
Bola.net - Pelatih PSM Makassar, Rudi William Keltjes, mengaku menerima hasil seri 1-1 atas Persiram Raja Ampat. Namun, ia tidak menerima kepemimpinan wasit Iwan Sukoco di lapangan.
Rudi menilai, wasit tidak fair dalam memberikan keputusan di lapangan. Bahkan terkesan berat ke tim tamu Persiram.
"Yang paling bikin kecewa adalah wasit. Keputusan-keputusannya di lapangan membuat pemain di lapangan tidak bisa fokus sehingga sering emosi," kata Rudi.
"Kalau jujur, dari pemantauan saya, kita (PSM) harusnya dapat tiga penalti dan mereka dua," kata mantan pelatih Persebaya ini.
Wasit Iwan memberikan satu penalti kepada PSM di penghujung babak pertama dan berhasil berbuah gol oleh Ponaryo Astaman. Selain itu, Persiram juga menerima dua hadiah penalti. Pertama di awal babak kedua namun tendangan Osas Saha bisa ditepis Markus Horison dan penalti kedua di penghujung babak kedua karena Ponaryo handsball, Mbida Messi akhirnya bisa menaklukan Markus.
"PSM harusnya dapat dua penalti di babak kedua. Ardan dan Abanda juga dijatuhkan di kotak penalti tapi wasit sepertinya tidak melihatnya," tutur Rudi.
"Saya tidak mau mengevaluasi wasit, biar Tuhan yang membalasnya. Tapi, jika wasit seperti ini masih ada, tidak jujur di lapangan, kita akan main cara Makassar," ungkap Rudi.
Rudi menilai permainan Persiram sangat kasar, bahkan menjulukinya sebagai permainan sepakbola bar-bar. Itu terlihat dengan banyaknya pemain PSM yang cedera, jalan terpincang, keluar dari lapangan. Bahkan, Michael harus ditandu keluar lapangan, Syamsul yang biasanya kuat, menyerah juga dan akhirnya diganti.
"Semoga tidak ada lagi permainan seperti ini. Itu sepakbola bar-bar," kata Rudi. (nda/dzi)
Rudi menilai, wasit tidak fair dalam memberikan keputusan di lapangan. Bahkan terkesan berat ke tim tamu Persiram.
"Yang paling bikin kecewa adalah wasit. Keputusan-keputusannya di lapangan membuat pemain di lapangan tidak bisa fokus sehingga sering emosi," kata Rudi.
"Kalau jujur, dari pemantauan saya, kita (PSM) harusnya dapat tiga penalti dan mereka dua," kata mantan pelatih Persebaya ini.
Wasit Iwan memberikan satu penalti kepada PSM di penghujung babak pertama dan berhasil berbuah gol oleh Ponaryo Astaman. Selain itu, Persiram juga menerima dua hadiah penalti. Pertama di awal babak kedua namun tendangan Osas Saha bisa ditepis Markus Horison dan penalti kedua di penghujung babak kedua karena Ponaryo handsball, Mbida Messi akhirnya bisa menaklukan Markus.
"PSM harusnya dapat dua penalti di babak kedua. Ardan dan Abanda juga dijatuhkan di kotak penalti tapi wasit sepertinya tidak melihatnya," tutur Rudi.
"Saya tidak mau mengevaluasi wasit, biar Tuhan yang membalasnya. Tapi, jika wasit seperti ini masih ada, tidak jujur di lapangan, kita akan main cara Makassar," ungkap Rudi.
Rudi menilai permainan Persiram sangat kasar, bahkan menjulukinya sebagai permainan sepakbola bar-bar. Itu terlihat dengan banyaknya pemain PSM yang cedera, jalan terpincang, keluar dari lapangan. Bahkan, Michael harus ditandu keluar lapangan, Syamsul yang biasanya kuat, menyerah juga dan akhirnya diganti.
"Semoga tidak ada lagi permainan seperti ini. Itu sepakbola bar-bar," kata Rudi. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persiram Puas Curi Poin dari PSM
Bola Indonesia 23 Februari 2014, 23:46 -
PSM Kecewa Kinerja Wasit Iwan Sukoco
Bola Indonesia 23 Februari 2014, 23:31
-
Pelatih PSM Kecewa Hanya Raih Satu Poin
Bola Indonesia 23 Februari 2014, 23:26
-
Review ISL: PSM Berbagi Angka Dengan Persiram
Bola Indonesia 23 Februari 2014, 21:49
-
Coach RD: Persebaya Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol
Bola Indonesia 22 Februari 2014, 22:14
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Serius Kejar Michael Olise
Liga Spanyol 9 April 2026, 21:04
-
Statistik Bicara: Vinicius Junior Lebih Tajam Bersama Arbeloa
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25



















KOMENTAR