Bola.net - Bola.net - Dari sekian banyak trofi yang diperebutkan, trofi Liga Champions adalah yang paling didamba-dambakan oleh setiap pemain di level klub. Banyak pemain hebat yang sudah memenangkan banyak gelar dan diakui sebagai pemain terbaik dunia ternyata belum pernah mencicipi manisnya trofi tersebut.
Kali ini situs Squawka mengumpulkan pemain terbaik di posisinya yang belum pernah menjuarai Liga Champions menjadi satu tim dengan formasi 4-4-2. Lantas siapa sajakah pemain yang terpilih? Berikut ini rangkumannya.
Kiper

Gianluigi Buffon sudah memenangkan Piala Dunia bersama Italia, tujuh titel Serie A bersama Juventus dan UEFA Cup dan Coppa Italia saat masih membela Parma. Bahkan di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, Buffon masih tetap diakui sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Namun, trofi Liga Champions belum ada dalam koleksi gelarnya.
Meskipun begitu, Buffon masih punya peluang untuk menjuarai kompetisi paling elit antar klub Eropa tersebut di musim ini. Pasalnya Juventus saat ini sudah lolos ke babak 16 besar dan akan menantang Borussia Dortmund.
Bek Kanan

Lilian Thuram adalah salah satu defender terbaik di dunia di eranya. Salah satu kelebihannya dia bisa bermain sebagai bek kanan maupun bek tengah.
Thuram merupakan bagian dari skuat Prancis yang memenangkan trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Namun ia gagal mengangkat trofi Liga Champions saat bermain bersama AS Monaco, Parma, Juventus dan Barcelona.
Bek Tengah

Fabio Cannavaro merupakan kapten yang mengantarkan timnas Italia mengangkat trofi Piala Dunia 2006. Di tahun yang sama ia sanggup menyabet penghargaan Ballon d'Or.
Cannavaro pernah membela sejumlah klub elit macam Parma, Inter Milan, Juventus dan Real Madrid. Namun belum ada yang pernah dibawanya menuju tangga juara Liga Champions. Bahkan titel liga domestik hanya ia rasakan dua kali saja saat bersama Madrid.
Bek Tengah

Laurent Blanc masih punya kesempatan merasakan manisnya juara Liga Champions bersama klub yang ia tangani saat ini PSG. Namun ia tidak berhasil memenangkan trofi tersebut selama masih menjadi pemain meski pernah membela klub seperti Barcelona, Inter Milan dan Manchester United.
Meskipun begitu, Blanc pernah menjuarai turnamen Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama timnas Prancis.
Bek Kiri

Gianluca Zambrotta pernah merasakan tampil di final Liga Champions 2003 bersama Juventus. Namun pada akhirnya ia gagal membawa pulang trofi tersebut karena Bianconeri kalah dari tim satu negaranya AC Milan via adu penalti.
Gelandang Bertahan

Lothar Matthaus pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Jerman. Dia juga tercatat sebagai pemain dengan caps terbanyak untuk negaranya dengan 150 penampilan.
Pemain yang sangat piawai bermain di posisi gelandang dan sweeper ini gagal memenangkan Liga Champions, meskipun pernah dua kali menjadi runner up dengan Bayern Munich.
Gelandang Tengah

Patrick Vieira merupakan kapten skuat The Invincibles legendaris Arsenal yang sempat melaju tak terkalahkan dalam 49 laga di musim 2003-04 lalu. Akan tetapi kiprah The Gunners di Liga Champions saat itu hanya sampai babak perempat final saja setelah disingkirkan Chelsea.
Setelah berganti klub seperti Juventus, Inter Milan dan Manchester City, Vieira ternyata juga tak mampu membawa trofi tersebut ke dalam koleksinya sampai pensiun.
Gelandang Tengah

Michael Ballack tercatat sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada. Namun di sepanjang karirnya dipenuhi dengan pengalaman pahit dalam partai final di sejumlah turnamen.
Dia membantu Bayer Leverkusen menembus final Liga Champions 2002, tapi akhirnya kalah dari Real Madrid. Kemudian Ballack kembali ke final di tahun 2008 bersama Chelsea dan kali ini Manchester United menggagalkannya setelah melakoni adu penalti.
Selain itu Ballack juga mengalami kekecewaan setelah hanya menjadi runner up pada Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008.
Gelandang Serang
Pavel Nedved bergabung dengan Juventus pada tahun 2001 untuk menggantikan Zinedine Zidane. Dan ternyata karir Nedved bersama Bianconeri semakin cemerlang.
Ia mengantarkan Si Nyonya Tua meraih dua gelar Serie A. Namun impiannya untuk mengangkat trofi Liga Champions kandas setelah dikalahkan AC Milan di final tahun 2003. Meskipun begitu, kekalahan tersebut tidak menghalanginya untuk meraih penghargaan Ballon d'Or.
Striker

Zlatan Ibrahimovic dikenal sebagai striker haus gol dan jaminan juara bagi tim yang dibelanya. Ibra juga tidak pernah gagal memberikan trofi sejak bermain untuk Ajax.
Namun, dari sekian banyak trofi yang ia menangi, tidak ada satu pun trofi Liga Champions. Bahkan Ibra dianggap memiliki kutukan Liga Champions. Meskipun begitu, pemain berusia 33 tahun itu masih punya kesempatan untuk mengakhiri kutukannya itu jika berhasil mengantarkan PSG mengangkat trofi tersebut.
Striker

Tak diragukan lagi, Ronaldo adalah salah satu striker terbaik yang pernah ada di muka bumi. Dua trofi Piala Dunia, dua penghargaan Ballon d'Or dan juga berbagai gelar lainnya merupakan bukti dari kehebatannya.
Meski sempat membela sejumlah klub elit Eropa seperti Barcelona, Inter Milan, Real Madrid dan AC Milan, sayangnya pemain berjuluk 'il Phenomeno' ini belum sekalipun menjuarai Liga Champions.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Navas: City Tak Akan Ubah Gaya Hanya Karena Barca
Liga Champions 19 Februari 2015, 23:34
-
Rodgers Berharap Liverpool Masih Berada di Liga Champions
Liga Champions 19 Februari 2015, 21:12
-
Analisa Messi Tentang Laga Barca vs Man City
Liga Champions 19 Februari 2015, 20:24
-
Bale: Sulit Pertahankan Trofi Liga Champions
Liga Champions 19 Februari 2015, 19:01
-
Marchisio: Juventus Selevel Madrid, Chelsea & PSG
Liga Champions 19 Februari 2015, 18:18
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR