
Bola.net - Martin Odegaard akhirnya kembali menunjukkan versi terbaik dirinya saat Arsenal meraih kemenangan penting atas West Ham di London Stadium. Dalam laga yang sempat berjalan buntu, kapten Arsenal itu menghadirkan momen kreativitas yang mengubah arah pertandingan.
Hanya dalam rentang sekitar 95 detik, Odegaard memperlihatkan kualitas yang sempat membuatnya menjadi pusat permainan Arsenal pada musim 2023/2024. Pergerakan, visi, dan keberaniannya mengambil risiko kembali muncul di saat tim paling membutuhkannya.
Kemenangan ini terasa jauh lebih besar dari sekadar tambahan tiga poin. Di tengah tekanan perebutan gelar Premier League, Arsenal kembali melihat tanda bahwa sang pemimpin mulai menemukan ritmenya lagi.
Arsenal Sempat Kehilangan Identitas Permainan

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, Arsenal sebenarnya terlihat memainkan pola lama mereka. Penguasaan bola dominan masih ada, distribusi permainan tetap rapi, tetapi ketajaman dan keyakinan di sepertiga akhir lapangan terasa hilang.
Situasi itu membuat Arsenal tampak seperti tim yang masih kesulitan menemukan sosok pembeda. Mereka mengontrol laga, tapi tidak cukup berbahaya untuk benar-benar menghancurkan pertahanan West Ham.
Di titik itulah Odegaard masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-67 dan perlahan mulai mengambil alih kendali permainan.
Masuknya Sang Kapten Sebagai Pembeda

Selama beberapa menit awal di lapangan, ia masih terlihat tenang dan tidak terlalu mencolok. Namun semuanya berubah ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Odegaard mulai menunjukkan keyakinan yang sempat hilang dalam dua musim terakhir. Ia memainkan umpan melengkung akurat ke ruang kosong yang membuat Noni Madueke berlari bebas di sisi kanan, meski peluang itu akhirnya dipotong kiper West Ham, Mads Hermansen.
Beberapa detik kemudian, ia kembali memperlihatkan ketenangan yang membedakannya dari pemain lain. Saat bola liar jatuh di area berbahaya, Odegaard tidak panik.
Ia mengontrol bola dengan matang sebelum mengalirkan umpan sederhana yang membantu Arsenal kembali menguasai ritme pertandingan.
Momen 95 Detik yang Mengubah Segalanya

Setelah itu, bahasa tubuh pemain-pemain Arsenal berubah total. Rekan-rekannya mulai mencari Odegaard di setiap situasi lemparan ke dalam dan fase build-up. Sang kapten tampak ingin memastikan semua serangan mengalir melalui dirinya.
Odegaard kemudian bertukar umpan cepat dengan Cristhian Mosquera sebelum mengirim operan tersembunyi ke Kai Havertz di kotak penalti. Gerakan itu nyaris menghasilkan peluang emas, tetapi umpan tarik Havertz berhasil dipotong pertahanan West Ham.
Tekanan Arsenal terus berlanjut. Odegaard kembali menerima bola di sisi kanan dan menggiringnya melewati tekanan lawan. Ia menarik perhatian beberapa pemain West Ham sekaligus sebelum memainkan bola ke area berbahaya.
Namun momen terbaik datang ketika ruang terlihat hampir sepenuhnya tertutup. Dalam situasi yang tampak mentok, Odegaard justru memainkan sepakbola improvisasi yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Ia bergerak ke dalam, menerima umpan balik dari Declan Rice, lalu menggiring bola perlahan dengan tujuh sentuhan kecil yang membuat pertahanan West Ham kehilangan keseimbangan. Para bek lawan mundur terlalu dalam dan celah akhirnya terbuka.
Dengan timing sempurna, Odegaard mengalirkan bola ke Leandro Trossard di tepi kotak penalti. Umpan itu langsung disambar Trossard dan bola berbelok arah setelah mengenai pemain lawan sebelum masuk ke gawang.
Selebrasi Emosional di Atas Lapangan
Reaksi Odegaard menggambarkan betapa emosional momen tersebut baginya. Ia berlutut, mengepalkan tangan ke udara, lalu menundukkan kepala ke tanah.
Sebagian pemain Arsenal merayakan gol bersama Trossard, tetapi banyak juga yang langsung menghampiri Odegaard sebagai arsitek utama terciptanya gol.
Momen itu terasa sangat penting bagi Odegaard secara pribadi. Dalam dua musim terakhir, performanya dinilai tidak stabil akibat kombinasi cedera, hilangnya chemistry permainan, dan penurunan rasa percaya diri.
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, Ben White Cedera Parah dan Absen Panjang
Liga Inggris 12 Mei 2026, 23:33
-
Paul Scholes Punya Solusi Tak Terduga untuk Krisis Arsenal
Liga Inggris 12 Mei 2026, 23:32
LATEST UPDATE
-
Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 16:17
-
Gagal Dapat Rodri, Real Madrid Harus Pertimbangkan Martin Zubimendi
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 15:04
-
Barcelona Harus Berani Menolak Harga Selangit untuk Rodri
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 14:27
-
Marcus Rashford Kembali, Michael Carrick Tegaskan Statusnya di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 13:17
-
Bradley Barcola ke Liverpool Makin Terbuka, PSG Belum Tutup Pintu
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 13:00
-
Formasi Pertahanan Terbaik Liverpool dengan Ronald Araujo
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 12:14
-
Djed Spence Segera Gabung Inter Milan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Liga Italia 13 Agustus 2026, 12:08
-
Chelsea Tetapkan Batas Waktu Transfer Enzo Fernandez, Manchester City Harus Bergerak
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:38
-
4 Talenta Akademi Real Madrid yang Bisa Masuk Rencana Jose Mourinho
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 11:16
-
Senne Lammens Ganti Nomor Punggung di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:08
-
La Liga 2026/27: Superkomputer Prediksi Barcelona Juara, Real Madrid Runner-up
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:42
-
Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Menang atas Leeds, 3 Catatan Penting dari Laga Pramusim
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 10:10
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR