Bola.net - Kaka mengatakan kesehatiannya dengan Filippo Inzaghi membantu AC Milan menjebol gawang Liverpool di final Liga Champions 2007, namun ia juga mengakui sempat dihantui kegagalan di final edisi 2005.
Di sepanjang karirnya, Kaka baru meraih satu trofi Liga Champions. Satu-satunya trofi tersebut ia menangkan pada tahun 2007.
Kala itu Milan berhadapan dengan Liverpool di Athena. Laga itu merupakan laga ulangan final Liga Champions 2005.
Di laga tersebut, Milan kembali bisa unggul lebih dahulu atas Liverpool. Mereka mencetak dua gol yang semuanya diborong oleh Filippo Inzaghi.
Namun kemudian Liverpool bisa membalas satu gol melalui Dirk Kuyt. Namun pada akhirnya Milan bisa menang 2-1 atas The Reds.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kesehatian dengan Inzaghi

Kaka kemudian menceritakan bagaimana kesehatiannya dengan Filippi Inzaghi menjadi kunci keberhasilan AC Milan mengalahkan Liverpool. Pria asal Brasil ini mengaku ia sangat paham ke mana striker yang akrab disapa Pippo itu akan bergerak, jadi ia tahu ke mana akan mengumpankan bolanya.
“Pippo mulai berlari tanpa melihat bola di gol pertama, karena ia berharap penjaga gawang akan menangkis tembakan Andrea Pirlo dan tahu ke mana harus untuk rebound. Ia tahu begitu saja," ungkapnya pada situs resmi Milan.
"Pada gol kedua, Anda bisa melihat itu hanya saya dan Pippo di depan, tetapi saya tahu gerakannya dengan sangat sempurna sehingga saya sudah tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Saya siap untuk memberikannya umpan, semuanya sangat tepat, dan ia bergerak lebih jauh sehingga ia memiliki ruang untuk menendangnya. Semuanya tentang detail," tuturnya.
Sempat Takut
AC Milan mencetak gol pertamanya pada menit ke-45. Kemudian gol kedua tercipta pada menit ke-82.
Namun Dirk Kuyt sempat membalas pada menit ke-89. Gol ini diakui Kaka sempat membuatnya ketar-ketir.
Ia takut kejadian final Liga Champions 2005 akan terjadi lagi. Saat itu Milan sudah unggul 3-0 namun Liverpool bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
“Rasanya mengerikan ketika Kuyt mencetak gol dan hantu-hantu tahun 2005 mengancam akan menghantui kami lagi. Itu adalah pertempuran keinginan dan kami merasakan ketakutan, perasaan 'oh tidak, itu terjadi lagi'. Untungnya, kami bertahan dan bisa merayakan di akhir," tandas Kaka.
(ac milan)
Baca Juga:
- Pemerintah Italia: Serie A Bisa Kembali Bergulir Mulai 13 atau 20 Juni
- Calhanoglu yang tak Bisa Lupakan Gattuso Meski Telah Pergi dari Milan
- Milan vs Liverpool 2007, Kaka: Itu Pertanda dari Tuhan
- Bonucci Tinggalkan Juve Demi Milan, Chiellini: Tanpa Logika dari Awal Sampai Akhir!
- Dortmund Pastikan Gotze Hengkang Akhir Musim Ini, AC Milan Siap Menampung?
- Foto-foto Fernando Torres dan Periode Singkatnya di AC Milan
- Memori Bintang 16 Tahun Bernama Andrea Pirlo
- Hari Ini 13 Tahun Lalu, Milan Tuntaskan Dendam atas Liverpool di Final Liga Champions
- AC Milan Masih Bersemangat untuk Raih Tiket ke Eropa
- Rossi Minta Donnarumma Bertahan di AC Milan
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Serius Kejar Michael Olise
Liga Spanyol 9 April 2026, 21:04
-
Statistik Bicara: Vinicius Junior Lebih Tajam Bersama Arbeloa
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:37
-
Konflik Dani Carvajal dan Alvaro Arbeloa, Ini Penyebabnya
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:20
-
Kabar Baik untuk Barcelona, Pedri Tidak Cedera
Liga Champions 9 April 2026, 20:00
-
Marcus Rashford Murka, Nilai Barcelona Dirugikan Keputusan Wasit
Liga Champions 9 April 2026, 19:41
-
Taktik 5 Bek Arne Slot saat Liverpool Lawan PSG: Gagal Total!
Liga Champions 9 April 2026, 19:32
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25


























KOMENTAR