
Bola.net - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 setempat untuk menindaklanjuti arahan PSSI Pusat terkait gelaran Liga 3 2020. Arahan tersebut tertuang dalam surat keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020.
Menurut Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur untuk meminta rekomendasi sebelum memutuskan menggelar Liga 3. Langkah itu sesuai dengan hasil rapat virtual dengan anggota komite eksekutif Asprov PSSI Jatim.
”Kami akan berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jatim, apakah Jatim aman atau memungkinkan kah untuk menggelar kompetisi Liga 3,” kata Ahmad Riyadh dalam rilis yang diterima Bola.net, Kamis (9/7/2020).
”Itu yang harus kami mendapatkan kejelasan lebih dulu karena kalau melihat situasi terkini, Jatim masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus Covid terbanyak di Indonesia,” tegasnya.
Dikatakan Riyadh, nasib kompetisi Liga 3 2020 di Jawa Timur akan sangat bergantung pada rekomendasi dari Gugus Tugas. Pihaknya akan menerima apapun yang akan menjadi keputusan dari tim Gugus Tugas Jawa Timur nantinya.
”Kalau tidak diizinkan karena Jatim masih zona merah, Asprov PSSI Jatim akan melaporkan ke PSSI pusat bahwa Asprov Jatim tidak bisa menggelar kompetisi Liga 3,” Riyadh menambahkan.
Namun, jika diizinkan dengan menjalankan protokol kesehatan, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor. Karena untuk menjalankan kompetisi kasta terbawah tersebut, Asprov PSSI Jatim selalu menggandeng sponsor.
“Sponsor kan selama ini mau mendukung Asprov PSSI Jatim karena pertandingan disaksikan penonton. Kalau tidak ada penonton, apakah mereka masih bersedia,” tegasnya.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
60 Klub Siap Berpartisipasi
Sementara, meskipun sampai saat ini belum ada keputusan apakah kompetisi Liga 3 regional Jatim akan digelar, sudah ada 60 klub yang mendaftarkan diri untuk ambil bagian. Namun, jumlah tersebut belum final karena masih harus dilakukan verifikasi.
Asprov juga akan meminta klub melampirkan surat rekomendasi dari Kabupaten/Kota masing-masing sebagai persyaratan tambahan untuk bisa mengikuti kompetisi.
”Kalau tidak mendapatkan izin dari Ketua Gugus Tugas dari kabupaten/kota, mereka tentu tidak bisa mengikuti kompetisi karena pertandingan akan digelar home tournament,” jelas Riyadh.
Mantan ketua Askab PSSI Sidoarjo tersebut menegaskan, langkah-langkah itu dilakukan karena Asprov tetap mengedepankan keselamatan pemain, pelatih dan seluruh pelaku sepak bola. Kata dia, nyawa lebih penting dari apapun.
”Era Pandemi sekarang ini tidak ada apapun yang lebih penting dibanding nyawa. Karena itu kami tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan pesepakbola, pelatih, wasit dan semua stakeholder sepakbola di Jawa Timur,” pungkasnya.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pastikan Kembali ke Indonesia, Ini Syarat dari Shin Tae-yong
Tim Nasional 9 Juli 2020, 21:29
-
Menunggu Terbentuknya Susunan Lengkap Panitia Piala Dunia U-20 2021
Tim Nasional 9 Juli 2020, 12:30
LATEST UPDATE
-
AS Roma Kena Mental di Markas Inter Milan
Liga Italia 6 April 2026, 05:28
-
Chelsea Bakal Punya 'Adik Baru' dari Liga Portugal dan MLS?
Liga Inggris 6 April 2026, 05:15
-
Musim Arsenal yang Awalnya Menjanjikan Bisa Berakhir Mengecewakan
Liga Inggris 6 April 2026, 04:54
-
Manchester United Siap Cuci Gudang dan Rombak Skuad
Liga Inggris 6 April 2026, 04:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13




















KOMENTAR