
Bola.net - Bek Manchester United, Lisandro Martinez, mengungkap sisi paling rapuh dalam kariernya saat menjalani pemulihan cedera lutut serius. Cedera tersebut sempat membuatnya mempertanyakan masa depannya sebagai pesepak bola profesional.
Pemain timnas Argentina itu mengalami masa pemulihan yang berat setelah rentetan cedera dalam dua musim terakhir. Situasi tersebut memuncak ketika ia mengalami robekan ligamen lutut anterior atau ACL.
Dalam wawancara dengan AFA Estudio, Martinez membuka kisah personal tentang perjuangan mental yang ia hadapi, termasuk keinginan untuk benar-benar meninggalkan sepak bola.
Sempat Ingin Menyerah di Awal Pemulihan

Cedera ACL yang dialami Martinez pada Februari 2025 menjadi pukulan paling berat dalam kariernya. Operasi yang dijalaninya membuat bek berusia 27 tahun itu harus menepi selama sekitar 10 bulan.
“Setelah dua atau tiga minggu pertama, saya tidak ingin bermain sepak bola lagi. Karena saya sudah melewati cedera patah kaki, lalu sekarang lutut. Saya berkata, ‘Cukup, saya tidak ingin tahu apa pun lagi,’” ujar Martinez.
Cedera tersebut datang setelah periode panjang masalah fisik yang membatasi penampilannya. Pada musim sebelumnya, ia hanya mampu mencatatkan 11 penampilan di Premier League akibat berbagai gangguan kebugaran.
Proses Menerima dan Membangun Diri Kembali

Martinez mengakui bahwa cedera membuatnya kehilangan keseimbangan, baik secara fisik maupun emosional. Rasa sakit yang terus-menerus memengaruhi cara berpikirnya pada fase awal pemulihan.
“Ketika saya cedera, saya benar-benar kehilangan keseimbangan karena rasa sakitnya tidak tertahankan,” jelasnya.
“Reaksi pertama saya adalah: ‘Saya pulang, saya akan bersama keluarga saya di Argentina. Cukup, saya tidak ingin menderita lagi, saya ingin sehat, saya ingin menikmati hidup'."
"Namun, ketika Anda tidak seimbang, Anda bisa mengatakan apa saja karena Anda tidak terhubung dengan diri sendiri. Saya jelas menerima tiga minggu masa berkabung itu, ketika saya bukan diri saya sendiri.”
Dukungan Lingkar Terdekat dan Tanda Kebangkitan
Dalam proses rehabilitasi, Martinez merasa dipaksa untuk membangun ulang dirinya dari berbagai sisi. Rasa takut tidak bisa kembali ke level terbaik sempat menghantui perjalanannya.
“Anda harus menciptakan kembali diri Anda dalam segala hal: secara fisik, mental, dan pribadi. Anda merasa seperti bukan seorang pemain sepak bola,” tuturnya.
Dukungan keluarga, teman, serta kerja psikologis yang konsisten menjadi faktor penting dalam membantunya bertahan. “Di situlah kepribadian Anda yang sebenarnya terlihat,” tegas Martinez.
Kembali ke Lapangan dan Optimisme Baru
Martinez akhirnya kembali bermain pada 30 November dalam laga melawan Crystal Palace. Sejak saat itu, ia perlahan kembali masuk ke dalam rotasi tim Manchester United.
Ia juga kembali berlatih bersama tim nasional Argentina di bawah arahan Lionel Scaloni, sebuah sinyal kepercayaan menjelang Piala Dunia 2026.
“Saya merasa sangat baik. Saya sedikit terkejut karena saya pikir kembali akan lebih sulit, tetapi kami mengatur menit bermain dengan baik; semuanya sangat progresif."
"Klub melakukan pekerjaan luar biasa dan itu sangat membantu saya merasa baik sekarang. Secara fisik dan mental, saya lebih baik dari sebelumnya,” kata Lisandro Martinez.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Man United vs Man City 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 19:30
-
Live Streaming Man United vs Man City: Derby Panas Penentu Nasib
Liga Inggris 16 Januari 2026, 16:30
-
Jadwal Lengkap Premier League Pekan ke-22: Derby Manchester dan Duel Krisis Poin
Liga Inggris 16 Januari 2026, 16:00
-
Gareth Southgate Jadi Manajer Permanen MU? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 16 Januari 2026, 15:41
-
Head to Head Manchester United vs Manchester City: Derby Panas di Old Trafford
Liga Inggris 16 Januari 2026, 14:33
LATEST UPDATE
-
Chelsea Siap Bergerak di Bursa Januari, Begini Kata Liam Rosenior
Liga Inggris 16 Januari 2026, 14:58
-
Head to Head Manchester United vs Manchester City: Derby Panas di Old Trafford
Liga Inggris 16 Januari 2026, 14:33
-
Gary Neville Bicara Lagi: Sebut Michael Carrick Bukan Solusi Jangka Panjang MU!
Liga Inggris 16 Januari 2026, 13:00
-
Mengintip Susunan Staf Kepelatihan Baru Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 16 Januari 2026, 11:58
-
Sadio Mane Puji Mohamed Salah Usai Senegal Singkirkan Mesir dari AFCON
Bola Dunia Lainnya 16 Januari 2026, 11:24
-
Nkunku dan Leao Rebutan Penalti di Laga Como vs AC Milan, Begini Kata Allegri
Liga Italia 16 Januari 2026, 11:20
-
Serba-Serbi ASEAN Hyundai Cup 2026: Hasil Undian Sampai Jadwal Timnas Indonesia
Tim Nasional 16 Januari 2026, 10:57
-
Puja-puji untuk Joan Garcia, Tanpanya Barcelona Bakal Senasib dengan Real Madrid!
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 10:46
-
Dani Ceballos Tak Masuk Rencana Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 10:38
-
Real Madrid Percaya Penuh pada Alvaro Arbeloa, Tanpa Rekrutan Baru Januari Ini
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 10:28
-
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 10:09
-
Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 16 Januari 2026, 09:56
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 16 Januari 2026, 09:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45





















KOMENTAR