
Bola.net - Como tampil gemilang saat menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada matchday pertama fase liga Liga Champions 2026-27. Pelatih Leipzig, Martin Demichelis, mengakui timnya bertahan sangat buruk dan gagal menjalankan rencana permainan.
Martin Baturina dan Tasos Douvikas membawa tuan rumah unggul dua gol pada babak pertama. Assane Diao kemudian memperlebar keunggulan setelah jeda, sementara Andrija Maksimovic hanya mampu mencetak satu gol balasan sebelum Maximo Perrone mengunci kemenangan Como pada menit ke-90.
Leipzig sebenarnya memulai babak kedua dengan lebih agresif dan mampu menekan Como ke area pertahanan mereka. Namun, gol Diao ketika Leipzig sedang tampil lebih baik menjadi pukulan besar yang membuat upaya kebangkitan mereka semakin sulit.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Demichelis Akui Leipzig Bertahan Buruk
Demichelis menilai masalah terbesar Leipzig terletak pada permainan tanpa bola. Persiapan yang dilakukan sebelum pertandingan juga tidak cukup untuk membuat para pemain mampu meredam pergerakan para pemain Como.
"Ini pertandingan yang sulit malam ini. Saya pikir kami bertahan dengan sangat buruk," ujar Demichelis kepada UEFA.
"Kami sudah mempelajari bagaimana mereka bergerak, melakukan rotasi, dan mengatur posisi, tetapi dalam banyak fase pertandingan kami bertahan dengan buruk tanpa bola," lanjutnya. Leipzig juga gagal memanfaatkan penguasaan bola dengan baik pada babak pertama untuk menciptakan ancaman lebih besar.
Gol Ketiga Jadi Pukulan
Leipzig tampil lebih baik setelah turun minum dengan mengalirkan bola dan mendorong Como lebih dalam. Situasi tersebut membuat Demichelis melihat peluang bagi timnya untuk kembali ke pertandingan.
"Kami memulai babak kedua dengan sangat baik, menggerakkan bola dan mendorong mereka ke wilayah sendiri. Namun, ketika kami sedang berada dalam kondisi terbaik, mereka mencetak gol melalui serangan pertama mereka," kata Demichelis.
Pelatih asal Argentina itu menilai gol Diao memberikan pukulan secara mental kepada para pemainnya. Leipzig tetap berusaha menguasai pertandingan dan mencari celah, tetapi mereka tidak mampu memperbaiki organisasi pertahanan.
Leipzig Masih Membangun Identitas
Demichelis menilai kualitas dan intensitas Como bukan faktor utama yang membuat Leipzig kalah telak. Menurutnya, perbedaan terbesar berada pada kematangan kerja sama kedua tim.
"Como adalah tim yang melakukan rotasi dengan sangat baik dan sudah memiliki identitas yang sama selama tiga tahun. Kami baru mulai membentuk gaya bermain, dengan banyak pemain yang datang pada akhir bursa transfer dan baru bekerja bersama selama satu atau dua pekan," ujar Demichelis.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi Leipzig untuk segera diperbaiki. "Kami akan terus bekerja dan berkembang," kata Demichelis setelah timnya gagal mengawali perjalanan Liga Champions dengan hasil positif.
Como kini mendapatkan modal berharga dari kemenangan telak tersebut, sedangkan Leipzig harus segera menemukan solusi sebelum pertandingan berikutnya. Kekalahan 1-4 memperlihatkan bahwa pembenahan organisasi pertahanan menjadi kebutuhan utama bagi tim Demichelis.
Sumber: UEFA.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Liga Champions 11 September 2026, 14:15

LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR