Sejauh ini ada dua nama kuat yang dikaitkan dengan mantan manajer Barcelona tersebut hingga hari ini. Keduanya adalah klub Premier League yang kebetulan berada dalam satu kota yang sama yaitu Manchester United dan Manchester City.
Dalam beberapa hari terakhir, hampir semua media Inggris lebih menjagokan Pep untuk menukangi The Citizens ketimbang Setan Merah. Bahkan beberapa media menyebut bahwa Pep sudah 99% sepakat untuk menggantikan Manuel Pellegrini di akhir musim nanti. Kabar tersebut semakin menyeruak ketika Pellegrini mempersilahkan Pep untuk mengambil posisinya di musim depan. Jika skenario ini benar-benar menjadi kenyataan maka Pep Guardiola sudah menemukan tempat yang sempurna bagi karir kepelatihannya. Mengapa bisa demikian? Berikut ulasannya.
Di Manchester City nanti Pep akan mendapat dukungan penuh baik secara moral maupun secara finansial. Secara faktor finansial, kita tidak perlu lagi mendebat kekuatan finansial Abu Dhabi Group milik Syeikh Mansour, sehingga fantasi terliar Pep sebagai seorang manajer bisa direalisasikan dengan uang yang tidak terbatas dari sang pemilik klub tersebut..
Selain secara finansial, Pep juga akan mendapat dukungan moral yang besar dari para pemangku jabatan di Manchester City. Hal ini dikarenakan CEO Manchester City dan Direktur Teknis Manchester City, Ferran Soriano dan Txiki Begiristain pernah bekerjasama dengan Pep saat ia menukangi Barcelona dulu.
Dengan kehadiran Begiristain yang merupakan rekan setim Guardiola di Barcelona akan memudahkan rencana transfer Pep dalam mendatangkan sejumlah pemain yang ia inginkan untuk memperkuat kubu The Citizen.
Poin kedua mengapa Manchester City sempurna untuk Pep adalah gaya bermain keduanya yang cocok. Pada era Roberto Mancini, pelatih Italia tersebut mulai menanamkan possesion football di kubu The Citizens sedangkan pada Era Manuel Pellegrini, possesion football City dikembangkan dengan meningkatkan faktor kecepatan serta penyelesaian akhir.
Dua fondasi penting yang ditanamkan Mancini dan Pellegrini di Manchester City ini sebenarnya merupakan gambaran cara bermain yang selalu diterapkan Pep Guardiola saat ia menukangi Bayern Munchen dan . Selain mendominasi penguasaan Bola, baik Bayern maupun Barca di Era Guardiola juga baik di penyelesaian akhir sehingga Guardiola nantinya tidak perlu memulai segalanya dari nol saat membesut Manchester City.
Faktor terakhir adalah Manchester City bisa memberikan tantangan yang besar bagi karir Guardiola. Guardiola sudah merasakan manisnya kesuksesan di La Liga dan Bundesliga, sehingga Premier League akan menjadi ujian baru bagi kredibilitasnya sebagai Manajer. Premier League juga menjadi pembuktian bahwa ia juga bisa sesukses rivalnya Jose Mourinho yang menuai kesuksesan di tiga liga besar Eropa, yaitu La Liga, Serie A, dan Premier League.
Selain itu, Keikutsertaan Manchester City di Liga Champions setiap musimnya membuat Pep kembali tertantang untuk meraih kembali trofi si kuping bundar tersebut. Terakhir kali Pep mengangkat trofi itu pada tahun 2011 saat Barcelona mengalahkan Manchester United di Wembley Stadium. Di Bayern Munchen, trofi Liga Champons menjadi satu-satunya trofi yang belum ia dapatkan bersama The Bavaria, sehingga tantangan untuk mendapat kembali Trofi tersebut bersama Manchester City menjadi tantangan besar bagi karir Guardiola.
Bagaimana pendapat anda Bolaneters? Apakah Pep Guardiola memang cocok untuk menukangi Manchester City? Ataukah ia harus hijrah ke klub lainnya seperti Chelsea atatu Manchester United? Berikan pendapat anda pada kolom komentar.[initial]
Baca Juga:
- Pellegrini Terus Woles Tanggapi Isu Guardiola
- Demichelis Pastikan Guardiola ke Manchester City
- Guardiola Terlihat di Barcelona
- Bujuk Pep ke Chelsea, Abramovich Siapkan Gaji 348 Miliar Rupiah
- Magath Yakin Ancelotti Akan Sesukses Guardiola di Bayern
- Guardiola Inginkan Suarez di Manchester City
- Guardiola Tak Akan Dibiarkan Bawa Bintang Bayern Pergi
(bola/dub)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Guardiola Diklaim Pantas Tukangi Arsenal
Liga Inggris 22 Desember 2015, 21:03
-
Thierry Henry Tegaskan Ozil Lebih Hebat Ketimbang Silva
Liga Inggris 22 Desember 2015, 19:57
-
Mainkan Delph dan Simpan Sterling, Pellegrini Ngotot Tak Salah
Liga Inggris 22 Desember 2015, 15:17
-
Pellegrini Sebut City Tak Pantas Dikalahkan Arsenal
Liga Inggris 22 Desember 2015, 15:12
-
Toure Pede City Masih Belum Terlempar dari Bursa Juara
Liga Inggris 22 Desember 2015, 15:05
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 9 Januari 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:43
-
Arteta Kecewa tapi Bangga: Arsenal Perlebar Jarak Jadi 6 Poin Meski Imbang
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:36
-
Catatan Menarik Arsenal vs Liverpool: The Reds Jadi Batu Sandungan The Gunners
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:21
-
AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Liga Italia 9 Januari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR