Bola.net - - Petr Cech merasa Arsenal terlalu baik dan meneyebut "tidak ada cukup tekanan" di klub itu setelah 22 tahun bernaung di bawah bimbingan Arsene Wenger.
Arsenal menjadi klub besar di bawah asuhan Wenger. Manajer asal Prancis itu sendiri membuat anak-anak asuhnya bermain menyerang dan atraktif.
Filosofi itu sempat membuahkan hasil positif bagi The Gunners. Wenger membuat Arsenal meraih tiga gelar Premier League plus tujuh trofi FA Cup dan Community Shield.
Sayangnya dari hari ke hari, dari musim ke musim, Arsenal seperti makin kehilangan tajinya. Mereka tak pernah lagi bisa jadi juara sejak tahun 2004.
Ia memang masih bisa membawa mereka juara di FA Cup. Akan tetapi trofi itu dianggap tak ada apa-apanya dibanding Premier League atau trofi di level Eropa.
Sedikit Tekanan

Sekarang Arsenal dilatih oleh Unai Emery. Cech pun yakin manajer asal Spanyol itu nantinya bisa membuat The Gunners menjadi lebih perkasa dari sebelumnya. Apalagi ia langsung membawa klub London itu menembus final Liga Europa di musim perdananya.
Cech kemudian membahas mengapa Arsenal sebelumnya tak tampil perkasa. Ia merasa skuat The Gunners sebelumnya menjadi terlalu santai dan tanpa beban saat mengenakan jersey klub tersebut.
“Ini akan terdengar aneh tapi saya pikir secara umum di Arsenal tidak ada tekanan yang cukup," cetusnya pada Evening Standard.
“Arsene adalah pria sejati. Meskipun ia benci kalah, ia tetap sopan. Jika Anda kalah, Anda menang, Anda kalah, Anda menang, ia tipe orang yang melanjutkan. Itu adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya," ujarnya.
Beda di Chelsea
Cech kemudian mengungkapkan pengalamannya selama masih di Chelsea. Ia mengatakan tekanan besar datang hampir selalu tiap saat, khususnya ketika mereka baru saja menelan kekalahan.
“Di Chelsea, pada saat kami meraih hasil imbang, rasanya seperti berada di pemakaman di ruang ganti. Itu sangat buruk," kenangnya.
"Jika kami bermain imbang melawan tim besar di kandang, rasanya seperti, 'Oh tidak, tidak mungkin kami tidak menang di kandang'. Itu datang dari mana-mana: para pemain, pelatih. Sejak awal ketika saya ada di sana, tekanan ada di sana setiap pertandingan,” cetusnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Road to Final Liga Europa 2019: Arsenal
Liga Eropa UEFA 28 Mei 2019, 23:00
-
Cech Sebut Arsenal Terlalu Baik di Bawah Asuhan Wenger
Liga Inggris 28 Mei 2019, 21:48
-
Legenda Arsenal Kritik Pemilihan Venue Final Liga Europa
Liga Eropa UEFA 28 Mei 2019, 21:20
-
Kepergian Eden Hazard akan Jadi Mimpi Buruk Chelsea
Liga Inggris 28 Mei 2019, 18:20
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR