Bola.net - - Meski sama-sama menggunakan format Sirkuit Nasional (Sirnas), namun Djarum Sirnas Premier Li Ning Jawa Timur Open 2016 berbeda dengan Sirnas edisi-edisi sebelumnya. Di sini, para pesertanya adalah pebulutangkis pilihan.
Kepala bidang Pengembangan PP PBSI, Basri Yusuf menjelaskan, Sirnas Premier adalah salah satu wadah percepatan pembinaan. Format anyar ini baru ditetapkan pada tahun 2016. Sebelum Surabaya, Sirnas Premier juga digelar di Jakarta, Mei lalu.
"Sirnas Premier ini baru pertama kali digelar tahun 2016 ini. Ranking poinnya equal dengan turnamen International Challenge," jelas Basri.
Jadi, sambung Basri, jumlah pesertanya memang tidak sebanyak Sirnas biasanya. Sebab pesertanya adalah peserta yang memiliki poin melebihi batas ambang minimal.
"Karena format terpilih, jadi ada kuota atletnya," jelasnya.
Untuk Djarum Sirnas Premier Li Ning Jawa Timur Open 2016 di Surabaya, jumlah pesertanya hanya 831. Itu sudah termasuk peserta dari luar negeri, seperti Malaysia, India, Singapura dan Maladewa. Turnamen ini akan digelar di GOR Bulutangkis Sudirman Surabaya, 14-19 November 2016.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Peserta Sirnas Premier Sedikit, Ini Sebabnya
Bulu Tangkis 13 November 2016, 17:00
-
Hayom Rumbaka Comeback di Surabaya
Bulu Tangkis 13 November 2016, 15:03
-
DPR Berharap Wiranto Bisa Bagi Tugas
Bulu Tangkis 2 November 2016, 21:42
-
353 Pebulu Tangkis Ikuti Kejurprov 2016
Bulu Tangkis 2 November 2016, 19:54
-
Owi-Butet Berharap Lebih Pada Wiranto
Bulu Tangkis 2 November 2016, 17:05
LATEST UPDATE
-
Juventus Sempurna untuk Robert Lewandowski
Liga Italia 6 April 2026, 12:59
-
Nasib Arne Slot Dipertaruhkan di Laga Kontra PSG?
Liga Inggris 6 April 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
























KOMENTAR