Bola.net - Juventus menang atas Lokomotiv Moscow dan sukses mengamankan tiga angka. Namun, kemenangan ini mereka raih dengan susah payah. Juventus bahkan mungkin takkan menang andai tidak memiliki dua hal ini, kesabaran dan kaki kiri Paulo Dybala.
Juventus menjamu Lokomotiv Moscow di Allianz Stadium pada matchday 3 Grup D Liga Champions 2019/20, Rabu (23/10/2019). Juventus menang 2-1.
Lokomotiv sempat membuat publik Turin terdiam lewat gol pembuka yang dicetak Aleksey Miranchuk pada menit 33. Meski begitu, wakil Rusia tersebut pada akhirnya harus menyerah kalah. Juventus membalikkan skor melalui dua gol beruntun Paulo Dybala di menit 77 dan 79.
Kemenangan ini merupakan salah satu bukti keunggulan pengalaman Juventus atas lawannya. Ini juga menunjukkan kuatnya mental juara sang raksasa Italia.
Selain dua faktor itu, ada dua faktor lain yang merupakan kunci kesuksesan Juventus menjinakkan wakil Rusia tersebut.
Scroll terus ke bawah.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
77,8 Persen Penguasaan Bola, 28 Tembakan

Sebelum itu, mari simak terlebih dahulu statistiknya.
Di laga ini, Juventus mencatatkan penguasaan bola hingga 77,8%. Juventus pun melepaskan total 28 tembakan.
77.8% - Juventus have collected their best average possession (77,8%) in a #UCL match since Opta collected this kind of data (2003/04).
— OptaPaolo (@OptaPaolo) October 22, 2019
28 - Only vs Nordsjælland (2012, 33 shots), Juventus have fired more shots in a UCL match than tonight (28).
Mentality. #JuveLokomotiv pic.twitter.com/psmFMsD9Su
Ball possession ketika melawan Lokomotiv merupakan yang tertinggi oleh Juventus dalam sebuah pertandingan Liga Champions, sejak pertama kali Opta mengumpulkan data semacam ini (sejak 2003/04).
Jumlah shots-nya pun tercatat sebagai yang terbanyak kedua oleh Juventus di Liga Champions, hanya kalah dari 33 tembakan yang mereka lepaskan ketika melawan Nordsjaelland pada tahun 2012.
Dengan statistik seperti itu, Juventus seharusnya menang dengan skor besar. Namun, kenyataannya berbeda. Itu tak lepas dari solid dan disiplinnya Lokomotiv dalam bertahan.
Beruntung, Juventus memiliki kesabaran dan Paulo Dybala dengan kaki kirinya yang luar biasa.
Magis Dybala

Di hadapan tebalnya dinding pertahanan Lokomotiv, Dybala menemukan sebuah celah, kemudian melepas sebuah tembakan kaki kiri melengkung dari luar kotak penalti lawan. Bola melewati kerumunan pemain, bersarang di tiang jauh, dan skor pun jadi sama kuat.
Tak lama berselang, memanfaatkan bola muntah hasil tembakan jarak jauh Alex Sandro, Dybala yang luput dari pengawasan berhasil melesat dari belakang dan menuntaskan peluang emas itu dengan kaki kirinya untuk membalikkan keadaan.
13 - Paulo #Dybala has scored 13 goals in #UCL: among the Juventus goalscorer in the top European club competitions (UCL + European Cup) only Inzaghi, Platini, Trezeguet and Del Piero netted more goal than the Argentinian player. Nobility. #JuveFCLM
— OptaPaolo (@OptaPaolo) October 22, 2019
Dybala pun tercatat sudah mencetak 13 gol untuk Juventus di kompetisi top Eropa (European Cup/Liga Champions). Hanya Filippo Inzaghi (17), Michel Platini (17), David Trezeguet (25), dan Alessandro Del Piero (42) yang pernah mencetak gol lebih banyak untuk Bianconeri di kompetisi ini daripada sang bintang Argentina.
Kesabaran Berbuah Manis

"Kami bersusah payah untuk mendapatkan hasil ini," kata kiper Juventus, Wojciech Szczesny, seperti dikutip dari Football Italia.
"Kami menguasai pertandingan selama 90 menit, dan membutuhkan kesabaran luar biasa untuk meruntuhkan mereka. Itu karena mereka bermain disiplin dan memasang dinding solid di belakang."
"Sebuah tembakan kaki kiri yang hebat dari Dybala menjadi pembeda. Lokomotiv menumpuk pemain saat bertahan, dan kami sampai harus mengalirkan bola dari kiri ke kanan, juga sebaliknya, untuk membuka celah."
Kesabaran, yang disempurnakan dengan kaki kiri Dybala, telah memberi Juventus sebuah hasil yang manis.
Hasil ini membuat Juventus memiliki tujuh poin dari tiga pertandingan. Atletico Madrid, yang mengalahkan Bayer Leverkusen 1-0 lewat gol tunggal Alvaro Morata, juga sama sudah mengumpulkan tujuh angka. Sementara itu, Lokomotiv berada di peringkat tiga dengan poin tiga, dan Leverkusen masih tanpa poin di posisi terbawah.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Ketika Main 100 Persen pun Tak Cukup untuk Taklukkan Juventus
- Highlights Liga Champions: Juventus 2-1 Lokomotiv Moscow
- Maurizio Sarri Ungkap Masalah Juventus Saat Kalahkan Lokomotiv Moscow
- Kalahkan Lokomotiv, Bukti Pengalaman Juventus di Liga Champions
- Man of the Match Juventus vs Lokomotiv Moscow: Paulo Dybala
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tua-Tua Keladi, Ini Rahasia Ronaldo Tetap Moncer di Usia Senja
Liga Inggris 23 Oktober 2019, 20:00
-
Dapat Kritikan dari Media, De Ligt Cuek-cuek Saja
Liga Champions 23 Oktober 2019, 19:58
-
Ini Penyebab Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Kelas Dunia di Manchester United
Liga Inggris 23 Oktober 2019, 19:40
-
Kalahkan Lokomotiv Moscow, Sarri Puji Mental Juara Juventus
Liga Champions 23 Oktober 2019, 17:20
-
Mainkan Dybala, Higuain dan Ronaldo Bersamaan itu Tidak Mustahil
Liga Champions 23 Oktober 2019, 17:00
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR