Dinasti PSG Mulai Kuasai Eropa

Dinasti PSG Mulai Kuasai Eropa
Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol bersama Vitinha dalam pertandingan Liga Champions melawan Manchester City, Kamis (15/10/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Paris Saint-Germain (PSG) mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaingnya di Liga Champions 2026/2027. Sang juara bertahan tampil meyakinkan dan mulai menunjukkan potensi membangun dinasti di sepak bola Eropa.

Kemenangan 4-2 atas Manchester City pada Rabu menjadi bukti terbaru kekuatan tim asuhan Luis Enrique. PSG unggul 3-0 saat turun minum dan tetap mampu menambah gol meski City berusaha bangkit pada babak kedua.

Setelah menjuarai Liga Champions pada 2025 dan kembali menjadi kampiun musim berikutnya, PSG kini membidik gelar ketiga secara beruntun. Jika berhasil, mereka akan masuk ke jajaran elite klub yang mampu mendominasi kompetisi tertinggi Eropa dalam tiga musim berturut-turut.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari perubahan pendekatan pembangunan tim. PSG mulai mengutamakan kolektivitas, disiplin, dan pengembangan pemain muda alih-alih hanya mengandalkan kemewahan serta belanja besar.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

PSG Tunjukkan Dominasi Saat Mengalahkan Manchester City

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga Ligue 1 Prancis antara PSG vs Le Mans FC di Paris, Prancis, Sabtu, 10 Oktober 2026 (c) AP Photo/Teresa Suarez

Pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga Ligue 1 Prancis antara PSG vs Le Mans FC di Paris, Prancis, Sabtu, 10 Oktober 2026 (c) AP Photo/Teresa Suarez

PSG tampil agresif saat menghadapi Manchester City dan mampu unggul tiga gol pada babak pertama. Mereka akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2 meski tim tamu sempat memberikan perlawanan.

Chris Sutton menilai PSG memiliki kualitas permainan yang berada di atas lawannya. Dominasi tuan rumah membuat City kesulitan membangun serangan dan mengembangkan permainan.

"Tim PSG ini berada di level yang berbeda," ujar Chris Sutton kepada BBC Radio 5 Live.

"Mereka benar-benar menguasai Manchester City, yang bahkan tidak mampu merangkai operan dengan baik. Man City benar-benar dihajar habis-habisan," sambung Chris Sutton.

Kemenangan tersebut menjadi peringatan bagi pesaing PSG dalam perebutan gelar Liga Champions. Meski performa domestik mereka belum selalu meyakinkan, PSG mampu tampil tajam dalam pertandingan besar.

2 dari 3 halaman

Perubahan Strategi Luis Enrique Buka Jalan Menuju Dinasti

Luis Enrique memenangkan Liga Champions 2025/2026 bersama PSG (c) AP Photo/Petr Josek

Luis Enrique memenangkan Liga Champions 2025/2026 bersama PSG (c) AP Photo/Petr Josek

PSG telah menjadi kekuatan dominan di Prancis sejak Qatar Sports Investments mengambil alih klub 15 tahun lalu. Namun, investasi besar dan kehadiran pemain bintang belum cukup untuk menjamin kesuksesan berkelanjutan di Eropa.

Presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, kemudian menegaskan perubahan pendekatan dengan mengakhiri era yang identik dengan kemewahan mencolok. PSG mulai mengarahkan pembangunan tim pada kolektivitas dan keseimbangan permainan.

Luis Enrique datang pada 2023 dengan misi membangun tim yang padu dan disiplin. Investasi tetap dilakukan, tetapi lebih diarahkan kepada pemain muda yang dapat berkembang sesuai filosofi sang pelatih. Hasilnya, PSG mendominasi Eropa.

Jika kembali juara pada musim 2026/2027, PSG akan menjadi tim kelima yang meraih tiga gelar Piala Eropa secara beruntun sejak 1956 dan tim kedua yang melakukannya pada era Liga Champions. PSG bakal jadi dinasti baru di Eropa.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL