
Bola.net - Badai derita yang dialami pemain Persisko Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Lucky Diokpara belum berakhir.
Gaji pemain asal Nigeria tersebut, belum dibayar manajemen Persisko, terhitung sejak Januari hingga Mei 2013. Padahal, manajemen Persisko Tanjabbar memiliki kewajiban untuk membayar gaji Lucky per bulannya sebesar Rp16,875 juta.
Jumlah tersebut, masih belum termasuk uang kontrak sebesar Rp45 juta.
Penderitaan Lucky, ternyata tidak hanya sampai di situ saja. Sebab, Lucky masih ditahan di kantor imigrasi akibat dianggap sebagai pendatang ilegal. Padahal, pemain kelahiran Nigeria, Lagos, 11 November 1987 tersebut, memiliki Kitas resmi sebagai pesepakbola.
Istri Lucky, Fatima menjelaskan, semula Lucky ditahan bersama satu pemain Persisko lainnya dari Chile, Christian Alejandro. Keduanya, sudah ditahan selama satu bulan lebih empat hari di imigrasi Jakarta.
"Namun, hari ini Alejandro sudah dibebaskan, tapi Lucky belum. Informasinya, orang kepercayaan Yusran (pelatih sekaligus Direktur Utama Persisko), memberikan uang sebesar Rp40 juta kepada pihak imigrasi untuk menebus Alejandro. Sayangnya, Lucky tidak ikut ditebus," keluhnya.
Semula, dikatakannya lagi, yang mengurus Kitas Lucky dan Cristian Alejandro adalah Eddy Syahputra, notabene agen pemain di bawah CV Ligina Sportindo. Keduanya, sudah membayar Rp7 juta, namun pihak klub juga membayar Rp45 juta.
Persisko Tanjabbar, merupakan klub kontestan Grup I Divisi Utama PT Liga Indonesia (PT LI) musim 2012/2013, bersama PS Bangka, Persih Tembilahan, PSMS Medan, PSPA Sigli, dan PS Bengkulu. (esa/dzi)
Gaji pemain asal Nigeria tersebut, belum dibayar manajemen Persisko, terhitung sejak Januari hingga Mei 2013. Padahal, manajemen Persisko Tanjabbar memiliki kewajiban untuk membayar gaji Lucky per bulannya sebesar Rp16,875 juta.
Jumlah tersebut, masih belum termasuk uang kontrak sebesar Rp45 juta.
Penderitaan Lucky, ternyata tidak hanya sampai di situ saja. Sebab, Lucky masih ditahan di kantor imigrasi akibat dianggap sebagai pendatang ilegal. Padahal, pemain kelahiran Nigeria, Lagos, 11 November 1987 tersebut, memiliki Kitas resmi sebagai pesepakbola.
Istri Lucky, Fatima menjelaskan, semula Lucky ditahan bersama satu pemain Persisko lainnya dari Chile, Christian Alejandro. Keduanya, sudah ditahan selama satu bulan lebih empat hari di imigrasi Jakarta.
"Namun, hari ini Alejandro sudah dibebaskan, tapi Lucky belum. Informasinya, orang kepercayaan Yusran (pelatih sekaligus Direktur Utama Persisko), memberikan uang sebesar Rp40 juta kepada pihak imigrasi untuk menebus Alejandro. Sayangnya, Lucky tidak ikut ditebus," keluhnya.
Semula, dikatakannya lagi, yang mengurus Kitas Lucky dan Cristian Alejandro adalah Eddy Syahputra, notabene agen pemain di bawah CV Ligina Sportindo. Keduanya, sudah membayar Rp7 juta, namun pihak klub juga membayar Rp45 juta.
Persisko Tanjabbar, merupakan klub kontestan Grup I Divisi Utama PT Liga Indonesia (PT LI) musim 2012/2013, bersama PS Bangka, Persih Tembilahan, PSMS Medan, PSPA Sigli, dan PS Bengkulu. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persisko Tanjabbar Perpanjang Derita Pemain Nigeria
Bola Indonesia 10 Mei 2013, 17:43
-
Tony Ho Meminta Pemainnya Bisa Redam Emosi
Bola Indonesia 6 Mei 2013, 22:04
-
Dendam Deltras Atas Persebo Terbalas
Bola Indonesia 6 Mei 2013, 20:50
-
Klub Divisi Utama LI Kembali Tunggak Gaji Pemain
Bola Indonesia 6 Mei 2013, 15:38
-
Tony Ho Kecam Baku Hantam Persebaya DU vs Perseba
Bola Indonesia 5 Mei 2013, 00:45
LATEST UPDATE
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR