Bola.net - Bola.net - telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam performa mereka sejak kedatangan Jurgen Klopp. Terbaru, The Reds baru saja membantai Southampton 6-1 di perempat final Capital One Cup.
Kemenangan atas Soton ini menjadi kemenangan keempat beruntun The Reds di empat laga terakhir mereka di semua kompetisi. Secara total, Klopp telah memainkan 11 laga bersama The Reds dan hanya sekali merasakan kekalahan (lawan Crystal Palace), tiga kali seri dan tujuh kali meraih kemenangan, termasuk mengalahkan Chelsea 1-3 dan Manchester City 1-4.
Klopp terbukti mampu menciptakan dorongan yang luar biasa di sekitar Liverpool saat ini dan mereka sekarang mulai mengubah beberapa hasil imbang di awal-awal kedatangannya dengan kemenangan demi kemenangan yang menjadi booster untuk mereka.
Banyak lini dan departemen tim yang telah jauh membaik sejak Klopp menggantikan Brendan Rodgers di posisi kemudi tim pada Oktober lalu. Dan saat ini, kita bisa melihat tujuh alasan mengapa tak ada tim yang ingin menghadapi Liverpool saat ini.
Sulit Diprediksi

Klopp telah meracik tim dengan memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda dari akademi untuk berkolaborasi dengan pemain yang sudah punya nama besar. Ini membuat Klopp begitu disegani dan dihormati anak asuhnya karena fair dalam perlakuan kepada semua pemain. Ini juga memberikan pengaruh pada apa yang lawan pikirkan tentang Liverpool yang akan mereka hadapi.
Sebagai contoh, saat melawan Swansea, Philippe Coutinho absen, alih-alih menempatkan Adam Lallana untuk menggantikan posisi Coutinho, Klopp justru lebih memilih Lallana bermain lebih ke dalam dan menempatkan Jordon Ibe di posisi Coutinho.
Begitu juga saat melawan Southampton, tanpa adanya Coutinho dan Roberto Firmino, Klopp justru bermain dengan formasi 4-3-1-2 dengan Adam Lallana bermain di belakang duet Daniel Sturridge dan Divock Origi, dan tiga gelandang tengah diisi Emre Can, Lucas Leiva dan Joe Allen. Dua laga itu membuktikan bagaimana sulitnya memprediksi apa yang ada di kepala Klopp dengan ide-ide permainannya.
Lebih Punya Kecepatan

Namun bersama Klopp itu berubah. Di awali dengan mengandalkan Jordon Ibe sebagai penambah kecepatan dalam tim dengan memainkannya lebih sering, Klopp juga sukses menjadikan Alberto Moreno sebagai lokomotif serangan dari sisi sayap kiri dengan kecepatannya.
Liverpool memang kekurangan opsi untuk bermain dengan mengandalkan kecepatan dari para sayap, namun kehadiran Moreno mampu menjadi penawar untuk mempercepat permainan lewat sisi sayap kiri. Menjadi sebuah ironi karena Moreno hanya menjadi cadangan saat masih dilatih Brendan Rodgers yang lebih percaya pada Joe Gomez untuk posisi bek kiri.
Dan hasilnya, Liverpool kini bermain lebih cepat menyusuri seluruh sudut lapangan dengan mengandalkan sistem pressing yang terlihat seperti 'tawon yang mengelilingi selai' yang merupakan mimpi buruk bagi semua lawan mereka.
Pemain Kunci Telah Kembali

Klopp sendiri tiba saat skuat Liverpool sudah terbentuk. Bila ingin mengubah, tentu menjadi hal riskan mengingat bursa transfer pemain belum dibuka. Namun bila semua pemain Liverpool fit dan siap bermain, Klopp punya skuat yang lebih dari cukup untuk menjadi salah satu tim penantang gelar.
Dua pemain yang disebut-sebut sebagai roh permainan The Reds, Jordon Henderson dan Daniel Sturridge juga telah kembali. Keduanya telah bermain sebagai pengganti saat mengalahkan Swansea akhir pekan lalu, dan begitu juga saat melawan Southampton, bahkan Sturridge sudah mencetak dua gol pada kemenangan 6-1 itu.
Kehadiran Henderson akan melengkapi puzzle permainan penuh semangat yang penuh tuntutan fisik, sementara Sturridge selama ini dikenal sebagai salah satu penyerang yang paling ditakuti di Premier League.
Kepercayaan Diri Menguat

Mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund itu mengakui bahwa dirinya perlu untuk mengubah pikiran suporter dari ragu-ragu menjadi penuh keyakinan, sesaat setelah ia ditunjuk sebagai pelatih. Dan dengan berubahnya hasil-hasil laga dari bermain imbang menjadi kemenangan demi kemenangan, itu tampaknya sudah menjadi kenyataan.
Klopp sendiri telah mengambil alih tugas kepelatihan di 11 pertandingan di semua ajang. Hasilnya, Klopp mampu membawa The Reds meraih tujuh kemenangan, tiga kali seri dan hanya sekali kalah
Kebersamaan para pemain di atas lapangan telah mampu menembus hingga tribun suporter dan itu menjadikan Liverpool selalu menyongsong pertandingan dengan penuh keyakinan, semangat dan dengan atmosfer yang terus positif.
Peningkatan di Pertahanan

Klopp lebih suka melakukan pendekatan dengan tetap menguasai bola dan mencoba menyerang dengan dominasi penuh meskipun sudah unggul. Pendekatan seperti ini tak terjadi dalam beberapa laga terakhir Liverpool bersama Brendan Rodgers.
Energi Dari Bangku Cadangan

Joe Allen telah menunjukkannya. Tak selalu bermain di bawah arahan Brendan Rodgers, Allen punya kesempatan untuk unjuk gigi saat melawan Bordeaux beberapa waktu lalu. Hasilnya, Allen tampil gemilang dengan pressing-nya, visi bermainnya dan sukses membawa The Reds menang 2-1. Begitu juga saat Joao Teixeira dipercaya tampil saat melawan Bournemouth di ajang Capital One Cup, atau saat Bradley Smith dipercaya tampil lawan Southampton baru-baru ini.
Selain nama-nama di atas, beberapa pemain yang tak sering tampil juga mampu tampil mempesona. Sebutsaja nama Kolo Toure, atau kebangkitan Dejan Lovren usai dikritik habis-habisan di akhir kepemimpinan Rodgers.
Liga Europa 'Istirahat'

Bersama Klopp, Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Southampton setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Rubin Kazan (23/10). Sementara saat menang 1-0 di pertemuan kedua lawan Rubin Kazan, The Reds justru kalah 1-2 melawan Crystal Palace (08/11). Begitu juga usai melawan Bordeaux, Liverpool juga 'hanya' mampu menang 1-0 melawan Swansea City.
Nah, The Reds sendiri tahun ini hanya menyisakan laga melawan FC Sion di Liga Europa sebelum kompetisi rehat hingga bulan Februari mendatang. Usai lawan FC Sion (11/12), The Reds 'hanya' akan bertemu West Brom sehingga kesempatan tanpa bermain di Liga Europa ini akan membuat Klopp memiliki skuat yang lebih 'segar' dan kaki-kaki yang ringan untuk membuat Liverpool semakin menakutkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klopp Incar Gelandang Muda Rubin Kazan?
Liga Inggris 3 Desember 2015, 22:12
-
7 Alasan Mengapa Harus Takut Dengan Liverpool Saat Ini
Editorial 3 Desember 2015, 15:15
-
Penyihir itu Bernama Jurgen Klopp
Liga Inggris 3 Desember 2015, 14:01
-
Redknapp: Cuma Aguero Lebih Hebat dari Sturridge
Liga Inggris 3 Desember 2015, 14:00
-
Redknapp: Liverpool Pantang Lepas Sturridge
Liga Inggris 3 Desember 2015, 13:56
LATEST UPDATE
-
Kandasnya Perlawanan Inter Milan
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:11
-
Akanji Jadi Titik Lemah, Hauge Tunjukkan Kelasnya
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:59
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:57
-
Daftar Tim Lolos 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:28
-
Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:22
-
Man of the Match Newcastle vs Qarabag: Sandro Tonali
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:19
-
Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 06:14
-
Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
Liga Champions 25 Februari 2026, 05:34
-
Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
Liga Champions 25 Februari 2026, 05:13
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Club Brugge: Alexander Sorloth
Liga Champions 25 Februari 2026, 04:20
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
























KOMENTAR