Bola.net - Bola.net - datang ke Euro 2016 dengan harapan bisa mengawinkan dua trofi bergengsi di ajang Internasional, usai dua tahun silam memenangkan Piala Dunia di Brasil. Namun apa daya, target tersebut akhirnya gagal diraih, setelah Der Panzer takluk 0-2 dari tim tuan rumah, , di babak semifinal pagi tadi.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Velodrome tersebut, Jerman sejatinya jadi tim yang lebih banyak diunggulkan. Secara permainan, mereka tampil lebih konsisten sejak fase grup, dan sempat meladeni lawan-lawan tangguh seperti dan .
Di sisi lain, Prancis justru memulai Euro kali ini dengan penampilan kurang meyakinkan, dan hanya menghadapi tim-tim yang secara kasta masih di bawah mereka, dan , di fase knock-out.
Namun nyatanya Les Bleus justru sukses meraih jatah bermain di final di depan pendukung sendiri. Agaknya tim asuhan Didier Deschamps bisa memanfaatkan dengan baik absennya beberapa bintang andalan tim asuhan Joachim Loew, seperti Mats Hummels, dan Mario Gomez.
Selain itu, masih ada beberapa faktor lain yang dirasa ikut berperan dalam kegagalan Jerman menembus partai puncak di Euro kali ini. Berikut Bola.net beberkan lima alasan mengapa Der Panzer akhirnya bisa tersingkir dari turnamen.
Absennya Pemain Bintang

Namun yang terjadi justru sebaliknya, sosok pemain seperti Julian Draxler dan Emre Can seperti tak mampu menjadi motor serangan yang baik untuk tim Panzer. Di atas lapangan, mereka sanggup menguasai bola, namun seolah sulit untuk mencari celah guna menembus pertahanan tim lawan.
Blunder

Dan situasinya tak jadi semakin baik, ketika Bastian Schweinsteiger kehilangan konsentrasi dan melakukan blunder di babak kedua. Gelandang Manchester United itu dituding wasit melakukan handsball di kotak terlarang, yang berbuah hadiah penalti untuk Prancis. Antoine Griezmann sebagai algojo melakukan tugasnya dengan baik dan sejak saat ini Jerman seolah kesulitan untuk bangkit.
Gol kedua Prancis pun juga lahir dari blunder Joshua Kimmich, yang tak mampu menjaga penguasaan bola dengan baik dan membuat pemain Atletico Madrid sukses membuat gol keduanya di pertandingan ini.
Regenerasi

Bek kiri Philpp Lahm, bek tengah Per Mertesacker, dan pencetak gol terbanyak Piala Dunia, Miroslav Klose, menyatakan pensiun setelah turnamen di Brasil selesai. Hal ini membuat terjadi penurunan kualitas yang signifikan dalam skuat inti Jerman dan ini terlihat jelas sejak babak kualifikasi Euro dimulai.
Mereka menang susah payah atas Skotlandia, kalah di tangan Polandia, dan hanya bermain imbang dengan Irlandia. Meski akhirnya sukses masuk ke putaran final, kegagalan Jerman dalam melakukan regenerasi akhirnya tampak ketika para pemain yang mendapat kepercayaan menggantikan peran Sami Khedira, Mats Hummels, dan Mario Gomez di semifinal, gagal menunjukkan performa sesuai ekspektasi.
Tidak Beruntung

Bahkan sepanjang 90 menit, Hugo Lloris dipaksa pontang-panting menghadapi hujan tembakan dari para pemain Jerman. Tembakan Thomas Muller di depan gawang sempat melenceng. Emre Can memaksa sang kiper untuk membuat penyelamatan emas. Usaha Bastian Schweinsteiger mampu di-tip dengan sempurna. Selain itu, tembakan Julian Draxler juga sempat meluncur tipis dari sasaran.
Ketika babak pertama berakhir, tim asuhan Joachim Loew menguasai 64 persen aliran bola dan mencatat 11 tembakan ke arah gawang atau lebih dari dua kali lipat yang dilepaskan Prancis (5).
Sayang, Dewi Fortuna masih belum berpihak pada Jerman, hingga mereka akhirnya harus menerima kekalahan dari sang tuan rumah, meski menunjukkan permainan yang lebih baik.
Pergantian Kurang Efektif

Manajer Joachim Loew juga memasukkan Leroy Sane, 20 menit jelang pertandingan berakhir. Namun kala itu Prancis sudah memutuskan untuk menjaga mati-matian keunggulan yang sudah mereka punya dan sang pemain muda tak bisa banyak membuat masalah untuk barisan pertananan lawan dengan kecepatan yang ia punya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Balas Dendam Kekasih, Annisa Pergi ke Prancis
Bolatainment 8 Juli 2016, 23:41
-
5 Alasan Jerman Tersingkir dari Euro 2016
Editorial 8 Juli 2016, 19:50
-
Meski Tumbang Dari Prancis, Schweinsteiger Bangga Pada Jerman
Commercial 8 Juli 2016, 16:54
-
Schweinsteiger Sayangkan Kegagalan, Beri Selamat Pada Prancis
Commercial 8 Juli 2016, 16:30
-
Griezmann: Prancis Siap Tatap Final
Commercial 8 Juli 2016, 14:50
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR