Bola.net - Musim 2014/15, bersama Liverpool, itulah terakhir kalinya Martin Skrtel tampil di Liga Champions Eropa. Setelah sekian lama, dia kembali ke panggung kompetisi elit ini. Namun, kali ini, dia akan tampil dengan seragam kebesaran Atalanta.
Skrtel, 34, telah resmi direkrut Atalanta. Bek sentral Slovakia itu gabung dengan Atalanta lewat jalur free transfer, setelah tiga tahun memperkuat Fenerbahce di Turki.
Musim lalu, Atalanta finis peringkat 3 di Serie A. La Dea pun lolos ke fase grup Liga Champions 2019/20 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Sebagai persiapan untuk bersaing di kompetisi elit Eropa ini, Atalanta terus berbenah. Salah satunya adalah dengan mendatangkan Skrtel yang kaya pengalaman.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Selamat Datang di Atalanta
Martin #Škrtel è un giocatore dell’Atalanta! ⚫️🔵 Benvenuto Martin! 🙌🏼🇸🇰
— Atalanta B.C. (@Atalanta_BC) August 9, 2019
Welcome Martin! 👋 🖤💙
📰 https://t.co/ourmZ6UhU5#WelcomeSkrtel #Atalanta3uropa #GoAtalantaGo pic.twitter.com/eV6jCbrDIm
Skrtel pernah sembilan musim memperkuat Liverpool, dan empat musim tampil di Liga Champions bersama The Reds.
Oleh Atalanta, Srtel diikat kontrak satu tahun yang nilainya diperkirakan senilai €1 juta. Dia memilih jersey nomor 37 di Atalanta.
Harapan Skrtel di Atalanta
"Saya berusaha memberikan yang terbaik dan memberikan segalanya di atas lapangan demi tim, dan bermain 100 persen," kata Skrtel, seperti dikutip Football Italia.
"Sebagai seorang bek, saya berusaha agresif untuk mencegah lawan mencetak gol. Itu yang bisa saya janjikan pada tim ini."
"Bagi seorang pemain, Liga Champions adalah kompetisi top. Semua pemain memimpikan Liga Champions, terutama saat kecil, karena itu adalah sesuatu yang spesial."
"Saya bermain di Liga Champions bersama Liverpool, dan saya senang bisa ambil bagian di turnamen ini lagi bersama Atalanta. Saya menunggunya, juga debut saya di Serie A. Ini sesuatu yang baru, dan saya tak sabar ingin segera berada di lapangan," imbuh mantan bek Zenit dan Liverpool tersebut.
(Football Italia/Gia Yuda Pradana)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelatih Barcelona Jawab Isu Neymar dan Ivan Rakitic
Liga Spanyol 10 Agustus 2019, 17:00
-
Atletico Madrid, Opsi Tersisa Real Madrid untuk James Rodriguez
Liga Spanyol 10 Agustus 2019, 16:29
-
Martin Skrtel Kembali ke Liga Champions, Bersama Atalanta
Liga Champions 10 Agustus 2019, 14:56
-
Mourinho: Inter Tahun 2010 adalah yang Terbaik Dalam Sejarah Italia
Liga Champions 10 Agustus 2019, 00:11
-
Penyesalan Mourinho: Meninggalkan Momen Selebrasi Inter Milan Demi Real Madrid
Liga Champions 9 Agustus 2019, 23:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
-
Belgia Sindir Donald Trump dan FIFA Usai Singkirkan Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:06
-
Amerika Serikat Kesulitan Mengimbangi Permainan Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:40
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR