
Bola.net - Como mengawali debut Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Cesc Fabregas menilai hasil tersebut memperlihatkan level permainan yang mampu dicapai timnya di panggung Eropa.
Martin Baturina membuka keunggulan pada menit ke-15 setelah bekerja sama dengan Tasos Douvikas. Douvikas kemudian mencetak gol kedua, sebelum Assane Diao dan Maximo Perrone melengkapi kemenangan Como.
Leipzig sempat memberikan tekanan lebih besar setelah jeda dan mencetak gol melalui Andrija Maksimovic. Namun, Como mampu beradaptasi dengan situasi tersebut dan kembali menemukan ruang melalui serangan balik.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Como Tampil Matang di Debut Liga Champions
Fabregas mengapresiasi penampilan para pemainnya dalam pertandingan bersejarah tersebut. Como mampu menghadapi tekanan Leipzig yang mencoba menekan secara agresif sejak awal pertandingan.
"Ini adalah penampilan yang luar biasa malam ini. Ini merupakan pertandingan pertama kami di Liga Champions, jadi ini adalah malam yang bersejarah bagi kami," ujar Fabregas kepada UEFA.
Pelatih asal Spanyol itu menjelaskan bahwa Como telah mempelajari pola permainan Leipzig sebelum pertandingan. "Kami tahu Leipzig akan menekan kami dengan agresif, jadi kami mencoba menganalisis permainan mereka, mempelajari posisi mereka, dan memahami apa yang akan mereka lakukan terhadap kami," katanya.
Serangan Balik Jadi Senjata Como
Como menghadapi tantangan berbeda setelah Leipzig meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua. Fabregas kemudian meminta timnya beradaptasi setelah sekitar satu jam pertandingan berjalan.
"Kami harus berjuang pada beberapa momen ketika mereka meningkatkan intensitas pada babak kedua, jadi kami harus beradaptasi setelah sekitar 60 menit. Namun, kemudian kami tampil sangat baik, terutama melalui serangan balik," ujar Fabregas.
Keputusan tersebut membuahkan hasil karena Como kembali mampu mengancam ketika Leipzig kehilangan keseimbangan. Gol Perrone pada menit ke-90 akhirnya mengunci kemenangan sekaligus mengembalikan keunggulan tiga gol tuan rumah.
Kemenangan Besar, Tetap Rendah Hati
Fabregas menilai kemenangan tersebut menjadi awal penting dalam perjalanan Como di Liga Champions. Tiga poin juga menjadi penghargaan atas kerja keras tim sepanjang musim sebelumnya.
"Skor 4-1 menunjukkan level yang bisa kami capai. Selalu penting memulai sebuah kompetisi dengan tiga poin, baik itu Liga Champions maupun kompetisi lainnya," kata Fabregas.
Meski puas dengan hasil tersebut, Fabregas meminta para pemain tetap rendah hati. "Kami tidak boleh melupakan siapa kami. Kami harus tetap rendah hati dan tetap berpijak di bumi," ujarnya.
Kemenangan atas Leipzig menjadi bukti bahwa Como mampu bersaing ketika tampil dengan keberanian dan organisasi permainan yang tepat. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan standar tersebut ketika menghadapi lawan-lawan lain di kompetisi Eropa.
Sumber: UEFA.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Liga Champions 11 September 2026, 14:15

LATEST UPDATE
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





















KOMENTAR