
Bola.net - - "No sweet without sweat".
Peribahasa Inggris ini tentunya sangat erat dengan sepak bola karena di luar skil mengolah si kulit bundar dan kecerdikan membaca permainan, sejatinya ini tetaplah sebuah cabang olahraga yang menuntut kerja fisik yang keras. Di balik kesuksesan sebuah tim sepak bola terdapat seorang pemain yang dengan giat menjalankan tugasnya sebagai Achter.
Achter atau di Indonesia sering disebut dengan 'gelandang pengangkut air' adalah istilah untuk seorang pemain tengah yang menjalankan peran sebagai sang nomor 8—yaitu pemain yang bertanggung jawab dalam bertahan sekaligus menyerang. Tak jarang cakupan jarak berlari mereka muncul sebagai yang tertinggi di setiap laga. Tak semua gelandang bisa menjadi seorang Achter, dibutuhkan stamina yang kuat, mata yang jeli akan ruang kosong, dan juga kecepatan yang mumpuni. Seringkali para Achter juga menjadi pemecah kebuntuan saat striker tim kesulitan membobol pertahanan lawan.
Berikut kami pilihkan 5 Achter yang telah menunjukkan pengaruh besarnya bagi tim di Bundesliga 2018/19
Leon Goretzka: Anugerah dari Gelsenkirchen
Kejelian Hasan Salihamidzic sebagai direktur olahraga Bayern Munchen patut diacungi jempol. Ia berhasil mengamankan jasa si gelandang muda Jerman ini dari Schalke 04 pada awal tahun 2018 lalu di penghujung masa kontraknya. Imbasnya, tak ada banderol harga yang menempel di dada Goretzka. Meski demikian, Goretzka tak ingin bersantai di zona nyaman tanpa tekanan. Ia pun mampu membuktikan kualitasnya sebagai gelandang elit bagi Bayern.
Insting menyerangnya yang luar biasa telah menghasilkan 6 gol. Tak hanya itu, ia juga piawai menghalau bola atas yang mengarah ke pertahanannya, terbukti dengan 52,1% duel udara yang dimenangkan. Goretzka memang belum genap semusim di Bayern namun pengaruhnya terasa bagai anugerah tak ternilai.
Maximilian Eggestein: Produk Asli Bremen
Di usia yang baru menginjak 22 tahun, Eggestein telah bermain di semua pertandingan Bundesliga musim ini dengan catatan luar biasa: Ia hanya absen 7 menit dari lapangan! Ia pun termasuk ke dalam 3 besar pemain dengan cakupan jarak berlari terbanyak dengan 263,1 kilometer. Kemampuan fisik pemain produksi akademi Werder Bremen ini juga diimbangi dengan kelihaiannya memanfaatkan peluang. 5 gol dan 1 assist telah ia kantongi dan sepertinya angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan tren positif Si Hijau-Putih.
Kerem Demirbay: Mesin Penggerak Hoffenheim
Dinamis adalah kata yang tepat untuk menggambarkan permainan Demirbay di lapangan: Tangguh dalam bertahan dan cekatan dalam menyerang. Pemain berdarah Turki ini berjasa dalam membawa Hoffenheim ke kualifikasi Liga Champions di musim 2016/17. Meski sempat dilanda cedera hampir di sepanjang tahun 2018, performanya kembali impresif di musim ini dengan raihan 4 gol dan 4 assist. Di usia yang masih 25 tahun, sang Dinamo bernomor punggung 10 ini masih punya masa depan karir yang panjang.
Maximilian Arnold: Ancaman dari Tengah
Setiap VfL Wolfsburg bermain, ada satu hal yang perlu diperingatkan ke tim lawan: Perhatikan Arnold! Instruksi tersebut bukan hanya omong kosong, gelandang yang kini masih memegang rekor sebagai pemain termuda yang melakukan debut Bundesliga bersama Die Wölfe ini sangat cerdik dalam menembus pertahanan lawan lewat penetrasinya. Selain itu ia juga tangguh dalam menghalau gempuran lawan. Di musim ini, Arnold berhasil memenangkan duel sebanyak 52%.
Total 25 gol dan 18 assist miliknya selama membela Wolfsburg sejak 2011 tentu bukan catatan yang biasa bagi seorang gelandang. Musim ini, raihan golnya memang baru semata wayang, namun penampilannya yang tak pernah absen membuktikan peran vitalnya di tim.
Thiago Alcantara: Sentuhan Samba
Terlahir dari seorang ayah yang merupakan juara dunia bersama Brasil, Thiago tak lantas hanya mengandalkan skil naturalnya namun juga work rate yang luar biasa. Pemain lulusan La Masia ini pernah memainkan hampir semua peran di lini tengah sepanjang karirnya. Thiago datang ke tanah Jerman untuk membela The Bavarians pada musim 2013/14 dan langsung memukau mata para penggemar Bundesliga. Di musim 2018/19, tingkat kemenangan duelnya yang mencapai angka 64% adalah yang tertinggi di Bayern. Ditambah lagi tingkat kesuksesan operan yang mencapai angka 93% membuktikan bahwa ia lah yang memegang kendali di lapangan.
Siapa Achter favoritmu di Bundesliga? Beri tahu kami di kolom komentar!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Alasan Kenapa Bolaneters Harus Nonton Bundesliga
Bundesliga 12 April 2019, 12:39
-
5 Achter Terbaik di Bundesliga Musim Ini: Kepala Jadi Kaki, Kaki Jadi Kepala
Bundesliga 12 April 2019, 12:05
-
5 Pemain Amerika Serikat Terbaik di Bundesliga
Bundesliga 12 April 2019, 11:23
-
Momen Bundesliga Pekan 28: Dortmund Dibantai Bayern Munchen
Bundesliga 12 April 2019, 10:15
-
Kisruh di Munchen, Lewandowski dan Coman Saling Baku Hantam
Bundesliga 12 April 2019, 01:51
LATEST UPDATE
-
Man United Takut Kehilangan Sponsor Baru Usai Kontroversi Sir Jim Ratcliffe
Liga Inggris 20 Februari 2026, 09:29
-
Hasil FP1 WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Bawa Ducati Jadi yang Tercepat
Otomotif 20 Februari 2026, 08:54
-
Apa Rahasia Kebangkitan Manchester United, Benarkah Carrick Lebih Baik dari Amorim?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 08:21
-
Pulang Kerja Langsung Tarawih? Grooming Sat-Set Ini Bikin Cowok Tetap Rapi
Lain Lain 20 Februari 2026, 08:00
-
Fenerbahce vs Nottingham Forest: Debut Indah Vitor Pereira, Pesta Gol di Istanbul
Liga Eropa UEFA 20 Februari 2026, 07:51
-
Nama Harry Kane Dibawa-bawa Jelang Pemilihan Presiden Barcelona
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39




















KOMENTAR