Bola.net - Surat FIFA kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tertanggal 10 April 2014 mendapat tanggapan keras Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Menurut BOPI, surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke ini merupakan pelecehan terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kami beranggapan bahwa FIFA telah melakukan pelecehan terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, dalam sikap resmi lembaga tersebut.
"FIFA bahkan tidak berusaha untuk sekadar memahami kedaulatan Pemerintah RI dalam membina masyarakatnya supaya menaati hukum dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di negeri ini," sambungnya.
Sebelumnya, dalam surat FIFA yang ditunjukkan kepada Menpora Imam Nahrawi, otoritas tertinggi sepakbola dunia ini melarang pihak ketiga ikut campur dalam menentukan segala hal yang menjadi urusan anggota FIFA. Di surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke,ditegaskan bahwa hanya anggota dari FIFA yang punya hak untuk melakukan verifikasi atau pun memberikan lisensi kepada klub. FIFA juga meminta Menpora dan BOPI untuk tidak mengganggu urusan PSSI atau akan berakibat sanksi.
Lebih lanjut, menurut Heru, FIFA harus paham bahwa upaya yang sedang dilakukan Pemerintah RI melalui BOPI adalah sebuah upaya agar operator liga -yang notabene merupakan sebuah badan hukum swasta- bersama-sama dengan klub-klub sepak bola profesional di Tanah Air untuk mulai menjalankan kegiatannya sesuai regulasi yang ditetapkan FIFA maupun AFC.
"Untuk itu, sudah seharusnya jika FIFA menghargai, bahkan mendukung upaya tersebut," tandasnya. (den/dzi)
"Kami beranggapan bahwa FIFA telah melakukan pelecehan terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, dalam sikap resmi lembaga tersebut.
"FIFA bahkan tidak berusaha untuk sekadar memahami kedaulatan Pemerintah RI dalam membina masyarakatnya supaya menaati hukum dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di negeri ini," sambungnya.
Sebelumnya, dalam surat FIFA yang ditunjukkan kepada Menpora Imam Nahrawi, otoritas tertinggi sepakbola dunia ini melarang pihak ketiga ikut campur dalam menentukan segala hal yang menjadi urusan anggota FIFA. Di surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke,ditegaskan bahwa hanya anggota dari FIFA yang punya hak untuk melakukan verifikasi atau pun memberikan lisensi kepada klub. FIFA juga meminta Menpora dan BOPI untuk tidak mengganggu urusan PSSI atau akan berakibat sanksi.
Lebih lanjut, menurut Heru, FIFA harus paham bahwa upaya yang sedang dilakukan Pemerintah RI melalui BOPI adalah sebuah upaya agar operator liga -yang notabene merupakan sebuah badan hukum swasta- bersama-sama dengan klub-klub sepak bola profesional di Tanah Air untuk mulai menjalankan kegiatannya sesuai regulasi yang ditetapkan FIFA maupun AFC.
"Untuk itu, sudah seharusnya jika FIFA menghargai, bahkan mendukung upaya tersebut," tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Selain Hukum FIFA, Ada Hukum Positif di NKRI'
Bola Indonesia 12 April 2015, 19:44
-
FIFA Disebut Lecehkan Kedaulatan NKRI
Bola Indonesia 12 April 2015, 18:51
-
BOPI Dorong Pemerintah Temui Langsung FIFA
Bola Indonesia 12 April 2015, 02:26
-
Kemenpora: Pernyataan FIFA Sepenuhnya Salah
Bola Indonesia 12 April 2015, 01:44
-
Kemenpora Sudah Menduga Bakal Diancam FIFA
Bola Indonesia 11 April 2015, 23:16
LATEST UPDATE
-
Joao Felix Sabet Pemain Terbaik Liga Arab Saudi, Kalahkan Cristiano Ronaldo
Asia 23 Mei 2026, 16:50
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR