
Bola.net - PSG berhasil melangkah ke final Liga Champions usai menyingkirkan Arsenal dengan agregat 3-1. Kemenangan 2-1 di Parc des Princes pada leg kedua memastikan kelolosan mereka.
Salah satu kunci kesuksesan PSG menyingkirkan Arsenal adalah sosok tangguh di bawah mistar mereka, Gianluigi Donnarumma. Kiper Italia mantan pemain AC Milan itu bakal diandalkan PSG saat bertemu musuh lamanya, Inter Milan, di partai final.
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, tanpa ragu melabeli Donnarumma sebagai pemain terbaik PSG di dua leg semifinal. Penampilan gemilangnya membuat frustrasi para penyerang The Gunners. “Dia membuat perbedaan,” ujar Arteta kepada TNT Sports, seperti dikutip UEFA.com.
Dari dua leg tersebut, Donnarumma total melakukan delapan penyelamatan penting. Lima di antaranya terjadi di London, saat PSG menang tipis 1-0. Di Paris, tiga dari empat shot on target Arsenal kembali dimentahkan olehnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Donnarumma sang Penyelamat

Di leg pertama, Arsenal tampil agresif dengan sepuluh tembakan, separuhnya tepat sasaran. Namun, semuanya sia-sia karena Donnarumma tampil bak tembok tak tertembus. Gol Ousmane Dembele di awal laga cukup untuk membawa pulang kemenangan.
Saat kembali bertemu di leg kedua, Arsenal tampil lebih ofensif. Total 19 tembakan mereka lepaskan, tapi hanya empat yang mengarah ke gawang. Lagi-lagi, Donnarumma menggagalkan tiga peluang berbahaya.
Satu-satunya gol Arsenal di dua leg hanya bisa lahir dari skenario bola muntah yang disambar Bukayo Saka. Selain itu, tak ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menjebol gawang PSG. Performa ini menjadikan Donnarumma salah satu kiper paling menonjol di semifinal.
Kenangan Pahit Donnarumma Lawan Inter

Meski jadi pahlawan PSG, Donnarumma punya sejarah tak menyenangkan melawan calon lawan mereka di final: Inter Milan. Saat masih membela AC Milan, Donnarumma kesulitan menghadapi rival sekota itu. Dari 11 kali Derby della Madonnina, dia hanya menang dua kali.
Sisanya, dia menelan enam kekalahan dan tiga kali imbang. Gawangnya dijebol 21 kali dan hanya dua kali mencatatkan clean sheet. Statistik ini mencerminkan betapa sulitnya Donnarumma menaklukkan Inter.
Pertemuan terakhirnya dengan Inter terjadi pada Februari 2021. Kala itu, AC Milan dihajar 0-3 di San Siro. Donnarumma tak mampu berbuat banyak menghadapi gempuran sang rival sekota. Dua dari tiga gol Inter ke gawang Donnarumma disarangkan oleh Lautaro Martinez.
Statistik Donnarumma vs Inter

- Total laga: 11
- Menang: 2
- Seri: 3
- Kalah: 6
- Kebobolan: 21 gol
- Clean sheet: 2
Rekam jejak pertemuan vs Inter (semua di Serie A)
- 2015/16 | Kandang | Menang | 3-0
- 2016/17 | Kandang | Seri | 2-2
- 2016/17 | Tandang | Seri | 2-2
- 2017/18 | Tandang | Kalah | 2-3
- 2017/18 | Kandang | Seri | 0-0
- 2018/19 | Tandang | Kalah | 0-1
- 2018/19 | Kandang | Kalah | 2-3
- 2019/20 | Kandang | Kalah | 0-2
- 2019/20 | Tandang | Kalah | 2-4
- 2020/21 | Tandang | Menang | 2-1
- 2020/21 | Kandang | Kalah | 0-3
Peluang Balas Dendam di Munchen

Kini, Donnarumma punya kans besar untuk menulis kisah baru melawan Inter. Kali ini bukan sebagai bagian dari Milan, melainkan bersama PSG yang lapar akan gelar Liga Champions pertama. Final di Allianz Arena bisa jadi panggung pembuktian.
Jika tampil seperti saat menghadapi Arsenal, peluang PSG meraih trofi cukup terbuka. Donnarumma bisa menebus luka-luka lama dalam duel kontra Inter. Bukan hanya soal trofi, tapi juga harga diri sebagai mantan penggawa Rossoneri.
Laga final akan berlangsung di kota Munchen, tempat di mana banyak drama Eropa terukir indah. Dan Donnarumma tentu termotivasi untuk menulis babak baru dalam kariernya—kali ini, sebagai juara.
Sumber: Transfermarkt, UEFA.com
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Arsenal Disingkirkan Donnarumma
- Final Liga Champions 2025: PSG, Inter Milan, Allianz Arena, dan Linkin Park
- Deja Vu di Kota Munchen: Ketika Prancis dan Italia Kembali Bertemu di Puncak Liga Champions
- Terakhir Kali PSG di Final Liga Champions: Stadion Kosong Jadi Saksi Hancurnya Mimpi
- Road to Final: Jalan Berliku Skuad Pejuang PSG Menuju Final Liga Champions 2024/2025
- Road to Final: Saga Inter Milan Menuju Final Liga Champions 2024/2025
- Dari Wina ke Munchen: Jalan Panjang Inter Menuju Final Liga Champions Ke-7
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Tersingkir dari Liga Champions, Lalu Apa Selanjutnya?
Liga Inggris 8 Mei 2025, 17:30
-
5 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Inter Milan
Editorial 8 Mei 2025, 15:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Milan vs Como: Siapa Gantikan Rabiot? Rafael Leao Starter
Liga Italia 18 Februari 2026, 20:29
-
Live Streaming Wolves vs Arsenal - Link Nonton Premier League/Liga Inggris di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Olympiacos vs Leverkusen - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Bodo/Glimt vs Inter - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Milan vs Como - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:45
-
Tempat Menonton AC Milan vs Como: Live Streaming Serie A di ANTV dan Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:39
-
Tempat Menonton Wolves vs Arsenal: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR