Winger asal Portugal itu diganjar kartu merah langsung oleh wasit Cuneyt Cakir pada leg kedua 16 besar kontra Real Madrid di Old Trafford. Aksinya mengakat kaki terlalu tinggi dianggap membahayakan bek Madrid, Alvaro Arbeloa.
Kekurangan satu pemain tak ayal membuat Setan Merah kelimpungan dan akhirnya menyerah 1-2 sekaligus tersingkir dari kompetisi elit Eropa dengan skor agregat 2-3.
Banyak pihak, terutama kubu United, menganggap kartu merah tersebut tak layak dikeluarkan wasit. Namun Keane justru memberikan opini berbeda yang mendukung kartu merah tersebut. Dan bisa ditebak, ia pun jadi objek pembantaian terutama dari para legenda klub. Berikut beberapa di antaranya. (bola/row)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Komentar orisinil Keane

"Saya pikir wasit sebenarnya mengambil keputusan tepat. Semua orang marah soal itu dan itu sedikit tak beruntung, namun itu membahayakan. Apakah itu sengaja atau tidak tidaklah relevan - itu jelas kartu merah. Anda harus waspada pada posisi pemain lain di lapangan. Apakah ia berpikir bisa bebas sendirian dalam 20 yard?" papar Keane pada ITV.
Pria asal Irlandia itu juga mengecam kelakukan Nani yang dianggapnya kerap melakukan diving. "Lagipula Nani itu seorang pemain yang terlalu mudah jatuh. Dia bukan pemain paling berani di planet ini."
Syukur Keane tak jadi wasit

"Saya pikir satu-satunya orang di stadion yang berpikir itu pantas kartu merah cuma Keane (yang kala itu menjadi komentator ITV). Saya senang Keane tak mengambil profesi sebagai wasit," kecam mantan kapten Manchester United, Bryan Robson sebagaimana dilansir Sky Sports News.
Sayang Keane tak di lapangan

"Itu keputusan mengejutkan dari wasit. Saya sungguh kecewa pada Roy Keane, caranya menyikapi itu. Semua pesepakbola yang menyaksikan laga itu bisa melihat Nani hanya mencoba melakukan satu hal dan itu adalah merebut bola di udara," ujar mantan penggawa Everton, John Collins pada talkSPORT.
Mantan pemain Celtic dan Monaco itu menambahkan, "Saya merasakan apa yang dirasakan pemain United dan saya merasa menyesal untuk tim dan Sir Alex. Jika Roy Keane ada di lapangan saat itu, ia pasti menyemprot wasit dan menyebutnya curang. Itu fakta."
Keane punya dendam pada United

"Tak seorang pun mengatakan itu kartu merah kecuali Roy. Ia cuma satu yang minoritas. Tak seorang pun sepakat dengannya. Mengapa kita tak membicarakan 99,9 persen orang yang mengatakan itu tak pantas dikartu merah," ucap salah satu legenda United, Paddy Crerand.
"Apakah Roy ingin diperhatikan? Apakah ia iri, cemburu atau punya dendam dengan Manchester United? Mengapa kita membicarakan Roy Keane - karena ia pernah bermain untuk Manchester United? Well, saya katakan pada Anda. Saya pernah bermain untuk Manchester United, saya masuk final Piala Eropa, Roy tidak. Wasit sudah membuat kesalahan," imbuh Crerand.
Wasit sampah!

Mantan gelandang United, Lou Macari tak mengomentari pendapat Keane, namun ia mengarahkan serangannya pada wasit Cuneyt Cakir dengan mengatakan pada BBC Radio Five, "Saya pikir itu keputusan aneh - wasitnya dari Turki dan selama ini tak pernah kita kenal. Ia tak punya reputasi besar sebagai wasit top."
Saat dikonfirmasi jika Cakir cukup disegani di Eropa, Macari tetap bersikeras, "Ia masih sampah. Anda tak perlu wasit macam itu untuk laga besar macam ini. Penugas wasit ada di sana kemarin dan dia wasit hebat dari masa lalu, Pierluigi Collina. Saya yakin ia melihat itu dan berpikir 'itu salah'. Saya tak percaya saat ia mengeluarkan kartu merah - itu jelas keputusan yang salah."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Adriano: Saya Tidak Diving, Sergio Ramos Melanggar Saya
Liga Spanyol 8 Maret 2013, 22:46
-
Mourinho Akan 'Dipaksa' Berbicara di La Liga
Liga Spanyol 8 Maret 2013, 22:14
-
Final Copa del Rey Digelar Pada Hari Jumat?
Liga Spanyol 8 Maret 2013, 21:45
-
Fabregas Tanggapi Tuduhan Mourinho Dengan Dingin
Liga Spanyol 8 Maret 2013, 21:03
-
Fergie: Rooney Tak Akan Pergi!
Liga Inggris 8 Maret 2013, 20:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR