Ibnu memang yakin bahwa kualitas individu para pemainnya tak kalah dari ketiga kontestan Grup E, yakni Persipura Jayapura, Pusamania Borneo FC (PBFC) dan Arema Cronus. Namun, ada sebuah pekerjaan besar yang harus dituntaskan dalam waktu yang singkat.
Sebuah pekerjaan rumah itu adalah menjaga konsistensi permainan penggawanya di babak delapan besar nanti. "Terkadang mereka bisa tampil sangat baik, tapi juga bisa bermain buruk," ulas pelatih berkumis tebal ini.
Babak grup telah menggambarkan bagaimana tim ini masih labil. Saat jumpa Persela Lamongan, Surabaya United sudah unggul 3-1. Tapi entah mengapa mereka justru kecolongan oleh gol Mbamba. Beruntung Evan Dimas berhasil mencetak gol kemenangan di ujung laga.
Klub milik pengusaha Gede Widiade juga bisa tampil bagus seperti saat meladeni Persib Bandung dan PBFC. Tapi mereka juga bisa main jelek seperti ketika kalah dari PS TNI dengan skor 1-2. "Performa mereka lumayan bagus, meski tidak bisa dibilang sangat istimewa," pungkas Ibnu. (faw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bola Indonesia 7 Desember 2015, 12:20

-
Surabaya United Bedah Kekuatan Arema
Bola Indonesia 7 Desember 2015, 10:42
-
Surabaya United Agendakan Sekali Uji Coba
Bola Indonesia 5 Desember 2015, 10:09
-
Pelatih Surabaya United Bela Pedro Meski Mandul
Bola Indonesia 5 Desember 2015, 10:05
-
Pertahanan Terburuk, Pelatih Surabaya United Woles
Bola Indonesia 5 Desember 2015, 08:15
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR