Bola.net - Ribut-ribut seputar kedatangan enam Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis), masing-masing Farid Rahman, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso dan Tuty Dau ke kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5) ditanggapi serius PSSI.
Meski tidak mendapatkan penjagaan ketat, namun pintu utama kantor PSSI ditutup dari dalam. Bagian keamanan PSSI, Jepri Priyo Sumedi menerangkan, mendapatkan perintah dari pengurus PSSI untuk menutup pintu utama tersebut.
"Saya hanya menjalankan tugas. Sedangkan yang memberikan perintah, tidak bisa saya sebutkan identitasnya," tutur Jepri.
Dalam kesempatan tersebut, Sihar ternyata tidak hadir dengan lima rekan lainnya. Melainkan, hanya ditemani Bob Hippy. Sihar menerangkan, kehadirannya untuk menjalankan fungsi harian sebagai Exco PSSI yang sah.
Kehadiran Sihar dan Bob, semula untuk menerima perwakilan 14 carateker Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI yang terus memperjuangkan nasibnya supaya diakui PSSI. Pasalnya, mereka mengklaim masih sebagai Pengprov yang sah dan seharusnya menjadi pemiliki suara dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KlB) PSSI, di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 17 Maret lalu.
"Kami tidak pernah merasa atau mengakui adanya sanksi yang diterbitkan Komdis PSSI tersebut. Sehingga, semua tetap berjalan seperti semestinya. Saya tetap menjalankan pekerjaan," imbuh Sihar.
"Meski digembok, kami tetap menerima 14 Pengprov ini di halaman PSSI. Sebab, ini masih termasuk teritorial PSSI. Kalau sudah berada di luar pagar, sudah tidak sah," tuturnya.
Sebelumnya, setelah Hinca IP Pandjaitan, yang ditunjuk sebagai Ketua Komdis PSSI sejak 17 Maret 2013 oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, langsung mengeluarkan gebrakannya.
Hinca mengeluarkan sanksi 10 tahun bagi Sihar Sitorus dan kawan-kawan untuk aktif dipentas sepak bola nasional. Ketika itu, Hinca berpandangan jika Sihar Sitorus dan kawan-kawan terbukti bertingkah laku buruk karena memalsukan dokumen organisasi berupa notulensi Rapat Exco tertanggal 7 Maret 2013 yang disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Isi notuensi tersebut, seolah-olah benar tetapi nyata-nyata tidak benar. (esa/mac)
Meski tidak mendapatkan penjagaan ketat, namun pintu utama kantor PSSI ditutup dari dalam. Bagian keamanan PSSI, Jepri Priyo Sumedi menerangkan, mendapatkan perintah dari pengurus PSSI untuk menutup pintu utama tersebut.
"Saya hanya menjalankan tugas. Sedangkan yang memberikan perintah, tidak bisa saya sebutkan identitasnya," tutur Jepri.
Dalam kesempatan tersebut, Sihar ternyata tidak hadir dengan lima rekan lainnya. Melainkan, hanya ditemani Bob Hippy. Sihar menerangkan, kehadirannya untuk menjalankan fungsi harian sebagai Exco PSSI yang sah.
Kehadiran Sihar dan Bob, semula untuk menerima perwakilan 14 carateker Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI yang terus memperjuangkan nasibnya supaya diakui PSSI. Pasalnya, mereka mengklaim masih sebagai Pengprov yang sah dan seharusnya menjadi pemiliki suara dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KlB) PSSI, di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 17 Maret lalu.
"Kami tidak pernah merasa atau mengakui adanya sanksi yang diterbitkan Komdis PSSI tersebut. Sehingga, semua tetap berjalan seperti semestinya. Saya tetap menjalankan pekerjaan," imbuh Sihar.
"Meski digembok, kami tetap menerima 14 Pengprov ini di halaman PSSI. Sebab, ini masih termasuk teritorial PSSI. Kalau sudah berada di luar pagar, sudah tidak sah," tuturnya.
Sebelumnya, setelah Hinca IP Pandjaitan, yang ditunjuk sebagai Ketua Komdis PSSI sejak 17 Maret 2013 oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, langsung mengeluarkan gebrakannya.
Hinca mengeluarkan sanksi 10 tahun bagi Sihar Sitorus dan kawan-kawan untuk aktif dipentas sepak bola nasional. Ketika itu, Hinca berpandangan jika Sihar Sitorus dan kawan-kawan terbukti bertingkah laku buruk karena memalsukan dokumen organisasi berupa notulensi Rapat Exco tertanggal 7 Maret 2013 yang disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Isi notuensi tersebut, seolah-olah benar tetapi nyata-nyata tidak benar. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sihar Sitorus: Dualisme Sepakbola Belum Selesai
Bola Indonesia 14 Mei 2013, 19:52
-
PSSI Adukan Penyegelan Kantor PSSI ke Kepolisian
Bola Indonesia 14 Mei 2013, 17:27
-
14 Pengprov Serahkan Kunci Segel Kantor PSSI ke Menpora
Bola Indonesia 14 Mei 2013, 15:52
-
La Siya Enggan Komentar Penyegelan Kantor PSSI
Bola Indonesia 14 Mei 2013, 15:34
-
14 Pengprov Menyegel Kantor PSSI
Bola Indonesia 14 Mei 2013, 13:40
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR