026, 13:43
-
Enzo Fernandez Bermasalah, Chelsea Lirik Bintang Stuttgart Angelo Stiller
Liga Inggris 11 April 2026, 13:13
-
Curhat, Begini Pengakuan Jujur Garnacho Soal Kejatuhannya di Man United
Liga Inggris 11 April 2026, 12:15
-
Lautaro Martinez Kembali Cedera, Inter Milan Kehilangan Striker Andalan
Liga Italia 11 April 2026, 11:52
-
Robert Lewandowski Merasa Tidak Dihargai di Barcelona
Liga Spanyol 11 April 2026, 11:47
-
Profil Timnas Maroko di Piala Dunia 2026: Pembuktian Sang Juara Afrika
Piala Dunia 11 April 2026, 11:29
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45





















KOMENTAR