Bola.net - Kapten Mat Halil dan kiper Endra Prasetya menjadi pemain terakhir yang mengangkut seluruh barangnya dari Mes Persebaya. Sedangkan barang-barang milik pemain yang masih belum diambil, untuk sementara diletakkan di gudang.
Mes Persebaya memang menjadi rumah kedua bagi para pemain. Khususnya bagi penggawa yang berdomisili di luar Surabaya. Selain menyediakan penginapan secara cuma-cuma untuk pemain, mes juga menyuguhkan makanan serta dilengkapi juga dengan alat kebugaran.
Karena seperti rumah sendiri, banyak pemain yang membawa barang pribadi ke mess. Namun, setelah Persebaya diputuskan selesai lebih awal oleh PSSI, pemandangan itu tak nampak lagi. Kondisi mes sepi ditinggal pemain.
"Terakhir Senin kemarin. Halil dan Pras mengambil barang-barang mereka untuk dibawa pulang ke rumahnya," ungkap Faishol, security Mes Persebaya.
Dari pantauan di lokasi, Selasa (08/10) siang, kondisi lantai dua mess memang sangat sepi dan lantainya pun mulai berdebu. Lantai dua Mes Persebaya merupakan tempat sekaligus pusat kegiatan pemain di luar lapangan hijau.
"Pokoknya setelah pulang dari Banda Aceh, semua pemain mulai membawa pulang barang-barangnya. Tak ada lagi yang tinggal di mess," jelas Faishol.
Menurut pria berkacamata ini, pemain terakhir yang tinggal di mess adalah Jusmadi dan TA Musafri. Kedua pemain ini meninggalkan mes sejak, Jumat (04/10) lalu. "Barang-baranya sudah bersih semua. Kalau pun ada, dititipkan di gudang," tutupnya. [initial]
(faw/mac)
Mes Persebaya memang menjadi rumah kedua bagi para pemain. Khususnya bagi penggawa yang berdomisili di luar Surabaya. Selain menyediakan penginapan secara cuma-cuma untuk pemain, mes juga menyuguhkan makanan serta dilengkapi juga dengan alat kebugaran.
Karena seperti rumah sendiri, banyak pemain yang membawa barang pribadi ke mess. Namun, setelah Persebaya diputuskan selesai lebih awal oleh PSSI, pemandangan itu tak nampak lagi. Kondisi mes sepi ditinggal pemain.
"Terakhir Senin kemarin. Halil dan Pras mengambil barang-barang mereka untuk dibawa pulang ke rumahnya," ungkap Faishol, security Mes Persebaya.
Dari pantauan di lokasi, Selasa (08/10) siang, kondisi lantai dua mess memang sangat sepi dan lantainya pun mulai berdebu. Lantai dua Mes Persebaya merupakan tempat sekaligus pusat kegiatan pemain di luar lapangan hijau.
"Pokoknya setelah pulang dari Banda Aceh, semua pemain mulai membawa pulang barang-barangnya. Tak ada lagi yang tinggal di mess," jelas Faishol.
Menurut pria berkacamata ini, pemain terakhir yang tinggal di mess adalah Jusmadi dan TA Musafri. Kedua pemain ini meninggalkan mes sejak, Jumat (04/10) lalu. "Barang-baranya sudah bersih semua. Kalau pun ada, dititipkan di gudang," tutupnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manajemen PSM Sediakan 400 Tiket Gratis Untuk Suporter PSM
Bola Indonesia 8 Oktober 2013, 20:05
-
Manajemen PSM Siapkan Reward Jika Lolos Playoff IPL
Bola Indonesia 8 Oktober 2013, 19:55
-
Melawan, Persebaya Telurkan Enam Putusan
Bola Indonesia 8 Oktober 2013, 16:47
-
Halil dan Endra Jadi Pemain Terakhir yang Kosongkan Mes
Bola Indonesia 8 Oktober 2013, 14:38
-
Pemain Sudah Tinggalkan Mes Persebaya
Bola Indonesia 8 Oktober 2013, 14:33
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR