Jerkovic, pemain kelahiran Lyon, 29 tahun silam ini mematok harga 113 ribu Poundsterling atau sekitar sekitar Rp 2,2 miliar. Sedangkan harga Nicoise 'hanya' 75 ribu Poundsterling, atau setara dengan Rp 1.4 miliar.
"Kalau masalah itu, memang bedanya jauh sekali," aku Rahmad Sumanjaya, manajer operasional Surabaya United.
Hanya saja Rahmad tak menyebut secara jelas berapa harga yang ditawar oleh Surabaya United. "Yang jelas di bawah banderol ISL lah," imbuh Rahmad.
Jika melihat kualitas serta produktivitas di lapangan, pantas rasanya bila harga Jerkovic lebih mahal daripada Nicoise. Jerkovic sudah mencetak 62 gol bersama sembilan klub yang berbeda. Sementara Nicoise baru menceploskan 29 gol sepanjang karier profesionalnya.
"Setelah kami memulangkan Shelby Printemps, kami harus mendapatkan striker yang berkualitas dan haus gol. Kami berharap bisa merealisasikannya dalam waktu dekat," pungkas Rahmad. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inilah Banderol Dua Calon Pemain Surabaya United
Bola Indonesia 11 Februari 2016, 08:41
-
Inilah Dua Legiun Asing yang Ditawarkan ke Surabaya United
Bola Indonesia 11 Februari 2016, 07:58
-
Surabaya United Cari Striker Jempolan
Bola Indonesia 9 Februari 2016, 11:24
-
Manajemen: Kami Tetap Gunakan Nama Surabaya United
Bola Indonesia 27 Januari 2016, 11:49
-
Surabaya United Agendakan Tur Jateng Lagi
Bola Indonesia 25 Januari 2016, 13:27
LATEST UPDATE
-
Semifinal FA Cup: Chelsea vs Leeds, Man City vs Southampton, Main Kapan?
Liga Inggris 6 April 2026, 02:19
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSBS 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:43
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persijap 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13























KOMENTAR