
Bola.net - Josep Guardiola diyakini cukup beruntung meski gagal membawa Manchester City menjuarai Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Terbukti, sampai sekarang Guardiola masih mendapatkan dukungan penuh.
Situasinya bakal jauh berbeda andai, katakanlah, Guardiola menangani Barcelona atau Real Madrid. Kegagalan beruntun di Liga Champions bakal berujung pemecatan, sudah hampir pasti.
Pandangan ini disampaikan oleh mantan pemain Man City sendiri, Yaya Toure. Menurutnya, jelas alasan Man City mendatangkan pelatih sekaliber Guardiola adalah untuk menjuarai Liga Champions, bukan sekadar kompetisi domestik.
Apa maksud Toure? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Andai di Madrid atau Barca ...
Menurut Toure, Guardiola cukup beruntung karena dia bisa mempersembahkan trofi domestik beberapa musim terakhir, dan karena permainan Man City terus berkembang. Jika tidak karena dua hal itu, sudah semestinya Guardiola dipecat Man City.
"Mungkin jika dia melatih Barcelona atau Real madrid, jelas dia bakal berada dalam masalah [pemecatan]. Tidak perlu diragukan lagi, dia didatangkan Man City untuk menjuarai Liga Champions," buka Toure kepada Express.
"Sekarang orang-orang mulai mencari cara untuk mengatakan bahwa dia datang hanya untuk menjuarai liga, tapi Anda tidak bisa berbohong, lihat saja bujet yang diberikan klub untuknya dari tahun ke tahun."
"Dia harus meraih trofi. Ketika klub mendatangkan pelatih sekelas itu, dia harus memberikan hasil," imbuhnya.
Belajar dari Klopp dan Zidane
Lebih lanjut, Toure mencoba memberikan saran untuk Guardiola jika ingin sukses di Liga Champions. Sekarang sepak bola sudah berubah, taktik saja tidak cukup.
Guardiola perlu belajar dari Jurgen Klopp dan Zinedine Zidane dalam mengelola ruang ganti, bagaimana bisa membuat pemain mengerahkan segalanya di lapangan demi sang pelatih.
"Anda tidak bisa melakukan sesuatu untuk orang lain ketika tidak ada rasa percaya diri atau tidak ada rasa percaya, itu sulit. Para pemain harus memihak pelatih," lanjut Toure.
"Saya adalah penggemar berat Klopp dan saya pun menyukai Zidane. Sebagai pelatih, mereka luar biasa, tidak ada yang bisa membantah itu," tutupnya.
Sumber: Express
Baca ini juga ya!
- Kylian Mbappe Ketiga Terbaik di Dunia, Siapa Nomor Satu dan Dua?
- Terbukti Bisa Hentikan Messi, Kini Bayern Dapat Saran Hentikan Mbappe
- Pengakuan Dejan Lovren: Saya Menyikut Sergio Ramos dengan Sengaja
- Philippe Coutinho Bicara Soal Masa Depannya di Barcelona dan Bayern Munchen
- Ngobrol Bareng Kingsley Coman: Soal Lawan Mantan, Kebangkitan Sepakbola Prancis, dan Revolusi Flick
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi MU, Man City Juga Tertarik Rekrut Jack Grealish
Liga Inggris 21 Agustus 2020, 21:40
-
Kepindahan Messi dari Barca ke Man City Rumit, Tapi Bukan Berarti Mustahil
Liga Spanyol 21 Agustus 2020, 21:28
-
Jadwal Manchester City di Premier League 2020-2021: Awal yang Gampang-Gampang Susah
Liga Inggris 21 Agustus 2020, 13:32
-
Lyon Singkirkan Man City di Perempat Final UCL
Galeri 21 Agustus 2020, 11:44
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 April 2026, 09:45

-
Prediksi Braga vs Betis 8 April 2026
Liga Eropa UEFA 7 April 2026, 09:27
-
AC Milan Kalah, Kenapa Leao dan Pulisic Tidak Jadi Starter?
Liga Italia 7 April 2026, 09:15
-
Juventus Menang Tapi Spalletti Ngamuk: Ini Bukan Versi Terbaik Kami!
Liga Italia 7 April 2026, 09:07
-
Mengapa Dusan Vlahovic Tidak Main Saat Juventus Kalahkan Genoa?
Liga Italia 7 April 2026, 08:53
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 8-9 April 2026
Liga Champions 7 April 2026, 08:38
LATEST EDITORIAL
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41

























KOMENTAR