Bola.net - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin, meminta semua pihak terkait untuk tetap konsekuen mendorong proses kerja Joint Committee (JC) guna mencapai hasil terbaik.
"JC harus tetap bekerja sesuai jadwal. Jangan ada pihak yang menunda-nunda atau bahkan menghalanginya,'' tegas Djohar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
Djohar menilai, jika ada indikasi penundaan proses kerja JC dari pihak manapun, itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap MoU Kuala Lumpur, 7 Juni 2012.
"Pihak sana (KPSI) sudah menunda beberapa kali. Ini merupakan indikasi yang tidak baik bagi upaya menata dan membangun kembali prestasi sepakbola nasional," ujarnya.
Cara-cara yang dilakukan pihak lain yang mestinya menjadi mitra PSSI dalam JC sesuai amanat MoU Kuala Lumpur, akan sangat kontra produktif bagi perbaikan persepakbolaan Indonesia.
"Masyarakat harus tahu, PSSI sangat komit untuk membangun sepakbola Indonesia dengan cara-cara terhormat," tandas Djohar.
Sesuai kesepakatan, JC akan melanjutkan pembicaraan pada 24 Juli sebelum KPSI minta mundur 28 Juli. Kemudian pihak yang sama minta mundur lagi jadi tanggal 2 Agustus.
"Saya harap semua pihak jangan coba mempermainkan proses kerja JC. Karena komitmen yang dibangun di JC adalah untuk membangun kehormatan sepakbola Indonesia di mata dunia internasional," papar Djohar.
Lebih jauh Djohar menambahkan, jika ada pihak yang ingin mempermainkan proses kerja JC, akan mendapat hukuman dari masyarakat. "Karena masyarakat jadi tahu, siapa sebetulnya yang memang berniat mengacaukan persepakbolaan Indonesia, demi kepentingan pribadi atau kelompok," beber Djohar.
JC merupakan bagian dari hasil MoU di Kuala Lumpur 7 Juni lalu yang bertugas merumuskan dan harmonisasi rancangan perubahan sesuai isi MoU Kuala Lumpur. Kemudian JC akan membawa ke kongres PSSI sebagai forum tertinggi untuk mendapatkan pengesahan atau penolakan. (esa/dzi)
"JC harus tetap bekerja sesuai jadwal. Jangan ada pihak yang menunda-nunda atau bahkan menghalanginya,'' tegas Djohar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
Djohar menilai, jika ada indikasi penundaan proses kerja JC dari pihak manapun, itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap MoU Kuala Lumpur, 7 Juni 2012.
"Pihak sana (KPSI) sudah menunda beberapa kali. Ini merupakan indikasi yang tidak baik bagi upaya menata dan membangun kembali prestasi sepakbola nasional," ujarnya.
Cara-cara yang dilakukan pihak lain yang mestinya menjadi mitra PSSI dalam JC sesuai amanat MoU Kuala Lumpur, akan sangat kontra produktif bagi perbaikan persepakbolaan Indonesia.
"Masyarakat harus tahu, PSSI sangat komit untuk membangun sepakbola Indonesia dengan cara-cara terhormat," tandas Djohar.
Sesuai kesepakatan, JC akan melanjutkan pembicaraan pada 24 Juli sebelum KPSI minta mundur 28 Juli. Kemudian pihak yang sama minta mundur lagi jadi tanggal 2 Agustus.
"Saya harap semua pihak jangan coba mempermainkan proses kerja JC. Karena komitmen yang dibangun di JC adalah untuk membangun kehormatan sepakbola Indonesia di mata dunia internasional," papar Djohar.
Lebih jauh Djohar menambahkan, jika ada pihak yang ingin mempermainkan proses kerja JC, akan mendapat hukuman dari masyarakat. "Karena masyarakat jadi tahu, siapa sebetulnya yang memang berniat mengacaukan persepakbolaan Indonesia, demi kepentingan pribadi atau kelompok," beber Djohar.
JC merupakan bagian dari hasil MoU di Kuala Lumpur 7 Juni lalu yang bertugas merumuskan dan harmonisasi rancangan perubahan sesuai isi MoU Kuala Lumpur. Kemudian JC akan membawa ke kongres PSSI sebagai forum tertinggi untuk mendapatkan pengesahan atau penolakan. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Djohar: Semua Harus Konsekuen Mendorong Tugas JC
Bola Indonesia 2 Agustus 2012, 19:15
-
Sidang Joint Committee Tertunda Lagi
Bola Indonesia 2 Agustus 2012, 16:15
-
Persipura Tak Setuju ISL dan IPL Dilebur
Bola Indonesia 1 Agustus 2012, 15:55
-
Persisam Akui Peleburan Kompetisi Sulit Dilakukan
Bola Indonesia 31 Juli 2012, 11:40
-
La Nyalla Tak Bisa Menolong Jika Sanksi FIFA Turun
Bola Indonesia 30 Juli 2012, 10:00
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR