
Bola.net - Akmal Marhali angkat bicara soal terpentalnya sejumlah nama, termasuk namanya, dari bursa Calon Komite Eksekutif PSSI Periode 2019-2023. Koordinator Save Our Soccer (SOS), lembaga yang memiliki kepedulian pada perbaikan tata kelola sepak bola tersebut mengaku bahwa hal ini menghambat regenerasi di lapangan hijau.
"Sepak bola Indonesia ada dalam satu tirani yang menghambat regenerasi. Padahal, di sepak bola, diajarkan bahwa bila terjadi kemandekan prestasi jalan yang ditempuh adalah regenerasi," ucap Akmal.
Menurut Akmal, ada hal yang perlu dipersoalkan terkait lolos dan tak lolosnya sejumlah nama pada proses ini. Salah satunya, sambung pria berusia 41 tahun tersebut, adalah ukuran yang dipakai sebagai acuan lolos atau tidak lolosnya seorang calon.
"Status tak lolos boleh banding dan tidak boleh banding pun tidak jelas," kata Akmal.
"Penerapan pasal 38 ayat 4 maupun pasal lainnya juga menimbulkan banyak pertanyaan. Ada yang tiba-tiba muncul namanya di sepak bola bisa lolos. Sementara, ada yang cukup lama berkiprah di sepak bola tidak lolos. Ini ironi untuk memulai babak baru sepak bola Indonesia," imbuhnya.
Akmal menilai, Pasal 38 ayat 4 Statuta PSSI, merupakan alat menjegal masuknya generasi baru. Pasal ini, sambungnya, dibuat untuk menjadikan PSSI tak ubahnya sebagai kerajaan.
"Hanya turunan raja, orang dekat raja, dan orang yang mau berkongsi dengan raja sajalah yang dibolehkan masuk," ketusnya.
Bagaimana Akmal melihat keputusan Komite Pemilihan yang tak meloloskan namanya? Simak di bawah ini.
Sudah Diprediksi
Akmal sendiri mengaku tak kaget namanya dipastikan terpental dari bursa pencalonan. Menurut mantan jurnalis ini ia sejak awal sudah memprediksi tak bakal lolos dari penjaringan yang ada.
"Saya pribadi kemarin maju karena diminta PSM Makassar dan beberapa klub, yang menginginkan adanya pembaharuan dan regenerasi di PSSI," ujar Akmal.
"Andaikan tak diminta, saya juga tidak akan maju. Saya bukan tipikal pengejar dan peminta jabatan. Jadi, saya maju karena menjaga kepercayaan. Tidak lolos dan tidak boleh banding buat saya tak masalah. Yang menjadi masalah, adalah PSSI yang tidak mau berubah," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- KP Beberkan Alasan Kegagalan Sejumlah Calon ke Kongres Pemilihan PSSI
- PSSI Anggap Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup U-20
- La Nyalla Lolos Seleksi Awal, Berikut Daftar Sementara Calon Ketua Umum PSSI
- Persebaya Belum Punya Jagoan dalam Pemilihan Ketum PSSI
- Suporter Rusuh di Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia, FIFA Denda PSSI Rp643 Juta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Asa Arema Kepada Kepengurusan Anyar PSSI
Bola Indonesia 11 Oktober 2019, 00:51
-
SOS Sebut PSSI Hambat Regenerasi Sepak Bola Indonesia
Bola Indonesia 11 Oktober 2019, 00:19
-
KP Beberkan Alasan Kegagalan Sejumlah Calon ke Kongres Pemilihan PSSI
Bola Indonesia 10 Oktober 2019, 22:10
-
PSSI Anggap Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup U-20
Piala Dunia 10 Oktober 2019, 22:04
-
La Nyalla Lolos Seleksi Awal, Berikut Daftar Sementara Calon Ketua Umum PSSI
Bola Indonesia 10 Oktober 2019, 20:33
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
-
3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tersingkir Bersamaan di Babak 16 Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 19:43
-
Nazriel Alfaro Bidik Kesempatan Emas di Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 7 Juli 2026, 19:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR