Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge

Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge
Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Bodo/Glimt menuliskan babak baru dalam sejarah klub Norwegia dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Prestasi ini datang lewat pertandingan play-off melawan Inter Milan yang berakhir dengan agregat 5-2 untuk Bodo/Glimt.

Salah satu nama yang paling disorot adalah Jens Petter Hauge, winger Norwegia yang memiliki sejarah panjang di klub-klub Eropa, termasuk masa di AC Milan dan beberapa klub lain sebelum kembali menanjak bersama Bodo/Glimt.

Dalam dua leg melawan Inter, Hauge terlibat langsung dalam gol-gol penting yang membuat klubnya menyingkirkan salah satu raksasa dari kompetisi elit Eropa. Perannya kini menjadi simbol perubahan karier yang dramatis.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Latar Belakang Hauge dan Karier yang Berliku

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge terjatuh saat berebut bola dengan pemain Inter Milan Manuel Akanji di play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge terjatuh saat berebut bola dengan pemain Inter Milan Manuel Akanji di play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt, 24 Februari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Jens Petter Hauge memulai karier profesionalnya di Bodo/Glimt, klub kampung halamannya di Norwegia.

Kualitasnya menarik perhatian klub besar, dan pada 2020 ia bergabung dengan AC Milan sebagai pemain muda berbakat.

Namun, di Italia dan klub lain yang menerimanya sebagai pemain pinjaman, ia tak pernah benar-benar konsisten menembus starter utama.

Perjalanan yang penuh pinjaman hingga akhirnya kembali permanen ke Bodo/Glimt menunjukkan kariernya sempat dipandang kurang maksimal sebelum kini menemukan titik balik.

2 dari 3 halaman

Momen Menentukan di Liga Champions

Pemain Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge, merayakan golnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Manchester City, Rabu (21/1/2026). (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Pemain Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge, merayakan golnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Manchester City, Rabu (21/1/2026). (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Musim 2025/2026 menjadi spektakuler bagi Bodo/Glimt dan Hauge.

Di fase play-off Liga Champions, mereka menyapu kemenangan besar atas Inter Milan. salah satu tim teratas Serie, dengan agregat 5-2.

Di leg pertama, Hauge menjadi kontributor penting dalam gol timnya, membantu Bodo/Glimt menang 3-1 di kandang.

Kemudian di Giuseppe Meazza, ia membuka keunggulan tim tamu lewat gol pada menit ke-58, membuat tekanan Inter makin berat.

3 dari 3 halaman

Hauge sebagai Big Game Player

Performa Hauge di San Siro tidak hanya sekadar gol, ia juga memberi assist penting bagi rekan setim yang memperbesar keunggulan agregat timnya.

Para pengamat teknis UEFA bahkan memilihnya sebagai man of the match berkat kontribusi utamanya dalam serangan balik dan efektivitas di momen krusial.

Ekspektasi awal yang sempat meragukan penampilannya di level tertinggi kini berubah total, setelah Hauge terbukti mampu mencetak gol dan menentukan hasil di panggung besar.

Hauge adalah contoh nyata bahwa pemain yang sempat tersisih di klub besar bisa menjadi bintang saat diberikan kepercayaan dan peran sentral dalam tim yang tepat.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL