
Bola.net - Eks bek Arsenal Lauren mengungkapkan skuat The Guners era Invincibles begitu kompetitif sampai-sampai mereka begitu sering bertengkar di sesi latihan.
Skuat Arsenal saat itu dihuni banyak pemain besar. Di depan ada pemain seperti Tierry Henry dan Dennis Bergkamp, kemudian di tengah ada Patrick Vieira, Emmanuel Petit, Cesc Fabregas, hingga Robert Pires, sementara di sektor bek ada Sol Campbell dan Ashley Cole, dan di sektor kiper ada Jens Lehmann.
Arsenal tampil begitu perkasa di pentas Premier League. Mereka sempat tak tersentuh kekalahan dalam 49 pertandingan di liga.
Permainan mereka begitu mengalir dengan sentuhan kreativitas dari para pemain tengahnya. Sol Campbell, Patrick Vieira, Thierry Henry menjadi tulang punggung tim kala itu.
Hal itu berujung pada kesuksesan tim asuhan Arsene Wenger tersebut meraih gelar juara Premier League musim 2003-04. Rekor Invincibles itu tak bisa disamai tim mana pun di Inggris sampai saat ini.
Selalu Ada Pertengkaran
Skuat Arsenal Invicibles kala itu memang tim yang sangat hebat. Akan tetapi tim tersebut tidak selalu akur dan harmonis.
Lauren mengaku hampir tiap hari selalu saja ada pemain yang bertengkar dengan pemain lain. Dan untungnya saat itu tak ada jurnalis yang tiap hari datang untuk meliput sesi latihan Arsenal.
"Tentu saja ada pertengkaran," ujar itu di situs resmi Arsenal. "Saya suka di Arsenal bahwa para jurnalis tidak pergi ke sesi pelatihan."
"Di Spanyol pada waktu itu, telah berubah, sekarang mereka telah menghentikan para jurnalis setiap hari. Ketika saya pergi ke Arsenal pada tahun 2000 saya berkata, 'Ini tidak mungkin'."
"Kenapa? Karena di [Spanyol] para jurnalis pergi setiap hari untuk menemukan sejarah, apa yang terjadi di sini, siapa yang bertengkar dengan siapa. Di zaman kita jika jurnalis menghadiri latihan akan ada sejarah setiap hari," tutur Lauren.
Ego yang Besar
Lauren mengaku saat itu para pemain kerap saling bertengkar dengan satu sama lain karena satu hal; mereka semua sama-sama punya ego yang besar. Semua pemain juga punya semangat bersaing yang sangat besar untuk jadi yang terbaik.
Namun untungnya para pemain itu bisa menyingkirkan egonya saat menjalani pertandingan resmi. Dan selain itu, mereka juga punya manajer sekelas Arsene Wenger yang mampu mengontrol tim dengan brilian.
"Betapa kompetitifnya kami - semua bertengkar di antara kami sendiri. Saya bertengkar dengan Thierry, Thierry dengan Martin [Keown], Patrick dengan Freddie [Ljungberg]. Kami semua sangat kompetitif dan kami semua berjuang karena kami semua memiliki ego besar, kepribadian tetapi pada saat pertandingan tiba, kami berjuang untuk tujuan yang sama," ujarnya.
"Anda membutuhkan itu, ego besar tetapi Anda memiliki manajer juga yang tahu bagaimana mengendalikan ego besar, cara mengendalikan para pemain itu. Saya lebih suka berada di tim yang Anda lihat pemain saling berhadapan antar muka, Anda dapat berbicara dengannya, beri tahu ia apa pun yang Anda inginkan, tetapi ketika pertandingan tiba, Anda akan mendapat 100 persen untuk tujuan yang sama, untuk mencapai apa yang ingin kami lakukan di awal musim," serunya.
"Ini adalah hal yang paling penting; tanpa itu, sulit untuk memenangkan banyak hal. Saya tidak ingin berada di tim yang tidak ada yang terjadi, kita semua diam, jika Anda menang tak masalah, jika Anda kalah juga tak masalah. Anda tidak bisa bersaing seperti itu. Di masa kami, kami semua kompetitif, kami semua bertarung satu sama lain, tetapi pada akhirnya kami berjuang untuk tujuan yang sama dan itulah sebabnya kami berhasil memenangkan banyak hal," pungkas Lauren.
(arsenal.com)
Baca Juga:
- Chelsea Tawarkan Kontrak 2 Tahun, Willian Siap Membelot ke Arsenal dan Tottenham
- Ketika Ferguson dan Wenger Nyaris Berkelahi di 'Battle of Old Trafford'
- Profil Dennis Bergkamp: The Iceman dengan Sentuhan Midas
- Willian ke Arsenal? Jangan Ngimpi!
- Mikel Arteta Diminta Lakukan Segala Cara untuk Pertahankan Aubameyang
- 7 Legiun Spanyol yang Paling Sering Main di Premier League
- Udinese Pernah Hampir Punya Thierry Henry
- Ingin Tuntaskan Premier League? Main di Luar Inggris Saja!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Thierry Henry: Main di Arsenal Lebih Mudah Daripada di Barcelona
Liga Inggris 4 Mei 2020, 22:00
-
Eks Arsenal Ini Heran Mengapa Ozil Begitu Sering Panen Kritikan
Liga Inggris 4 Mei 2020, 21:44
-
Dua Hal Ini Bikin Ramsey Tinggalkan Arsenal dan Gabung Juventus
Liga Italia 4 Mei 2020, 20:15
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR