
Bola.net - Reaksi tak terduga datang dari Jamie Carragher setelah kemenangan dramatis Chelsea atas Liverpool. Legenda The Reds itu justru menyoroti selebrasi gila yang dilakukan oleh manajer The Blues, Enzo Maresca.
Kemenangan 2-1 Chelsea memang diwarnai oleh aksi emosional Maresca di pinggir lapangan. Gol penentu dari Estevao di menit akhir menjadi pemicunya.
Akibat selebrasi yang dianggap berlebihan itu, sang manajer harus diusir wasit karena kartu kuning kedua. Momen ini kemudian memicu perdebatan panas setelah laga usai.
Menariknya, Carragher tidak mengkritik aksi Maresca, melainkan justru memujinya. Ia malah mengecam keras aturan yang membuat sang manajer tidak bisa melakukan wawancara pasca-laga.
Selebrasi Gila Berujung Kartu Merah
Gol kemenangan Chelsea yang dicetak oleh Estevao memang tercipta secara dramatis. Gol tersebut sekaligus memberikan kekalahan ketiga beruntun bagi Liverpool di semua kompetisi.
Saking emosionalnya, Enzo Maresca langsung berlari kencang di pinggir lapangan. Ia bergabung dengan para pemainnya untuk merayakan gol yang mengunci kemenangan penting itu.
Namun, wasit Anthony Taylor punya pandangan lain terhadap selebrasi tersebut. Maresca yang sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning harus menerima kartu kuning keduanya.
Konsekuensinya, manajer asal Italia itu harus diusir dari area teknis. Ia juga tidak bisa mendampingi timnya hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.
Pembelaan Tak Terduga dari Carragher
Di tengah kontroversi itu, Jamie Carragher justru memberikan pembelaan yang mengejutkan. Ia mengaku sangat menyukai passion dan emosi yang ditunjukkan oleh Maresca.
Menurutnya, selebrasi seperti itu sangat penting untuk membangun ikatan. Momen tersebut bisa menjadi jembatan antara manajer dengan para suporter setia Chelsea.
"Saya menyukai selebrasi manajer itu, saya suka dia berlari di pinggir lapangan," kata Carragher.
"Bagi saya, ini hasil terbesarnya, yang akan membangun koneksi dengan para suporter," lanjutnya.
Aturan Konyol yang Dikritik Keras
Kekecewaan terbesar Carragher bukan pada kartu merahnya, melainkan pada konsekuensi setelahnya. Sebuah aturan baru FA melarang manajer yang diusir untuk melakukan tugas media.
Ia merasa aturan tersebut sangat konyol dan merugikan. Ia berpendapat bahwa publik justru ingin mendengar langsung reaksi sang manajer setelah laga emosional.
"Saya tidak percaya dia tidak bisa keluar dan berbicara dengan kami, itu konyol, Anda ingin mendengar darinya," kecam Carragher.
Akibat aturan tersebut, asisten Maresca, Willy Caballero, yang akhirnya maju untuk wawancara. Ia pun memaklumi luapan emosi yang ditunjukkan oleh bosnya di pinggir lapangan.
Kemenangan Paling Krusial
Carragher meyakini bahwa kemenangan atas Liverpool ini adalah hasil terbesar yang pernah diraih Maresca. Tiga poin ini dinilai bisa menjadi titik balik bagi The Blues.
Ia menilai kemenangan ini bisa menciptakan rasa kebersamaan yang kuat di dalam klub. Hasil ini juga membuktikan bahwa Maresca adalah seorang pelatih yang sangat bagus.
"Dari sudut pandang Chelsea, ini adalah hasil yang fantastis bagi mereka, yang terbesar di bawah Enzo Maresca dalam masa jabatannya," ujarnya.
"Kami semua adalah manusia. Kami pernah menjadi pemain, kami senang melihat itu. Yang pasti kita semua bisa belajar dari itu juga," pungkas Willy Caballero.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hobi Koleksi Pemain Sayap, Chelsea Coba Angkut Antoine Semenyo di Tahun 2026
Liga Inggris 6 Oktober 2025, 14:36
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR