
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Superstar Portugal Cristiano Ronaldo dan magician Swedia Zlatan Ibrahimovic merupakan dua dari segelintir pemain terbaik dengan talenta istimewa di jagat sepakbola. Namun, salah satu dari CR7 atau Ibra dipastikan takkan bisa unjuk kehebatan dalam Piala Dunia di Brasil tahun depan.
Pasalnya, besutan Paulo Bento dan racikan Erik Hamren harus saling berhadapan di play-off zona Eropa guna memperebutkan satu tiket ke Brasil 2014. Siapa yang akan tersingkir?
Bentrokan Portugal kontra Swedia sendiri bakal berlangsung menarik. Sangat disayangkan keduanya sudah harus bersua di babak play-off, bukan di panggung utama.
Portugal sendiri tidak asing dengan rute ini, karena sebelumnya sudah pernah mengalahkan Bosnia untuk lolos ke Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.
Portugal memiliki sejumlah talenta hebat, tapi sepertinya masih ada sesuatu yang kurang dalam dari mereka.
Formasi yang diterapkan Paulo Bento adalah 4-3-3 dengan serangan sering berpusat pada Ronaldo di barisan depan, yang didukung sayatan rekan seklubnya di Real Madrid, Fabio Coentrao, dari posisi bek sayap kiri. Namun, ada dua faktor utama yang menjadi kelemahan terbesar Portugal saat ini, khususnya saat berhadapan dengan lawan yang memiliki kedisipilinan dalam bertahan dan organisasi permainan nyaris tanpa cela.
Dua kekurangan itu adalah tidak adanya centre forward top seperti era Nuno Gomes (meski Helder Postiga mencetak enam gol di kualifikasi) serta playmaker jempolan sekelas Rui Costa, yang membuat pola serangan Portugal agak terbatas. Portugal terlalu mengandalkan 'daya ledak' Ronaldo atau speedster lain (biasanya ) di sayap sebelah untuk membongkar lini pertahanan, menciptakan peluang, dan mengoyak gawang lawan. Pendekatan ini bukannya tidak efektif. Namun, kegagalan Portugal meraih tiket otomatis sudah membuktikan satu hal, yaitu tim-tim lawan sudah paham cara meredam mereka.
Kalau ada pertandingan di mana Portugal bakal membutuhkan performa dan kemampuan terbaik para gelandangnya untuk menemukan atau menciptakan celah di pertahanan lawan, maka itu adalah dua leg kontra Swedia.
Dengan formasi standar 4-4-1-1, yang bisa ditransformasikan menjadi 4-2-3-1 untuk mode ofensif, Swedia merupakan lawan berat bagi Portugal.
Swedia memiliki keseimbangan antarlini yang mengagumkan. Secara sekilas, bagi pasukan Erik Hamren, bentuk pertahanan terbaik adalah dengan menyerang. Itu bisa dilihat dari dua laga kualifikasi melawan Jerman. Meski kebobolan sembilan gol, Swedia juga mencetak tujuh (4-4, 3-5). Dalam delapan laga lainnya, Swedia bahkan hanya kemasukan lima.
Saat Swedia bisa menguasai ball possession, mereka sulit dikalahkan. Pasalnya, melalui possession itu, serangan Swedia dengan bola-bola diagonal yang menjadi trademark-nya selama ini akan mengalir lancar.
Lewat possession itu juga, sang kapten Ibrahimovic dapat mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya untuk merajalela di wilayah lawan, baik dengan kejeniusan, power, passing skill maupun finishing mumpuni yang dia miliki.
Kesimpulannya, duel Portugal kontra Swedia bakal berlangsung sengit dan cukup berimbang. Portugal bakal difavoritkan berkat kumpulan talenta hebatnya, tapi sebagai sebuah tim, Swedia mungkin lebih kuat.
Pada akhirnya, laga ini pun bakal sangat ditentukan oleh eksplosivitas Ronaldo dan kejeniusan sang bintang PSG Ibrahimovic. Hamren juga berpikir demikian. "Tak peduli taktik seperti apa yang Anda terapkan, karena pemain spesial seperti Ronaldo atau Ibra sanggup mengubah jalannya sebuah laga," kata arsitek Swedia itu seperti dikutip The Guardian.
Entah bagaimana hasil play-off kedua wakil Eropa ini nantinya. Yang jelas, salah satu dari Portugal atau Swedia serta Ronaldo atau Ibrahimovic harus absen di Piala Dunia tahun depan. Yang mana pun itu, pasti menjadi sebuah kehilangan besar karena daya tarik turnamen jadi agak berkurang.
Ibaratnya, Brasil 2014 saat ini sedang menghadapi satu dilema besar - pilihan antara dua kemungkinan yang membingungkan.
CR7 atau Ibra? [initial]
[polling]1083[/polling] (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
EDITORIAL: CR7 Atau Ibra, Dilema Besar Brasil 2014
Editorial 22 Oktober 2013, 11:16
-
Gento: Kontribusi Ronaldo Bagi Madrid Istimewa
Liga Spanyol 22 Oktober 2013, 06:45
-
Kursus Bahasa Prancis, Ronaldo Mantap ke PSG?
Liga Spanyol 21 Oktober 2013, 15:40
-
Backheel 'Ninja' Ala Ibrahimovic
Open Play 20 Oktober 2013, 01:40
-
Highlights Ligue 1: PSG 4-0 Bastia
Open Play 20 Oktober 2013, 00:50
LATEST UPDATE
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR