
Bola.net - Bodo/Glimt menuliskan babak baru dalam sejarah klub Norwegia dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Prestasi ini datang lewat pertandingan play-off melawan Inter Milan yang berakhir dengan agregat 5-2 untuk Bodo/Glimt.
Salah satu nama yang paling disorot adalah Jens Petter Hauge, winger Norwegia yang memiliki sejarah panjang di klub-klub Eropa, termasuk masa di AC Milan dan beberapa klub lain sebelum kembali menanjak bersama Bodo/Glimt.
Dalam dua leg melawan Inter, Hauge terlibat langsung dalam gol-gol penting yang membuat klubnya menyingkirkan salah satu raksasa dari kompetisi elit Eropa. Perannya kini menjadi simbol perubahan karier yang dramatis.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Latar Belakang Hauge dan Karier yang Berliku

Jens Petter Hauge memulai karier profesionalnya di Bodo/Glimt, klub kampung halamannya di Norwegia.
Kualitasnya menarik perhatian klub besar, dan pada 2020 ia bergabung dengan AC Milan sebagai pemain muda berbakat.
Namun, di Italia dan klub lain yang menerimanya sebagai pemain pinjaman, ia tak pernah benar-benar konsisten menembus starter utama.
Perjalanan yang penuh pinjaman hingga akhirnya kembali permanen ke Bodo/Glimt menunjukkan kariernya sempat dipandang kurang maksimal sebelum kini menemukan titik balik.
Momen Menentukan di Liga Champions

Musim 2025/2026 menjadi spektakuler bagi Bodo/Glimt dan Hauge.
Di fase play-off Liga Champions, mereka menyapu kemenangan besar atas Inter Milan. salah satu tim teratas Serie, dengan agregat 5-2.
Di leg pertama, Hauge menjadi kontributor penting dalam gol timnya, membantu Bodo/Glimt menang 3-1 di kandang.
Kemudian di Giuseppe Meazza, ia membuka keunggulan tim tamu lewat gol pada menit ke-58, membuat tekanan Inter makin berat.
Hauge sebagai Big Game Player
Performa Hauge di San Siro tidak hanya sekadar gol, ia juga memberi assist penting bagi rekan setim yang memperbesar keunggulan agregat timnya.
Para pengamat teknis UEFA bahkan memilihnya sebagai man of the match berkat kontribusi utamanya dalam serangan balik dan efektivitas di momen krusial.
Ekspektasi awal yang sempat meragukan penampilannya di level tertinggi kini berubah total, setelah Hauge terbukti mampu mencetak gol dan menentukan hasil di panggung besar.
Hauge adalah contoh nyata bahwa pemain yang sempat tersisih di klub besar bisa menjadi bintang saat diberikan kepercayaan dan peran sentral dalam tim yang tepat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
LATEST UPDATE
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Inggris 19 Juli 2026
Piala Dunia 17 Juli 2026, 18:15
-
Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 18:02
-
Joan Laporta: Jika Wasit Adil, Spanyol akan Juara Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 16:00
-
Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 14:47
-
Keyakinan Youri Tielemans: MU Kandidat Juara EPL Musim 2026/2027
Liga Inggris 17 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR