
Bola.net - AC Milan meraih titel Liga Champions mereka yang ke-6 pada musim 2002/03. Rossoneri jadi juara usai menang adu penalti melawan sesama klub Italia, Juventus, di babak final.
Perjalanan tim besutan Carlo Ancelotti ke final tak mudah. Salah satu rintangan terberat mereka tersaji di semifinal.
Di babak itu, Rossoneri berhadapan dengan lawan yang sudah sangat mereka kenal. Lawan mereka adalah sang rival sekota Inter Milan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Road to Semifinal - Milan
AC Milan vs Ajax (2002-03).
— Mauricio Saldaña (@maurisaldana) March 27, 2020
Partido de vuelta de la Champions League en San Siro. Ancelotti y Koeman en los banquillos.
Un Milan muy rudimentario ante un Ajax lleno de talento. ¿El resultado? Fue un partidazo con emociones de noche mágica. Old Trafford en el horizonte. pic.twitter.com/L5lfAuDy0e
Milan finis peringkat empat di Serie A musim sebelumnya. Alhasil, Milan pun harus mengawali perjalanannya di Liga Champions 2002/03 dari babak kualifikasi.
Milan hampir tersingkir. Setelah menang cuma 1-0 lewat gol tunggal Filippo Inzaghi saat menjamu Slovan Liberec pada leg pertama, Milan kalah 1-2 pada leg kedua. Namun, satu gol Inzaghi di Republik Ceko cukup untuk memberi Milan keunggulan gol tandang dalam agregat 2-2.
Milan kemudian tampil impresif di fase grup pertama. Milan finis sebagai juara Grup G, memenangi persaingan lawan Deportivo La Coruna, Lens, dan Bayern Munchen.
Milan juga menjuarai Grup C di fase grup kedua. Kali ini, Milan memenangi persaingan lawan Real Madrid, Borussia Dortmund, dan Lokomotiv Moscow.
Berikutnya adalah perempat final. Milan berhadapan dengan Ajax Amsterdam. Milan meraih hasil imbang 0-0 pada leg pertama di Belanda. Setelah itu, Milan mengalahkan Ajax pada leg kedua di San Siro dengan skor 3-2 melalui gol-gol Inzaghi, Andriy Shevchenko, dan Jon Dahl Tomasson.
Road to Semifinal - Inter
Inter FC avanza a semifinales de la UEFA Champions League temporada 2002-03, luego de superar al Valencia en cuartos de final, apesar del averaje gol 2-2, el Inter FC clasificó gracias a su gol de visitante.
— Fran Carlos (@Fran_PtVz83) May 8, 2020
Goles partido ida:
Int 1 Val 0
Goles partido vuelta
Val 2 Int 1 pic.twitter.com/i1jT32ClYy
Inter besutan Hector Cuper juga mengawali langkah dari babak kualifikasi. Inter lolos dari hadapan Sporting Lisbon dengan agregat 2-0 berkat kemenangan kandang 2-0 di leg kedua lewat gol-gol Luigi Di Biagio dan Alvaro Recoba.
Di fase grup pertama, Inter jadi juara usai memenangi persaingan lawan Ajax, Lyon, dan Rosenborg.
Di fase grup kedua, Inter finis peringkat dua, di bawah Barcelona, di atas Newcastle dan Bayer Leverkusen.
Di perempat final, Inter berhadapan dengan Valencia besutan Rafael Benitez. Pada leg pertama di kandang sendiri, Inter menang 1-0 lewat gol tunggal Christian Vieri. Pada leg kedua di Mestalla, Inter kalah 1-2. Namun, satu gol Vieri memberi Inter keunggulan gol tandang dalam agregat 2-2, dan memastikan Nerazzurri lolos ke semifinal.
Derby della Madonnina di Semifinal
Derby Milan 2003 (Champions League) pic.twitter.com/KoEZCF6r2c
— ???????? | Foash (@888Foash) November 19, 2014
Milan dan Inter berjumpa di semifinal. Derby della Madonnina ini pun menjadi sangat bergengsi, karena taruhannya adalah hak kelolosan ke final Liga Champions.
Leg pertama, 7 Mei 2003, Milan bertindak sebagai tuan rumah. Tak ada gol yang tercipta.
Inter tak diperkuat Vieri yang cedera. Namun, Hernan Crespo dan Recoba bisa menggantikan perannya. Bersama Sergio Conceicao, mereka beberapa kali mengancam gawang Milan yang dikawal Dida. Barisan pertahanan Milan yang digalang Alessandro Nesta dan kapten Paolo Maldini dipaksa bekerja keras.
Di segi ofensif, Milan cukup kesulitan menembus perangkap offside yang diterapkan Fabio Cannavaro dan Marco Materazzi. Masuknya Rui Costa di babak kedua membuat serangan Milan membaik. Namun, peluang-peluang Shevchenko, Inzaghi, Gennaro Gattuso, hingga Rui Costa, semuanya bisa dinetralisir oleh kiper Francesco Toldo.
Duel Penentuan
17 - #OnThisDay in 2003, #ACMilan drew 1-1 against Inter in the semifinal 2nd leg and reached the #ChampionsLeague final eight years after their previous one. Route. @acmilan #UCL #UCLclassics #13May pic.twitter.com/k9LiCkahbc
— OptaPaolo (@OptaPaolo) May 13, 2020
Leg kedua, 13 Mei 2003, menjadi duel penentuan. Dengan hasil imbang 0-0 pada leg pertama, peluang kedua tim untuk lolos ke final di Old trafford sama-sama masih terbuka.
Duel di San Siro ini pun berlangsung lebih sengit dan panas. Wasit Gilles Veissiere asal Prancis sampai harus mengeluarkan lima kartu kuning, yakni untuk Di Biagio dari Inter, serta Gattuso, Inzaghi, Rui Costa, dan Kakha Kaladze dari Milan.
Milan mengambil kendali lewat gol Shevchenko di penghujung babak pertama. Inter pun meningkatkan intensitas serangan mereka di babak kedua. Namun, Nesta dan Maldini bekerja sangat baik mengamankan lini belakang Milan.
Hanya sayang, mereka sedikit kehilangan konsentrasi dan membuat Inter bisa menyamakan skor melalui pemain pengganti Obafemi Martins di menit 83. Menit-menit akhir pun jadi semakin menegangkan.
Barisan belakang Milan tak mengulangi kesalahan mereka. Di sisa waktu yang ada, mereka mampu meredam semua upaya Inter untuk membalikkan skor. Hingga peluit panjang, tak ada gol lain yang tercipta.
2
— Matteo Vismara (@Teo__Visma) March 30, 2020
Inter-Milan 1-1 (13 maggio 2003)
Probabilmente uno dei Derby più importanti della storia.
Ci si gioca la finale di Champions League.
0-0 in casa Milan, 1-1 grazie a Sheva e Abbiati in casa Inter.
Si va a MANCHESTER. Poi il resto è Storia.https://t.co/jS2I47MCiu
Milan unggul gol tandang dalam agregat 1-1, dan menyingkirkan Nerazzurri. And the rest is history.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Melihat Kembali 3 Kemenangan Terbesar Liverpool di Premier League Musim Ini
- 12 Perbedaan Saat Membayangkan Sepak Bola Eropa Tanpa Ronaldo-Messi: Termasuk Followers Twitter
- Ranking Rasio Gol per Laga di Liga Champions: Messi Pertama, Ronaldo Hanya Nomor Tiga
- Barcelona vs Real Madrid: 11 'Final' untuk Tentukan Juara La Liga Musim Ini
- Hari Ini 8 Tahun Lalu, Gol Dramatis Aguero Bawa Man City Juara, MU Pun Merana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Perjalanan Menuju Derby Milan di Semifinal Liga Champions 2003
Liga Champions 14 Mei 2020, 10:05
-
Final FA Cup 2006, Serasa 'Istanbul' Kedua Bagi Liverpool
Liga Inggris 14 Mei 2020, 05:40
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton AC Milan vs Como: Live Streaming Serie A di ANTV dan Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:39
-
Tempat Menonton Wolves vs Arsenal: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 19:19
-
Jelang Milan vs Como, Fabregas Puji Mental Rossoneri dan Singgung Realita Scudetto
Liga Italia 18 Februari 2026, 18:57
-
Shin Guards Bikin Kagok Pemain Bola Tapi Perlu, Coba Takar Risikonya
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 18:46
-
Liverpool Injak Rem Dalam Perburuan Penyerang Aston Villa Ini
Liga Inggris 18 Februari 2026, 18:40
-
Proliga 2026: Laga Hidup Mati di Sentul untuk Bandung BJB Tandamata
Voli 18 Februari 2026, 18:24
-
Live Streaming Qarabag FK vs Newcastle - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 17:45
-
Benteng Es Bodo/Glimt, Simbol Kejatuhan Lawan-lawan Elite
Liga Champions 18 Februari 2026, 17:04
-
Prediksi Brann vs Bologna 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:03
-
Prediksi Fenerbahce vs Nottm Forest 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:02
-
Prediksi PAOK vs Celta Vigo 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR