
Bola.net - Kebijakan PSSI melarang suporter tim tamu untuk datang ke stadion masih terus menuai sorotan. Salah satunya dari Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI).
Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro mengatakan, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa PSSI mengabaikan peran suporter. Sekaligus mereka melempar tanggung jawab.
"PSSI lempar tanggung jawab dan menyerahkan kesalahan kepada suporter," ungkap Ignatius Indro, Jumat (09/06/2023).
Kebijakan tersebut juga menunjukkan bahwa PSSI menganggap suporter sebagai biang kerusuhan. Padahal, federasi juga belum melakukan apapun untuk perbaikan.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
Tak Paham Peran Suporter
Hal senada juga diungkapkan Sekjen PSTI Abe Tanditasik. Dia menganggap bahwa federasi tidak paham bagaimana peran suporter bagi klub.
"Padahal suporter itu adalah pemain kedua-belas bagi timnya. Dipikirnya tribun itu cuma sekedar penonton. Ini olahraga, bukan sekedar hiburan!," jelas Abe.
"Tapi saya ga heran ya, wong hari ini makhluk pandir, ga tahu apa-apa soal sepak bola saja bisa jadi Exco," kata Abe menambahkan.
Komoditas Bisnis
PSTI juga menyoroti penjualan tiket laga Timnas Indonesia melawan Argentina. Mereka menilai bahwa federasi hanya menjadikan suporter sebagai komoditas bisnis.
"Saya melihat keputusan yang dilakukan PSSI hanya menjadikan suporter menjadi obyek yang dipakai sebagai komoditas bisnis bukan menjadi bagian dari stake holder sepak bola Indonesia," terang Bendahara Umum PSTI, Brian Matthew.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nilai Stadion Gelora Bung Tomo, Erick Thohir Yakin Siap Gunakan VAR
Tim Nasional 8 Juni 2023, 04:00
LATEST UPDATE
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR