Mikel Arteta Bongkar Alasan Pilih Gabriel sebagai Penendang Penalti ke-5 Arsenal di Final Liga Champions: Dia yang Minta!

Bola.net - Arsenal harus menelan pil pahit pada final Liga Champions 2025/2026. Bermain melawan PSG di Puskas Arena, Budapest, The Gunners gagal mengangkat trofi setelah kalah 3-4 pada babak adu penalti.
Pertandingan berlangsung sengit selama 120 menit dan berakhir dengan skor 1-1. Kedua tim saling menekan, tetapi tidak mampu mencetak gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu berakhir.
Drama kemudian terjadi pada babak adu penalti. PSG tampil lebih tenang dalam mengeksekusi tendangan dari titik putih dan akhirnya keluar sebagai juara Eropa untuk musim kedua secara beruntun.
Di kubu Arsenal, Gabriel Magalhaes menjadi sosok yang paling terpukul. Bek asal Brasil itu gagal menjalankan tugas sebagai penendang kelima, kegagalan yang memastikan PSG meraih gelar Liga Champions.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Gabriel Mengambil Tanggung Jawab Besar di Momen Krusial

Tekanan besar memang berada di pundak Gabriel saat melangkah menuju titik penalti. Arsenal sebenarnya sudah berada dalam posisi sulit setelah Eberechi Eze lebih dulu gagal menuntaskan tugasnya sebagai penendang ketiga.
Namun, situasi yang dihadapi Gabriel jauh lebih menentukan. Tendangannya menjadi kesempatan terakhir Arsenal untuk menjaga asa dalam adu penalti tersebut.
Bola yang melambung di atas mistar akhirnya mengakhiri perjuangan Arsenal. Para pemain PSG langsung merayakan keberhasilan mereka, sementara pemain Arsenal terjatuh dalam kekecewaan mendalam.
Gabriel pun terlihat sangat emosional setelah pertandingan berakhir. Rekan-rekan setimnya segera memberikan dukungan kepada sang bek yang sepanjang musim menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang Arsenal.
Arteta Beberkan Alasan di Balik Keputusan Penting

Usai pertandingan, Mikel Arteta menjelaskan alasan di balik pemilihan Gabriel sebagai penendang kelima. Menurutnya, keputusan tersebut bukan diambil secara mendadak, melainkan berdasarkan persiapan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Arteta mengungkapkan bahwa Gabriel sendiri menginginkan tanggung jawab tersebut. Sang pemain merasa siap menjadi eksekutor pada momen yang sangat menentukan.
"Dia ingin mengambil penalti kelima. Kami telah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini," kata Arteta dikutip dari BBC Sport.
"Biasanya penendang penalti tetap adalah Bukayo , Martin , Kai . Tapi kami tahu jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti, penendang penalti akan berbeda," sambung Arteta.
Situasi Kontras PSG dan Arsenal

Gelar musim ini menjadi trofi Liga Champions kedua secara beruntun bagi PSG. Sebelumnya, pada musim 2024/2025, mereka meraih gelar pertama setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di partai final.
Bagi Arsenal, hasil ini menjadi luka lama yang kembali terbuka. Setelah gagal pada final 2006 melawan Barcelona, The Gunners kembali harus menerima kenyataan pahit sebagai runner-up setelah begitu dekat dengan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Baca Ini Juga
- Rapor Pemain PSG vs Arsenal: Willian Pacho Tangguh, Vitinha Jadi Motor Permainan
- Luis Enrique Ukir Jejak Emas, Kini Hanya Carlo Ancelotti yang Punya Gelar Liga Champions Lebih Banyak Darinya
- Air Mata Gabriel dan Momen Paling Menyakitkan Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026
- Rapor Pemain Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026: Declan Rice Solid, Gabriel jadi Puncak Drama
- Mikel Arteta Salah Pilih Eksekutor Penalti jadi Biang Kekalahan Arsenal di Final Liga Champions?
- Man of the Match PSG vs Arsenal: Vitinha
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Analisis Taktik: Kendali Permainan PSG, Pertahanan Sayap Arsenal
Liga Champions 31 Mei 2026, 19:00
-
Mengulas 3 Keputusan VAR di Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Liga Champions 31 Mei 2026, 18:30
-
Odegaard Puji Sikap Marquinhos kepada Gabriel
Liga Champions 31 Mei 2026, 18:08
-
Mentalitas Dinasti PSG dan Target Hat-trick Juara Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51























KOMENTAR